Penyebab asma adalah karena alergi, olahraga berlebihan, dan infeksi saluran pernapasan
Pembengkakan pada saluran penapasan dapat menyebabkan kesulitan bernapas, batuk, mengi, dan sesak napas.

Asma merupakan suatu kondisi dimana saluran udara menyempit, membengkak dan menghasilkan lendir berlebih. Hal tersebut akan memberikan dampak kesulitan bernapas, memicu batuk, mengi, dan sesak napas. Bagi sebagian orang asma bukanlah penyakit yang serius, namun bagi sebagian orang lainnya asma mungkin merupakan penyakit yang serius karena sangat mengganggu aktivitas dan dapat mengancam jiwa. Asma tidak dapat disembuhkan, namun gejalanya dapat dikendalikan. Berkonsultasi dengan dokter merupakan cara terbaik untuk mengidentifikasi serta mencari cara terbaik untuk mengendalikan asma.

Data WHO menunjukkan saat ini penderita asma mencapai 300 juta orang dan diperkirakan mencapai 400 juta orang pada tahun 2025.

Gejala asma yang paling umum adalah:

  • Wheezing (terdapat suara siulan saat bernapas)
  • Sesak napas
  • Dada terasa terikat
  • Batuk

Bagi penderita asma, berikut adalah tanda-tanda bahwa asma Anda memburuk dan memerlukan perhatian ekstra:

  • Gejala asma bertambah sering dan semakin mengganggu aktivitas
  • Lebih sulit bernapas
  • Terjadi sebagai respons terhadap pemicu asma seperti olahraga atau alergi (contohnya adalah debu atau bulu binatang)

Segera temui dokter umum jika anda atau orang-orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala diatas.

Asma disebabkan oleh pembengkakan (peradangan) saluran pernapasan yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru. Saluran pernapasan menjadi sangat sensitif sehingga menyempit untuk sementara.

Asma dapat terjadi kapanpun dan tanpa penyebab yang jelas, namun bisa juga terjadi karena ada  pemicu. Pemicu asma yang umum termasuk:

  • Alergi (debu, bulu binatang, serbuk sari, asap, polusi, udara dingin dan lain-lain)
  • Olahraga
  • Infeksi saluran pernapasan seperti pilek atau flu

Salah satu cara terbaik untuk mengendalikan asma adalah dengan mengidentifikasi dan menghindari pemicu asma.

Asma biasanya dapat didiagnosis dari gejala yang timbul dan beberapa tes sederhana. Dokter umum mungkin dapat mendiagnosis penyakit ini, atau memberikan rujukan kepada dokter spesialis untuk pengecekan lebih lanjut.

Ada beberapa tes yang cukup lazim dilakukan untuk mendiagnosis asma, diantaranya:

  • Tes Spirometri: Dokter akan menggunakan alat bernama spirometer untuk mengevaluasi fungsi paru pasien. Pasien akan diminta bernapas pada spirometer untuk mengukur kapasitas  udara di paru-paru saat menghirup dan membuang napas.
  • Uji aliran puncak/Peak Flow: Pasien meniup ke perangkat genggam yang akan mengukur jumlah aliran udara saat pasien bernapas. Tes ini dapat dilakukan beberapa kali selama beberapa minggu untuk melihat perubahan dari waktu ke waktu.

Asma merupakan penyakit kronis yang untuk saat ini belum dapat disembuhkan. Namun, dengan perawatan yang tepat gejala asma dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jenis pengobatan bagi masing-masing pasien bergantung pada faktor usia, gejala, dan pemicu serangan asma. Inhaler merupakan salah satu alat bantuan utama asma, dimana dengan menghirup kandungan obat di dalam inhaler tersebut akan membuka saluran udara yang menyempit sehingga memudahkan pernapasan pada pasien. Namun, bila diperlukan dokter juga akan memberikan obat-obatan lain seperti obat alergi. Seseorang yang menderita asma juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika mengalami serangan asma. Berkonsultasi dengan dokter adalah cara terbaik untuk mengetahui kondisi dan cara penanganan asma yang tepat.

Meskipun tidak ada cara untuk mencegah asma karena faktor risiko terbesar asma adalah genetik. Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan seperti:

  • Tidak merokok
  • Pantau napas Anda
  • Identifikasi dan hindari pemicu asma (seperti serbuk sari, spora, polusi udara, udara dingin, asap, debu, dan lain-lain)
  • Periksakan diri Anda bila mengalami salah satu gejala asma secara berulang-ulang

Ada beberapa kondisi dimana anda perlu mengunjungi dokter. Diantaranya adalah:

  • Ketika Anda merasa terkena asma: Jika Anda mengalami batuk atau wheezing yang sudah berlangsung berhari-hari atau gejala asma lain
  • Ketika Anda ingin memantau keadaan asma setelah diagnosis: Pastikan Anda masih memantau kondisi asma Anda secara berkala. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko terjadinya serangan asma
  • Ketika gejala asma memburuk: Segera hubungi dokter jika pengobatan Anda tidak mengurangi gejala asma yang anda alami
  • Ketika Anda ingin meninjau pengobatan anda: Asma seringkali berubah-ubah. Anda perlu mengunjungi dokter untuk mendiskusikan pengobatan yang terbaik.

Ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter, diantaranya adalah

  1. Buatlah janji dengan dokter yang tepat: Buatlah janji dengan dokter umum terpercaya Anda. Bila diperlukan, dokter umum akan memberikan rujukan kepada dokter spesialis lain.
  2. Bawalah hasil tes yang mendukung pemeriksaan: Bawalah hasil tes Anda terdahulu atau hal-hal lain yang bisa membantu dokter untuk mendiagnosis keadaan Anda.
  3. Persiapkan hal-hal yang ingin anda diskusikan dengan dokter: Buatlah daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter terkait kondisi kesehatan Anda.

Pada kunjungan pertama ke dokter umum Anda, dokter akan mengumpulkan semua data kesehatan pasien baik melalui tanya-jawab dengan pasien ataupun dari hasil tes yang telah ada.  Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan seperti gejala atau keluhan pasien, kapan terjadi dan seberapa sering terjadi, apakah ada sesuatu yang memicu gejala, dan apakah ada penyakit turunan keluarga seperti dermatitis atau alergi lainnya. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pasien, dan bila perlu dokter akan melakukan tes lebih lanjut (untuk asma yang lebih serius). Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan menyarankan regimen perawatan yang sesuai untuk pasien.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/symptoms-causes/syc-20369653
Diakses pada 26 September 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/asthma
Diakses pada 26 September 2018

WebMD. https://www.webmd.com/search/search_results/default.aspx?query=asthma%20prevention
Diakses pada 26 September 2018

WHO. http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/asthma
Diakses pada 26 September 2018

Artikel Terkait