Pernapasan

Asma

29 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Asma
Asma bisa memicu kesulitan bernapas, batuk, dan mengi
Asma adalah suatu kondisi dimana saluran udara menyempit, membengkak dan menghasilkan lendir berlebih. Hal tersebut akan memberikan dampak kesulitan bernapas, memicu batuk, mengi, dan sesak napas.Bagi sebagian orang asma bukanlah penyakit yang serius, namun bagi sebagian orang lainnya asma mungkin merupakan penyakit yang serius karena sangat mengganggu aktivitas dan dapat mengancam jiwa.Asma tidak dapat disembuhkan, namun gejalanya dapat dikendalikan. Karena asma sering berubah seiring waktu, berkonsultasi dengan dokter merupakan cara terbaik untuk mengidentifikasi serta mencari cara terbaik untuk mengendalikan asma.Asma adalah penyakit tidak menular utama (PTM), yang bisa dialami anak-anak dan orang dewasa. Namun, asma merupakan penyakit kronis yang paling umum diderita pada kanak-kanak.Data WHO menunjukkan pada tahun 2019, penderita asma mencapai 262 juta orang dengan tingkat kematian mencapai 461.000. 
Asma
Dokter spesialis Paru
GejalaSesak napas, dada sesak, mengi
Faktor risikoFaktor keturunan, lingkungan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes fungsi paru
PengobatanObat-obatan
ObatInhaler kortikosteroid, montelukast, zafirlukast
KomplikasiLelah sepanjang waktu, performa menurun, depresi
Kapan harus ke dokter?Mengalami kesulitan bernapas, wajah pucat atau biru
Gejala asma yang paling umum adalah:
Bagi penderita asma, berikut adalah tanda-tanda bahwa asma Anda memburuk dan memerlukan perhatian ekstra:
  • Gejala asma bertambah sering dan semakin mengganggu aktivitas
  • Lebih sulit bernapas
  • Terjadi sebagai respons terhadap pemicu asma seperti olahraga atau alergi (contohnya adalah debu atau bulu binatang)
 
Hingga kini, penyebab asma belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko asma tersebut meliputi:
  • Genetik (keturunan)
  • Menderita alergi lain, seperti dermatitis atopik
  • Kelebihan berat badan
  • Merokok
  • Sering terpapar asap rokok
  • Sering terpapar asap knalpot atau jenis polusi lainnya
  • Sering terpapar beberapa bahan kimia saat bekerja, misalnya bahan kimia yang digunakan dalam pertanian, tata rambut, dan manufaktur
 
Diagnosis asma dilakukan dengan pemeriksaan fisik, tes untuk mengukur fungsi paru, dan beberapa tes tambahan. Berikut penjelasannya.

Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain, seperti infeksi pernapasan atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Dokter juga akan bertanya tentang tanda, gejala yang dirasakan, serta masalah kesehatan lainnya yang mungkin Anda derita.

Tes fungsi paru-paru

Dokter juga mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan tes paru. Tes ini berfungsi untuk menentukan berapa banyak udara yang masuk dan keluar saat Anda bernapas. Beberapa tes untuk mengukur fungsi paru yang mungkin disarankan dokter, yaitu:
  • Spirometri

Tes ini berfungsi untuk menentukan penyempitan saluran bronkial. Spirometri dilakukan dengan cara memeriksa seberapa banyak udara yang dapat embuskan setelah menarik napas dalam-dalam dan seberapa cepat Anda dapat mengembuskan napas.
  • Arus puncak atau peak flow meter

Peak flow meter adalah alat sederhana untuk mengukur seberapa keras Anda bisa bernapas. Pembacaan aliran puncak yang lebih rendah dari biasanya adalah tanda bahwa paru-paru Anda mungkin tidak berfungsi dengan baik dan asma mungkin semakin parah.Dokter akan memberi petunjuk tentang cara melacak dan menangani pembacaan aliran puncak rendah.Tes fungsi paru-paru sering dilakukan sebelum dan sesudah minum obat untuk membuka saluran udara Anda yang disebut bronkodilator seperti albuterol. Jika fungsi paru-paru Anda membaik dengan penggunaan bronkodilator, kemungkinan Anda menderita asma.

Tes tambahan

Beberapa tes tambahan yang biasanya disarankan dokter yaitu:
  • Methacholine challenge
  • Tes pencitraan, seperti rontgen dada
  • Tes alergi
 
Cara mengobati asma umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut.  Pilihan obat untuk mengobati asma yang diberikan dokter akan tergantung dari usia, gejala, dan pemicu.Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi asma adalah:
  • Inhaler kortikosteroid

Obat-obatan ini termasuk fluticasone, budesonide, ciclesonide, beclomethasone, atau mometasone. Anda mungkin perlu menggunakan obat-obatan ini selama beberapa hari hingga minggu untuk melihat hasilnya.Tidak seperti kortikosteroid oral, kortikosteroid inhalasi memiliki risiko efek samping serius yang relatif rendah.
  • Leukotriene modifiers

Obat-obatan oral ini termasuk montelukast, zafirlukast, dan zileuton. Obat ini bermanfaat untuk meringankan gejala asma.
  • Inhaler kombinasi

Obat-obatan yang termasuk dalam kategori inhaler kombinasi adalah  fluticasone-salmeterol, formoterol-mometasone, dan fluticasone furoate-vilanterol.
  • Teofilin

Teofilin adalah pil harian yang membantu menjaga saluran udara tetap terbuka dengan mengendurkan otot-otot di sekitar saluran udara. Obat ini tidak digunakan sesering obat asma lainnya. 

Komplikasi asma

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi asma:
  • Lelah sepanjang waktu
  • Performa buruk di tempat kerja atau sekolah
  • Stres, cemas, atau depresi
  • Pekerjaan terganggu karena Anda harus berkonsultasi ke dokter saat bekerja
  • Infeksi paru-paru (pneumonia)
  • Keterlambatan pertumbuhan atau pubertas pada anak-anak
  • Kematian
 
Langkah pencegahan asma tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti.Namun Anda bisa mengurangi risiko mengalami serangan asma dengan cara:
  • Ikuti rencana mengatasi asma yang disarankan dokter
  • Dapatkan vaksinasi untuk influenza dan pneumonia
  • Kenali dan hindari pemicu asma. Misalnya serbuk sari, jamur, udara dingin, dan polusi udara
  • Jika mengalami gejala asma, segera lakukan cara mengatasi asma. Misalnya mengonsumsi obat ata menggunakan inhaler
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Napas cepat
  • Wajah, bibir, kuku pucat atau biru
  • Kulit di sekitar tulang rusuk tertarik ke dalam saat Anda menarik napas
  • Kesulitan bernapas, berjalan, atau berbicara
  • Gejala tidak membaik setelah Anda minum obat
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait asma?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis asma agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/symptoms-causes/syc-20369653
Diakses pada 26 September 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/asthma
Diakses pada 26 September 2018
WebMD. https://www.webmd.com/search/search_results/default.aspx?query=asthma%20prevention
Diakses pada 26 September 2018
WHO. http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/asthma
Diakses pada 26 September 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email