Askariasis

Ditinjau dr. Widiastuti
Infeksi cacing gelang atau askariasis dapat disebabkan terjadinya kontak fisik antara manusia dengan tanah yang bercampur kotoran manusia.
Infeksi cacing gelang terjadi di dalam usus manusia.

Pengertian Askariasis

Askariasis adalah sebuah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Ascaris lumbricoides, atau cacing gelang. Ascaris lumbricoides merupakan parasit yang hidup dan berkembang biak di dalam usus manusia. Cacing gelang dewasa dapat tumbuh mencapai 30 cm panjangnya di dalam tubuh manusia.

Penyakit askariasis dapat diklasifikasikan sebagai penyakit paling umum dalam kategori infeksi yang disebabkan oleh cacing. Sebagian besar pasien yang terinfeksi askariasis memiliki gejala yang minim, bahkan terkadang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, apabila cacing kemudian berkembang biak dan menjadi banyak, maka pasien dapat mengalami  gejala yang serius  atau bahkan komplikasi.

Cacing gelang pada umumnya menyerang anak-anak yang tinggal di daerah tropis dan subtropis, terutama di daerah dengan sanitasi serta tingkat kebersihan yang buruk.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Pada umumnya, pasien yang terinfeksi askariasis tidak memiliki gejala berarti. Ketika parasit berkembang biak dalam jumlah banyak, akan timbul berbagai gejala yang lebih serius, tergantung  pada organ yang terserang infeksi.

Paru-paru

Ketika telur ascaris yang berukuran mikroskopik tertelan, telur akan menetas di dalam usus halus berupa larva, yang kemudian bermigrasi melalui peredaran darah atau sistem limfatik menuju ke paru-paru. Pada stadium ini, tanda dan gejala yang dialami mirip dengan asma atau pneumonia, seperti:

  • Batuk kering dan persisten
  • Susah bernapas
  • Mengi (napas yang berbunyi)

Larva akan menetap di paru-paru sekitar 6-10 hari. Kemudian, larva akan berjalan ke tenggorokan yang memicu batuk, lalu tertelan kembali dan masuk ke dalam usus.

Usus

Di dalam usus, larva akan tumbuh menjadi cacing dewasa. Cacing tersebut akan terus hidup sampai akhirnya mati. Gejala yang timbul ketika parasit menyerang usus adalah:

  • Rasa sakit atau tidak nyaman pada perut
  • Mual dan muntah
  • Diare atau buang air besar yang disertai darah

Gejala di atas akan bertambah berat jika jumlah cacing di dalam usus semakin banyak. Penderita akan merasakan sakit perut hebat, penurunan berat badan tanpa sebab, dan cacing dapat ditemukan melalui feses, saat muntah, atau keluar melalui hidung.

Kumpulan cacing dalam jumlah banyak di dalam usus juga dapat menyebabkan usus tersumbat, walaupun komplikasi ini jarang ditemukan. 

Penyebab

Penyakit askariasis disebabkan oleh parasit berupa cacing gelang. Askariasis tidak dapat ditularkan antar manusia. Seseorang yang melakukan kontak fisik dengan tanah yang bercampur kotoran manusia dan telur cacing gelang, bisa terinfeksi askariasis.

Di berbagai negara berkembang, kotoran manusia sering digunakan sebagai pupuk. Sistem sanitasi yang buruk menyebabkan kotoran manusia tercampur dengan tanah. Tak jarang, anak-anak bermain di area yang tercemar. Infeksi pun berpotensi terjadi saat anak-anak makan atau minum dengan menggunakan tangan yang kotor.

Buah serta sayuran yang belum dicuci, dan tumbuh di tanah terkontaminasi, juga dapat menyebabkan askariasis.

Diagnosis

Pada penderita dengan askariasis berat, kemungkinan besar akan ditemukan cacing setelah muntah, batuk maupun buang air besar. Cacing-cacing ini dapat pula keluar melalui mulut atau lubang hidung. Jika ini terjadi, maka bawalah cacing tersebut ke dokter untuk diidentifikasi, sehingga dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai. 

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan lainnya, dengan cara:

  • Mengambil sampel feses untuk mendeteksi keberadaan telur cacing gelang. Telur cacing baru akan terlihat 40 hari setelah terinfeksi.
  • Mengambil sampel darah untuk mendeteksi peningkatan kadar salah satu jenis sel darah putih, yaitu eosinofilia. Meski demikian, peningkatan kadar eosinofilia tidak spesifik hanya untuk askariasis, karena peningkatan ini juga dapat ditemukan pada kondisi medis lainnya.
  • Melakukan tes pencitraan melalui foto rontgen, ultrasound (USG) atau CT scan/MRI.
    • Foto rontgen:
      Kumpulan cacing akan terlihat pada foto rontgen abdomen (perut). Dalam beberapa kasus, dapat terlihat larva cacing dalam paru-paru pada foto rontgen dada.
    • USG:
      Dapat menunjukkan adanya cacing pada hati atau pankreas.
    • CT-Scan atau MRI:
      Kedua pemeriksaan ini berguna untuk melihat adanya cacing yang menyumbat saluran hati atau pankreas.

Pengobatan

Pada umumnya, infeksi askariasis ringan dapat sembuh dengan sendirinya. Hanya infeksi dengan gejala, yang membutuhkan pengobatan. Ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit askariasis.

  • Dokter pada umumnya akan memberikan obat cacing seperti albendazole, ivermectin atau mebendazole. Obat-obatan tersebut biasanya dikonsumsi selama 1-3 hari untuk membunuh cacing dewasa.
  • Apabila cacing telah berkembang biak dalam jumlah banyak dan terjadi komplikasi, maka dokter biasanya menyarankan pasien menjalani operasi untuk mengeluarkan cacing, serta memperbaiki kerusakan di dalam organ yang ditimbulkannya.

Pencegahan

Dokter dapat menyarankan tindakan berikut ini untuk mencegah askariasis:

  • Membiasakan gaya hidup bersih. Hal ini termasuk mencuci tangan sebelum makan dengan menggunakan air mengalir dan sabun. Selain itu, biasakan untuk mencuci buah atau sayur sebelum diolah atau dimakan.
  • Berhati-hati dalam menjaga kebersihan ketika bepergian. Hal ini termasuk menghindari konsumsi sayur mentah (kecuali dapat dikupas atau telah dibersihkan), serta minum dari sumber yang terpercaya seperti air botol kemasan.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Askariasis pada umumnya menyerang organ paru-paru, usus dan sekitarnya. Segera hubungi dokter apabila mengalami:

  • Rasa sakit di bagian perut yang tidak hilang setelah beberapa hari
  • Diare
  • Mual dan muntah-muntah

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda mengalami gejala askariasis, segeralah periksakan diri ke dokter terpercaya. Jika diperlukan, dokter mungkin akan merujuk ke dokter spesialis penyakit dalam.

Dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Kapan Anda mulai mengalami gejala penyakit?
  • Apakah gejala yang muncul bersifat terus menerus atau muncul sesekali?
  • Apakah Anda pernah bepergian ke daerah dengan kualitas kebersihan yang rendah belakangan ini?
  • Apakah Anda pernah mengonsumsi makanan dari sumber yang tidak higienis belakangan ini?
  • Apakah Anda pernah makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah beraktivitas yang berhubungan dengan tanah belakangan ini?

Anda juga dapat membuat daftar pertanyaan yang akan Anda sampaikan kepada dokter, seperti:

  • Apakah penyebab dari gejala-gejala saya?
  • Apakah saya perlu menjalani pemeriksaan?
  • Apa saja pengobatan yang bisa saya dapatkan? Jenis pengobatan apa yang dapat direkomendasikan kepada saya?
  • Apakah ada efek samping dari pengobatan yang diberikan?
  • Apa yang bisa saya lakukan di rumah untuk mengurangi gejala ini?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter biasanya dapat mendiagnosis askariasis dengan menanyakan gejala, dan memeriksa rekam medis pasien. Terkadang dokter mungkin:

  • Mengambil sampel feses
  • Mengambil sampel darah
Referensi

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/parasites/ascariasis/index.html

Diakses pada 23 Oktober 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ascariasis/symptoms-causes/syc-20369593

Diakses pada 23 Oktober 2018

NHS.  https://www.nhs.uk/conditions/roundworm/

Diakses pada 23 Oktober 2018

Back to Top