Penyakit Lainnya

Asidosis

Diterbitkan: 14 Apr 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Asidosis
Asidosis bisa terbagi menjadi asidosis metabolik dan asidosis respiratorik.
Asidosis adalah kondisi yang ditandai oleh peningkatan kadar asam yang berlebihan di dalam tubuh. Asidosis dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, bahkan berisiko mengancam jiwa.Asidosis terjadi ketika ginjal dan paru-paru tidak dapat menjaga keseimbangan asam. Proses metabolisme tubuh banyak menghasilkan asam. Paru-paru dan ginjal biasanya dapat menyeimbangkan kadar asam yang sedikit meningkat. Gangguan pada organ tersebut dapat menyebabkan penumpukan asam di dalam tubuh.Asidosis yang terjadi akibat hilangnya bikarbonat secara berlebih dalam darah dikenal dengan asidosis metabolik, sedangkan asidosis karena karena penumpukan karbon dioksida dalam darah karena gangguan fungsi paru dan pernapasan dikenal dengan asidosis respiratorik.Keasaman darah dilihat melalui pengukuran pH. pH yang lebih rendah menunjukkan darah lebih asam dan sebaliknya. Menurut American Association for Clinical Chemistry (AACC), asidosis ditandai dengan pH 7,35 atau lebih rendah. Bagi penderita diabetes, jenis asidosis yang paling umum adalah ketoasidosis diabetik. 
Asidosis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaKelelahan atau mengantuk, kebingungan, sesak napas
Faktor risikoGagal ginjal, obesitas, diabetes
Metode diagnosisAnalisis gas darah, panel metabolik dasar, rontgen dada
PengobatanOksigen, obat-obatan
ObatNatrium bikarbonat, insulin, antibiotik
KomplikasiBatu ginjal, gangguan ginjal kronis, gagal ginjal
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala asidosis
Gejala asidosis berbeda-beda tergantung jenisnya. Berikut penjelasannya.

Asidosis respiratorik atau pernapasan

Beberapa gejala asidosis pernapasan, diantaranya adalah:
  • Kelelahan atau mengantuk
  • Mudah lelah
  • Kebingungan
  • Sesak napas
  • Sakit kepala
Rasa mengantuk dapat berkembang menjadi penurunan kesadaran yang lebih berat (stupor dan koma) ketika oksigen dalam tubuh tidak lagi cukup. Kondisi stupor dan koma dapat terjadi segera ketika pernapasan terhenti atau sangat terganggu. Kondisi ini dapat terjadi dalam beberapa jam ketika pernapasan mulai terganggu.

Asidosis metabolik

Sementara beberapa gejala asidosis metabolik di antaranya adalah:
  • Napas cepat dan dangkal
  • Kebingungan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Kantuk
  • Penurunan nafsu makan
  • Jaundice (kulit dan/atau mata menjadi berwarna kuning)
  • Peningkatan denyut jantung
  • Napas yang berbau seperti buah (menunjukkan tanda asidosis diabetes/ketoasidosis)
Napas menjadi cepat dan dangkal karena tubuh berusaha untuk mengoreksi asidosis dengan mengeluarkan lebih banyak karbondioksida. Ketika asidosis mulai memburuk, maka orang tersebut akan merasa sangat lemah, mengantuk dan dapat mengalami kebingungan (seperti orang linglung), serta mual.Pada asidosis berat, dapat terjadi gangguan pada jantung dan tekanan darah dapat menurun dengan drastis. Selain itu, penderitanya bisa mengalami syok, koma dan pada akhirnya dapat berujung pada kematian. 
Penyebab asidosis berbeda-beda tergantung jenisnya. Terdapat dua jenis asidosis berdasarkan penyebabnya, yaitu:

Asidosis respiratorik

Asidosis jenis ini terjadi ketika paru-paru tidak dapat mengeluarkan karbondioksida secara memadai, sehingga menyebabkan terlalu banyak karbondioksida di dalam tubuh. Hal ini dapat disebabkan oleh:

Asidosis metabolik

Asidosis jenis ini terjadi ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, sehingga tubuh gagal mengeluarkan cukup asam melalui urine. Kondisi ini pun bisa terjadi saat tubuh menyingkirkan terlalu banyak basa (bikarbonat) atau mengonsumsi terlalu banyak zat yang dimetabolisme menjadi asam di dalam tubuh. Misalnya methanol, atau aspirin dengan dosis tinggi.Terdapat tiga jenis utama asidosis metabolik, yaitu:
  • Ketoasidosis diabetik

Kondisi ini terjadi pada penderita diabetes yang tidak dapat mengontrol kadar gula darahnya dengan baik. Jika tubuh kekurangan insulin, keton menumpuk di dalam tubuh dan mengasamkan darah.
  • Asidosis hiperkloremik

Asidosis hiperkloremik terjadi akibt hilangnya natrium bikarbonat. Natrium bikarbonat adalah basa yang menjaga pH tubuh tetap netral. Kehilangan ini dapat terjadi karena diare dan muntah.
  • Asidosis laktat

Kondisi ini yang terjadi ketika ada terlalu banyak asam laktat dalam tubuh. Penyebabnya dapat termasuk penggunaan alkohol kronis, gagal jantung, kanker, kejang, gagal hati, kekurangan oksigen yang berlangsung lama, dan gula darah rendah. Olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan penumpukan asam laktat.
  • Asidosis tubular ginjal

Jenis asidosis ini muncul ketika ginjal tidak dapat mengeluarkan asam ke dalam urine, sehingga darah menjadi asam. 

Faktor risiko asidosis

Faktor risiko asidosis antara lain:
  • Diet tinggi lemak, tetapi rendah karbohidrat
  • Gagal ginjal
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Dehidrasi atau kekurangan cairan
  • Keracunan aspirin atau methanol
  • Diabetes mellitus
 
Dokter akan mendiagnosis asidosis, melalui serangkaian tes darah, seperti:
  • Analisis gas darah

Analisis gas darah untuk mengidentifikasi kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah serta kadar pH dalam darah.
  • Panel metabolik dasar

Pemeriksaan ini bertujuan mengevaluasi fungsi ginjal dan keseimbangan pH, kadar kalsium, protein, gula darah, serta elektrolit tubuh.
  • Rontgen dada dan tes fungsi paru

Rontgen dada dan tes fungsi paru dilakukan untuk mendiagnosis asidosis pernapasan.Jika dokter mencurigai adanya asidosis metabolik, pasien perlu mengirimkan sampel urine untuk menjalani pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya peningkatan atau penurunan pH. Tes tambahan mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab asidosis. 
Pengobatan asidosis ditentukan berdasarkan jenis asidosis yang dialami oleh pasien. Namun ada pula jenis penanganan yang dapat digunakan untuk semua jenis asidosis. Misalnya pemberian natrium bikarbonat untuk meningkatkan pH darah. Obat ini dapat diminum atau diberikan lewat infus.Sementara cara mengobati asidosis lainnya diberikan sesuai dengan penyebabnya. Apa sajakah itu?

Pengobatan asidosis respiratorik

Pengobatan asidosis pernapasan biasanya dirancang untuk membantu kinerja paru-paru. Pengobatan ditujukan untuk melebarkan saluran pernapasan, misalnya dengan menggunakan oksigen atau perangkat tekanan udara positif secara terus-menerus.

Pengobatan asidosis metabolik

Pengobatan untuk asidosis metabolik berbeda-beda. Individu dengan asidosis hiperkloremik dapat diberikan natrium bikarbonat oral. Asidosis dari gagal ginjal dapat diobati dengan natrium sitrat.Penderita diabetes dengan ketoasidosis dapat menerima cairan infus dan insulin untuk menyeimbangkan pH. Sementara itu, perawatan asidosis laktat mungkin diperlukan, termasuk dengan pemberian suplemen bikarbonat, cairan infus, oksigen, atau antibiotik, tergantung pada penyebabnya. 

Komplikasi asidosis

Tanpa penanganan yang tepat, komplikasi asidosis dapat terjadi. Komplikasi asidosis tersebut dapat berupa:
  • Batu ginjal
  • Gangguan ginjal kronis
  • Gagal ginjal
  • Penyakit tulang
  • Gangguan pertumbuhan
 
Tidak ada cara yang dapat sepenuhnya mencegah asidosis. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko asidosis.Asidosis pernapasan dapat dicegah dengan:
  • Mengonsumsi obat penenang seperti yang dianjurkan dokter (jangan diminum bersama alkohol)
  • Berhenti merokok
  • Mempertahankan berat badan ideal
Sementara itu, asidosis metabolik dapat dicegah dengan:
  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi
  • Mengendalikan diabetes dan mengelola kadar gula darah dengan baik
  • Berhenti mengonsumsi alkohol
 
Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala yag mengarah pada asidosis. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait asidosis?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis asidosis. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/acidosis
Diakses pada 5 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/qa/what-is-acidosis
Diakses pada 5 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-metabolic-acidosis#1
Diakses pada 5 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001181.htm
Diakses pada 14 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email