Asidosis

Ditinjau dr. Widiastuti
Asidosis adalah kondisi peningkatan asam yang tinggi di darah
Asidosis bisa terbagi menjadi asidosis metabolik dan asidosis respiratorik.

Pengertian Asidosis

Asidosis adalah kondisi yang ditandai oleh peningkatan asam yang berlebihan di dalam tubuh, kehilangan bikarbonat secara berlebihan dalam darah (asidosis metabolik), penumpukan karbondioksida dalam darah yang menyebabkan fungsi paru-paru menjadi buruk, atau karena pernapasan yang tertekan (asidosis respiratorik). Bagi penderita diabetes, jenis asidosis yang paling umum adalah ketoasidosis.

Keasaman darah dilihat melalui pengukuran pH. pH yang lebih rendah menunjukkan darah lebih asam dan sebaliknya. Menurut American Association for Clinical Chemistry (AACC), asidosis ditandai dengan pH 7,35 atau lebih rendah. Asidosis dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, bahkan berisiko mengancam jiwa.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Asidosis respiratorik atau pernapasan

Beberapa gejala asidosis pernapasan, diantaranya adalah:

  • Kelelahan atau mengantuk
  • Mudah lelah
  • Kebingungan
  • Sesak napas
  • Sakit kepala

Rasa mengantuk dapat berkembang menjadi stupor dan koma ketika oksigen dalam tubuh tidak lagi cukup. Kondisi stupor dan koma dapat terjadi segera ketika pernapasan terhenti atau sangat terganggu. Kondisi ini dapat terjadi dalam beberapa jam ketika pernapasan mulai terganggu.

Asisdosis Metabolik

Beberapa gejala asidosis metabolik, di antaranya adalah:

  • Napas cepat dan dangkal
  • Kebingungan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Kantuk
  • Penurunan nafsu makan
  • Jaundice (kulit dan/atau mata menjadi berwarna kuning)
  • Peningkatan denyut jantung
  • Napas yang berbau seperti buah (menunjukkan tanda asidosis diabetes/ketoasidosis)

Napas menjadi cepat dan dangkal karena tubuh berusaha untuk mengoreksi asidosis dengan mengeluarkan lebih banyak karbondioksida. Ketika asidosis mulai memburuk, maka orang tersebut akan merasa sangat lemah, mengantuk dan dapat mengalami kebingungan (seperti orang linglung), serta mual. Pada asidosis berat, dapat terjadi gangguan pada jantung dan tekanan darah dapat menurun dengan drastis. Selain itu, penderitanya bisa mengalami syok, koma dan pada akhirnya dapat berujung pada kematian.

Penyebab

Ada dua jenis asidosis berdasarkan penyebabnya, yaitu:

Asidosis pernapasan

Asidosis jenis ini terjadi ketika paru-paru tidak dapat mengeluarkan karbondioksida secara memadai, sehingga menyebabkan terlalu banyak karbondioksida di dalam tubuh. Hal ini dapat disebabkan oleh:

Asidosis metabolik

Asidosis jenis ini terjadi ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, sehingga tubuh gagal mengeluarkan cukup asam melalui urine. Kondisi ini pun bisa terjadi saat tubuh menyingkirkan terlalu banyak basa (bikarbonat), atau mengalami peningkatan asupan zat yang ketika menjalani metabolisme, akan menjadi asam. Misalnya methanol, atau aspirin dengan dosis tinggi. Ada tiga jenis utama asidosis metabolik, yaitu:

  • Asidosis diabetik, yang terjadi pada penderita diabetes yang tidak dapat mengontrol kadar gula darahnya dengan baik. Jika tubuh kekurangan insulin, keton menumpuk di dalam tubuh dan mengasamkan darah.
  • Asidosis hiperkloremik, yang terjadi akibt hilangnya natrium bikarbonat. Natrium bikarbonat adalah basa yang menjaga pH tubuh tetap netral. Kehilangan ini dapat terjadi karena diare dan muntah.
  • Asidosis laktat, yang terjadi ketika ada terlalu banyak asam laktat dalam tubuh. Penyebabnya dapat termasuk penggunaan alkohol kronis, gagal jantung, kanker, kejang, gagal hati, kekurangan oksigen yang berlangsung lama, dan gula darah rendah. Olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan penumpukan asam laktat.
  • Asidosis tubular ginjal, yang terjadi ketika ginjal tidak dapat mengeluarkan asam ke dalam urine, sehingga darah menjadi asam.

Faktor risiko

Faktor yang dapat menyebabkan peningkatan risiko terhadap asidosis, antara lain:

  • Diet tinggi lemak, tetapi rendah karbohidrat
  • Gagal ginjal
  • Obesitas (kelebihan berat badan)
  • Dehidrasi (kekurangan cairan)
  • Keracunan aspirin atau methanol
  • Diabetes mellitus (kencing manis)

Diagnosis

Dokter akan mendiagnosis asidosis, melalui serangkaian tes darah, seperti:

  • Pemeriksaan gas darah, untuk mengidentifikasi kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah serta kadar pH dalam darah.
  • Panel metabolik dasar, untuk memeriksa fungsi ginjal dan keseimbangan pH, kadar kalsium, protein, gula darah, serta elektrolit tubuh.
  • Foto rontgen dada dan tes fungsi paru, untuk mendiagnosis asidosis pernapasan

Jika dokter mencurigai adanya asidosis metabolik, pasien perlu mengirimkan sampel urine untuk menjalani pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya peningkatan atau penurunan pH. Tes tambahan mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab asidosis.

Pengobatan

Dokter biasanya merekomendasikan pengobatan berdasarkan penyebab yang mendasari asidosis. Namun, ada beberapa perawatan yang dapat digunakan untuk semua jenis asidosis, seperti natrium bikarbonat, untuk meningkatkan pH darah. Pengobatan ini dapat berupa obat minum atau melalui infus.

Pengobatan asidosis pernapasan biasanya dirancang untuk membantu kinerja paru-paru. Pengobatan ditujukan untuk melebarkan saluran pernapasan, misalnya dengan menggunakan oksigen atau perangkat tekanan udara positif secara terus-menerus.

Pengobatan untuk asidosis metabolik berbeda-beda. Individu dengan asidosis hiperkloremik dapat diberikan natrium bikarbonat oral. Asidosis dari gagal ginjal dapat diobati dengan natrium sitrat. Penderita diabetes dengan ketoasidosis dapat menerima cairan infus dan insulin untuk menyeimbangkan pH. Sementara itu, perawatan asidosis laktat mungkin diperlukan, termasuk dengan pemberian suplemen bikarbonat, cairan infus, oksigen, atau antibiotik, tergantung pada penyebabnya.

Pencegahan

Tidak ada cara yang dapat sepenuhnya mencegah asidosis. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko asidosis.

Asidosis pernapasan dapat dicegah dengan:

  • Mengonsumsi obat penenang seperti yang dianjurkan dokter (jangan diminum bersama alkohol)
  • Berhenti merokok
  • Mempertahankan berat badan ideal

Sementara itu, asidosis metabolik dapat dicegah dengan:

  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi
  • Mengendalikan diabetes dan mengelola kadar gula darah dengan baik
  • Berhenti mengonsumsi alkohol
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/acidosis

Diakses pada 5 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/qa/what-is-acidosis

Diakses pada 5 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-metabolic-acidosis#1

Diakses pada 5 Desember 2018

Back to Top