Asbestosis adalah salah satu penyakit paru kronis (jangka panjang). Penyakit ini disebabkan oleh menghirup serat asbes untuk waktu yang lama. Asbes adalah bahan bangunan yang terbuat dari mineral silika yang sering digunakan untuk membuat atap rumah.

Penyakit paru ini menyebabkan fibrosis paru, yaitu terbentuknya jaringan parut pada paru akibat paparan asbes dalam jangka waktu lama.  

Asbestosis tidak termasuk salah satu jenis kanker. Namun penyebab gangguan medis ini sama seperti kanker mesothelioma dan penyakit-penyakit lainnya, yang disebabkan oleh asbestos. 

Mayoritas dari penderita asbestosis adalah orang-orang yang terpapar oleh asbes selama bertahun-tahun. Misalnya, buruh bangunan.

Penderita asbestosis juga memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami kanker akibat asbes.

Ketika jaringan parut telah banyak terbentuk dalam paru-paru, organ ini menjadi sulit untuk mengembang. Pada akhirnya, kondisi ini memicu gejala-gejala asbetosis berikut ini:

Akibat kesulitan bernapas dalam jangka waktu lama, pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh pun berkurang. Sedangkan tubuh manusia memerlukan oksigen sebagai salah satu sumber energi. 

Bila terjadi untuk waktu yang lama, kesulitan bernapas adan kekurangan oksigen tersebut kemudian dapat berujung pada penurunan berat badan dan rasa lelah yang berlebihan. 

Tingkat keparahan asbetosis tergantung pada berapa banyak asbes yang terhirup dan durasi paparan asbes yang Anda alami. Ini berarti, semakin lama Anda terpapar asbes dengan jumlah yang sebakin banyak, asbetosis yang Anda alami juga akan semakin berat.

Meski demikian, gejala asbestosis bisa saja baru dirasakan setelah paparan terjadi selama 20 tahun, bahkan lebih lama lagi.

Serat asbes bisa menumpuk pada jaringan paru-paru bila terhirup dalam jangka waktu lama. Kondisi ini lalu memicu terbentuknya jaringan parut pada paru-paru dan menjadi penyebab asbetosis. 

Jaringan parut tersebut mengakibatkan organ napas ini sulit mengembang dan mengempis, sehingga mengakibatkan gangguan pernapasan. 

Selain paparan asbes (misalnya, pekerja dalam tambang asbes atau buruh bangunan), merokok juga termasuk faktor risiko yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami asbestosis.

Merokok dapat menyebabkan tertahannya asbes dalam jaringan di paru-paru. Kondisi ini mengakibatkan asbestosis semakin cepat berkembang dalam tubuh penderita.

Diagnosis asbestosis terkadang sulit ditegakkan. Pasalnya, gejala asbestosis kerap tidak khas dan mirip dengan indikasi penyakit pernapasan lain. 

Karena itu, selain mengajukan beberapa pertanyaan seputar keluhan dan gejala yang Anda alami, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik.

Kemudian dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalani serangkaian pemeriksaan penunjang guna menegakkan diagnosis asbestosis. Jenis pemeriksaan ini meliputi:

  • Pemeriksaan pencitraan dada, seperti rontgen atau CT scan.
  • Evaluasi fungsi paru. Tes ini umumnya dilakukan dengan alat bernama spirometer.

Sekali terbentuk, jaringan parut pada paru tidak akan bisa hilang. Berarti, kondisi paru-paru Anda tidak dapat kembali seperti semula lagi.

Oleh sebab itu, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan asbestosis. Penanganan asbestosis bertujuan memperlambat kerusakan pada paru sekaligus mengurangi gejala yang ditimbulkannya. 

Guna meredakan gangguan pernapasan, dokter mungkin akan memberikan terapi tambahan oksigen dengan selang atau masker oksigen. Pada kasus yang sudah lanjut, Anda bisa dianjurkan untuk menjalani operasi transplantasi paru-paru.

Langkah pencegahan asbestosis yang paling efektif adalah mencegah paparan asbes pada paru-paru Anda.

Bila Anda terpapar asbes dalam waktu lama dan mengalami gangguan pernapasan, segera konsultasikan dengan dokter mengenai adanya risiko Anda untuk mengalami asbestosis.

Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda mungkin ke dokter umum dulu. Bila mencurigai kondisi yang Anda alami sebagai asbestosis, dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis paru. 

Sebelum menjalani pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan, obat herbal, suplemen, maupun vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat konsultasi. Selain memberikan dukungan moral, mereka juga bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko asbestosis, seperti terpapar asbestos dalam waktu lama atau merokok?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu atau sering mengonsumsi minuman beralkohol?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah-langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dan mengecek tingkat keparahan paparan asbes pada paru-paru Anda.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asbestosis/symptoms-causes/syc-20354637
Diakses pada 11 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/asbestosis#causes-and-risk-factors
Diakses pada 11 November 2019

Asbestos. https://www.asbestos.com/asbestosis/
Diakses pada 11 November 2019

Medline Puls. https://medlineplus.gov/ency/article/000118.htm
Diakses pada 11 November 2019

Artikel Terkait