Penyakit Lainnya

Asbestosis

07 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Asbestosis
Asbestosis terjadi karena paparan asbes dalam waktu lama
Asbestosis adalah salah satu penyakit paru kronis (jangka panjang). Penyakit ini disebabkan oleh menghirup serat asbes untuk waktu yang lama. Asbes adalah bahan bangunan yang terbuat dari mineral silika yang sering digunakan untuk membuat atap rumah.Penyakit paru ini menyebabkan fibrosis paru, yaitu terbentuknya jaringan parut pada paru akibat paparan asbes dalam jangka waktu lama.  Asbestosis tidak termasuk salah satu jenis kanker. Namun penyebab gangguan medis ini sama seperti kanker mesothelioma dan penyakit-penyakit lainnya, yang disebabkan oleh asbestos. Mayoritas dari penderita asbestosis adalah orang-orang yang terpapar oleh asbes selama bertahun-tahun. Misalnya, buruh bangunan.Penderita asbestosis juga memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami kanker akibat asbes. 
Asbestosis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaSesak napas, batuk kering, hilang nafsu makan
Faktor risikoBekerja di pertambangan, tinggal di daerah pertambangan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, rontgen dada, CT scan
PengobatanInhaler, rehabilitasi paru, terapi oksigen
KomplikasiKanker paru, kanker mesothelioma
Kapan harus ke dokter?Mengalami sesak napas, pernah terpapar asbes
Efek dari paparan jangka panjang terhadap asbes biasanya tidak muncul sampai 10 sampai 40 tahun setelah paparan awal. Gejala dapat bervariasi dalam tingkat keparahan.Secara umum tanda dan gejala asbestosis meliputi:
  • Sesak napas
  • Batuk kering yang persisten
  • Kehilangan nafsu makan dengan penurunan berat badan
  • Ujung jari tangan dan kaki yang tampak lebih lebar dan bulat dari biasanya (clubbing)
  • Dada sesak atau sakit
  • Tubuh terasa lelah
Dalam kebanyakan kasus, gejala tidak mulai muncul sampai kira-kira 20 tahun (dalam kisaran 10 sampai 40 tahun) setelah terpapar asbes. 
Penyebab asbestosis yang utama adalah paparan debu asbes tingkat tinggi dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan beberapa serat di udara dapat tersangkut di dalam alveoli (kantung kecil di dalam paru-paru tempat pertukaran oksigen dengan karbon dioksida dalam darah).Serat asbes mengiritasi dan melukai jaringan paru-paru, menyebabkan paru-paru menjadi kaku. Hal  ini yang kemudian menyebabkan seseorang menjadi sulit bernapas. Selain itu, merokok dapat meningkatkan penyimpanan serat asbes di paru-paru, dan mengakibatkan penyakit lebih cepat berkembang. 

Faktor risiko asbestosis

Beberapa faktor risiko asbestosis meliputi:
  • Orang yang bekerja di pertambangan, penggilingan, manufaktur, pemasangan atau pemindahan produk asbes
  • Memiliki anggota keluarga satu rumah yang bekerja di pertambangan
  • Tinggal di dekat area pertambang
 
Diagnosis asbestosis dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik dan tes pencitraan. Berikut penjelasannya.
  • Pemeriksaan fisik

Saat pemeriksaan fisik, dokter akan bertanya dahulu mengenai riwayat kesehatan Anda, pekerjaan, dan risiko paparan asbes.Selama pemeriksaan fisik, dokter juga Anda menggunakan stetoskop untuk mendengarkan dengan cermat paru-paru guna menentukan apakah paru-paru mengeluarkan suara berderak saat menghirup.
  • Rontgen dada

Asbestosis lanjut muncul sebagai keputihan berlebihan di jaringan paru-paru Anda. Jika asbestosis parah, jaringan di kedua paru-paru mungkin terpengaruh dan menunjukkan sarang lebah pada hasil rontgen dada.
  • CT scan

CT scan menggabungkan serangkaian pandangan sinar-X yang diambil dari berbagai sudut untuk menghasilkan gambar penampang tulang dan jaringan lunak di dalam tubuh Anda.Pemindaian ini umumnya memberikan detail yang lebih besar dan mungkin membantu mendeteksi asbestosis pada tahap awal, bahkan sebelum terlihat pada rontgen dada.
  • Tes fungsi paru

Tes fungsi paru bertujuan menentukan seberapa baik paru-paru Anda berfungsi. Selain itu, tes fungsi paru juga berfungsi untuk mengukur seberapa banyak udara yang dapat ditampung paru-paru, aliran udara masuk, dan keluar dari paru-paru Anda.Pada beberapa kasus, dokter juga biasanya akan menyarankan pasien untuk melakukan prosedur diagnostik, guna mengidentifikasi serat asbes atau sel abnormal. Beberapa tes prosedur diagnostik yang di sarankan dokter, yaitu:
  • Bronkoskopi

Bronkoskopi dilakukan dengan cara memasukkan sebuah tabung tipis (bronkoskop) melalui hidung atau mulut, ke tenggorokan dan masuk ke paru-paru.
  • Torasentesis

Dalam prosedur ini, dokter akan menyuntikkan anestesi lokal dan kemudian memasukkan jarum melalui dinding dada antara tulang rusuk dan paru-paru untuk menghilangkan kelebihan cairan. 
Cara mengobati asbestosis umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Cara mengobati asbestosis juga biasanya dilakukan untuk mengurangi gejalanya. Beberapa cara mengobati asbestosis yang biasanya di sarankan dokter, yaitu:
  • Inhaler

Inhaler membantu melonggarkan kemacetan di paru-paru.
  • Rehabilitasi paru

Rehabilitasi adalah program latihan dan pendidikan untuk membantu mengelola gejala.
  • Terapi oksigen

Terapi oksigen dilakukan dengan cara menghirup udara kaya oksigen dari mesin atau tangki untuk membantu memperbaiki sesak napas, jika kadar oksigen darah Anda rendah.
  • Operasi

Jika gejala Anda parah, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan transplantasi paru-paru. 

Komplikasi asbestosis

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi asbestosis:
 
Cara mencegah asbestosis yang paling efektif adalah menjauhi paparan debu asbes atau memakai perlengkapan pelindung saat bekerja dengan tingkat paparan asbes tinggi. 
Bila Anda terpapar asbes dalam waktu lama dan mengalami gangguan pernapasan, segera konsultasikan dengan dokter mengenai adanya risiko Anda untuk mengalami asbestosis. 
Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda mungkin ke dokter umum dulu. Bila mencurigai kondisi yang Anda alami sebagai asbestosis, dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis paru. Sebelum menjalani pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan, obat herbal, suplemen, maupun vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat konsultasi. Selain memberikan dukungan moral, mereka juga bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko asbestosis, seperti terpapar asbestos dalam waktu lama atau merokok?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu atau sering mengonsumsi minuman beralkohol?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah-langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dan mengecek tingkat keparahan paparan asbes pada paru-paru Anda. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asbestosis/symptoms-causes/syc-20354637
Diakses pada 11 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/asbestosis#causes-and-risk-factors
Diakses pada 11 November 2019
Asbestos. https://www.asbestos.com/asbestosis/
Diakses pada 11 November 2019
Medline Puls. https://medlineplus.gov/ency/article/000118.htm
Diakses pada 11 November 2019
Breathe The Lung Association. https://www.lung.ca/asbestos
Diakses pada 7 Juli 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/asbestosis/
Diakses pada 7 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email