Artritis reaktif disebabkan oleh infeksi bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual atau makanan.
Artritis reaktif disebabkan oleh infeksi bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual atau makanan.

Artritis reaktif adalah sebuah kondisi yang dapat menyebabkan kemerahan dan pembengkakan di berbagai sendi tubuh, terutama lutut, kaki, tumit, pinggang dan pergelangan kaki. Pada umumnya hal ini terjadi ketika Anda terkena infeksi, terutama infeksi menular seksual atau keracunan makanan. Pada sebagian besar kasus, kondisi ini sebetulnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa bulan tanpa menyebabkan masalah jangka panjang. Siapapun dapat terkena penyakit ini namun artritis reaktif lebih sering menyerang pria yang berusia antara 20-40 tahun.

Berikut adalah gejala yang akan muncul dalam 1-4 minggu setelah infeksi tersebut sudah menyebar:

  • Rasa sakit dan kaku. Rasa sakit pada sendi yang paling sering terjadi adalah pada lutut, pergelangan kaki, dan kaki namun tidak terlepas kemungkinan juga bahwa rasa sakit juga akan menyerang pada tumit kaki, punggung bagian bawah, dan bokong.
  • Peradangan pada mata
  • Gangguan berkemih. Sering muncul rasa tidak nyaman ketika buang air kecil karena terjadi peradangan pada kelenjar prostat pada pria atau serviks pada wanita
  • Peradangan pada otot, tendon, dan ligamen
  • Bengkak pada jari kaki atau tangan. Pada kasus tertentu, hal ini dapat membuat jari terlihat seperti sosis.
  • Masalah kulit. Kulit juga dapat terinfeksi, termasuk ruam pada tumit, telapak tangan, dan mulut.

Artritis reaktif berkembang sebagai bentuk reaksi tubuh terhadap infeksi dan seringkali menyerang sistem pencernaan, kelamin, dan saluran kemih. Berbagai bakteri dapat menyebabkan hal melalui hubungan seksual atau makanan. Bakteri yang paling umum menyebabkan hal ini adalah:

  • Chlamydia
  • Salmonella
  • Shigella
  • Yersinia
  • Campylobacter
  • Clostridium difficile

Faktor Risiko

Berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko kita terkena artritis reaktif adalah :

  • Pada umumnya terjadi pada usia 20-40 tahun.
  • Jenis Kelamin. Pria lebih mungkin terkena penyakit ini, yang disebabkan oleh bakteri yang terinfeksi secara seksual.
  • Faktor Faktor keturunan berkaitan terhadap kemungkinan terjangkit penyakit artritis reaktif, namun banyak orang yang memiliki keturunan tersebut juga tidak terjangkit.

Diagnosa terhadap artritis reaktif dapat menjadi lebih rumit karena gejalanya dapat terjadi beberapa minggu. Dokter akan mengevaluasi riwayat medis, melakukan pemeriksaan fisik terhadap gejala dan melakukan tes darah untuk memeriksa adanya infeksi atau peradangan. Tes darah juga dapat menentukan jika membawa gen HLA B27 yang meningkatkan kemungkinan terjadinya artritis reaktif. Dokter akan menjalankan tes tambahan untuk menyingkirkan infeksi menular seksual jika gejala menunjukan infeksi chlamydia. Dokter mungkin akan melakukan artrosentesis yaitu prosedur mengeluarkan cairan sendi dengan jarum kemudian dilakukan analisis cairan sendi.

Pengobatan terhadap artritis reaktif terdiri dari penggunaan obat dan terapi fisik.

  • Obat
    • Obat anti radang nonsteroid (NSAIDs). NSAIDs yang diresepkan seperti indometasin dapat menghilangkan peradangan dan sakit pada artritis reaktif.
    • Kortikosteroid. Suntikan kortikosteroid dapat mengurangi peradangan sendi.
    • Steroid topikal. Dapat digunakan untuk ruam kulit yang disebabkan oleh artritis reaktif.
    • Obat artritis rheumatoid. Obat seperti sulfasalazine, methotrexate, atau etanercept dapat menghilangkan sakit dan kekakuan pada artritis reaktif.
  • Terapi Fisik
    Terapi fisik dapat digunakan untuk latihan sendi dan otot, dengan tujuan menguatkan otot di sekitar sendi yang menjadi penyokong sendi. Sejumlah latihan fisik dapat meningkatkan fleksibilitas sendi dan mengurangi kekakuan.

Faktor genetik berpengaruh terhadap kemungkinan terkenanya artritis reaktif namun kita dapat mengurangi keterpaparan bakteri yang dapat menyebabkan artritis reaktif. Pastikan makanan disimpan pada suhu yang sesuai dan dimasak dengan baik untuk menghindari keracunan makanan. Selain itu, penggunaan kondom juga dapat mengurangi risiko tersebut.

Hubungi dokter jika terdapat sakit pada sendi dalam sebulan dan mengalami diare atau infeksi kelamin.

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda membuat daftar pertanyaan yang mencakup:

  • Mendata gejala yang ada, termasuk yang tidak berhubungan.
  • Informasi pribadi.
  • Semua obat, vitamin, dan suplemen lain yang dikonsumsi.
  • Pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.

Untuk memperkuat diagnosis, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan berikut.

  • Kapan gejala muncul?
  • Apakah gejala hanya muncul sesaat atau terus-menerus?
  • Seberapa parah gejalanya?
  • Apakah ada yang meringankan dan memperburuk gejala?
  • Apakah Anda terkena infeksi beberapa waktu ini?

Healthline. https://www.healthline.com/health/reactive-arthritis#treatment
Diakses pada 13 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/reactive-arthritis/diagnosis-treatment/drc-20354843
Diakses pada 13 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/reactive-arthritis
Diakses pada 13 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/arthritis/arthritis-reactive-arthritis#1
Diakses pada 13 Desember 2018

Artikel Terkait