Arthritis atau disebut juga radang sendi adalah suatu peradangan pada sendi dengan gejala utama berupa nyeri di sendi. Arthritis adalah penyakit yang umum diderita masyarakat, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 diperkirakan sekitar 7.3% orang Indonesia mengidap radang sendi.

Arthritis memiliki banyak jenis, mungkin lebih dari 100, tetapi yang paling umum ialah osteoarthritis (peradangan pada sendi karena usia tua) dan rheumatoid arthritis.

Gejala arthritis tergantung dari tipenya, namun gejala yang umum menyertainya adalah:

  • Nyeri sendi.
  • Kaku pada sendi.
  • Bengkak pada sendi.
  • Kesulitan dalam menggerakkan otot di sekitar persendian yang terkena.
  • Kulit sekitar area yang meradang menjadi merah dan terasa hangat.
  • Kekuatan otot menurun.

Keluhan tersebut dapat hilang timbul atau menetap dan berkembang menjadi semakin parah, tetapi hal ini juga tergantung dari tipe arthritis-nya.

Berikut adalah dua tipe arthritis yang umum dan penyebabnya:

Osteoarthritis (OA)

Merupakan tipe arthritis yang gejalanya adalah:

  1. Menyerang sendi-sendi besar seperti sendi lutut.
  2. Nyeri sendi.
  3. Kaku pada sendi.
  4. Keluhan semakin parah setelah beraktivitas.

Sendi normal memiliki lapisan jaringan yang licin dan berguna melindungi sendi. Pada OA lapisan tersebut mengalami pengikisan. OA adalah penipisan tulang rawan sendi seiring dengan bertambahnya usia, oleh sebab itu, OA lebih sering diderita oleh kelompok usia 50 tahun ke atas. Faktor yang meningkatkan risiko OA adalah usia, genetik dan obesitas.

Rheumatoid arthritis (RA)

Merupakan tipe arthritis yang gejalanya berupa:

  1. Umumnya menyerang sendi kecil seperti sendi-sendi di jari tangan dan menyerang lebih dari 1 sendi.
  2. Nyeri sendi.
  3. Bengkak dan kemerahan pada sendi.
  4. Kekakuan pada sendi terutama pada pagi hari.
  5. Demam.

RA disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang synovium (jaringan yang melapisi sendi). Faktor–faktor yang meningkatkan risiko RA adalah jenis kelamin wanita, umur (umumnya antara 30-60 tahun) dan genetik.

Dokter akan melakukan tanya jawab dengan Anda, lalu dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan tipe dan penyebab dari arthritis. Pemeriksaan penunjang yang dianjurkan berbeda-beda pada setiap pasien arthritis, hal ini karena pemeriksaan penunjang tergantug dari tipe arthritis. Beberapa pemeriksaan yang mungkin diminta adalah:

  • Pemeriksaan darah.
  • Pemeriksaan cairan sendi.
  • Foto sinar X sendi.
  • Foto USG (ultrasonography)
  • Magnetic resonance imaging (MRI).
  • Computerized tomography (CT).

Pengobatan arthritis tergantung dari tipenya. Hal ini karena setiap tipe arthritis memiliki mekanisme penyebab yang berbeda.

Meski demikian ada beberapa obat yang umum diberikan pada penderita arthritis, contohnya adalah:

  • Pereda rasa sakit seperti tramadol.
  • Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs).
  • Kortikosteroid seperti prednison.
  • Disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs) seperti methotrexate.
  • Mengoleskan salep atau krim yang mengandung mentol,salisilat atau capsaicin.

Beberapa tipe arthritis dengan tingkat keparahan penyakit yang tinggi juga memerlukan fisioterapi dan operasi

Pencegahan terhadap arthritis berbeda-beda tergantung dari tipe arthritis, namun pada umumnya pola hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko arthritis.

Segeralah mencari pertolongan medis bila Anda mengalami gejala arthritis seperti di atas.

Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda disarankan menemui dokter umum dulu. Bila dokter mencurigai kondisi yang Anda alami cukup parah dan di luar kompetensi dokter umum, maka ia akan merujuk anda ke dokter penyakit dalam.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan atau vitamin yang secara rutin anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda menderita kondisi tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami arthritis?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah ada anggota keluarga dengan keluhan yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis.

Healthline.https://www.healthline.com/health/inflammatory-arthritis.
Diakses 7 November 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/arthritis/
Diakses 7 November 2019

Arthritis Foundation. https://www.arthritis.org/about-arthritis/understanding-arthritis/what-is-arthritis.php.
Diakses 7 November 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/arthritis/symptoms-causes/syc-20350772
Diakses 7 November 2019

Versus Arthritis. https://www.versusarthritis.org/about-arthritis/conditions/osteoarthritis/
Diakses 7 November 2019

Artikel Terkait