Arteriosklerosis

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Reni Utari
Arteriosklerosis adalah penyakit yang terjadi ketika ada sumbatan yang menghambat aliran darah dan oksigen
Arteriosklerosis terjadi ketika ada sumbatan yang menghambat aliran darah dan oksigen.

Pengertian Arteriosklerosis

Arteriosklerosis terjadi ketika pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi dari jantung ke seluruh tubuh, menjadi tebal dan kaku. Kondisi ini mengakibatkan aliran darah ke organ dan jaringan menjadi terhambat.

Arteriosklerosis muncul akibat penumpukan lemak, kolesterol, dan zat-zat lain di dalam dan di dinding arteri. Penumpukan ini disebut dengan plak. Plak tersebut dapat pecah dan memicu terjadinya gumpalan darah.

Walau sering dikaitkan dengan masalah jantung, arteriosklerosis sebenarnya dapat ditemukan di mana saja pada tubuh Anda. Meski begitu, arteriosklerosis dapat dicegah dan diobati.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Arteriosklerosis umumnya tidak memiliki gejala. Bila muncul gejala, kondisi arteriosklerosis biasanya sudah tergolong parah, yang menyebabkan aliran darah sangat terbatas.

Munculnya gejala dan tanda bisa memakan waktu hingga bertahun-tahun. Gejala yang dapat dirasakan meliputi:

  • Aterosklerosis pada pembuluh darah jantung: nyeri dada serta sensasi seperti ditekan. Hal ini dapat menyebabkan serangan jantung.
  • Aterosklerosis pada pembuluh darah otak: mati rasa, kelemahan secara tiba-tiba di lengan atau kaki, kesulitan berbicara, kelemahan otot di wajah. Hal ini dapat menyebabkan stroke.
  • Aterosklerosis pada pembuluh darah di kaki: nyeri kaki saat berjalan.
  • Aterosklerosis pada pembuluh darah ginjal: tekanan darah tinggi dan gagal ginjal.

Penyebab

Kemunculan arteriosklerosis dapat dipengaruhi oleh beberapa kondisi yang meliputi: 

  • Tekanan darah tinggi.
  • Kolesterol tinggi.
  • Trigliserida tinggi.
  • Merokok.
  • Diabetes melitus.
  • Radang pada sendi atau infeksi.
  • Riwayat keluarga.
  • kurang aktifitas fisik.
  • Diet yang tidak sehat.

Diagnosis

Berikut serangkaian tes yang bisa dilakukan untuk menegakkan diagnosis arteriosklerosis:

1. Tes darah

Tes ini dilakukan untuk melihat kadar kolesterol dan gula darah yang dapat meningkatkan risiko arteriosklerosis. Sebelum menjalani tes darah, Anda harus berpuasa selama minimal delapan jam.

2. USG doppler

Pemeriksaan ini digunakan untuk mengukur tingkat penyumbatan dan kecepatan aliran darah. Dokter dapat membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dengan tekanan darah di lengan. Ini dikenal dengan indeks ankle-brachial. Perbedaan abnormal dapat menunjukkan adanya penyakit pada pembuluh darah perifer, yang disebabkan oleh aterosklerosis.

3. Elektrokardiogram (EKG)

Tes ini digunakan untuk mengetahui tanda-tanda kelainan pada jantung.

4. Kateterisasi jantung dan angiogram 

Tes ini untuk mengetahui apakah pembuluh darah jantungarteri mengalami penyempitan atau  penyumbatan.

5. Tes pencitraan

Umumnya, tes ini digunakan untuk membantu dalam melihat kondisi arteri dan dapat menunjukkan tanda apabila arteri mengalami perubahan struktur. Misalnya, pengerasan atau penyempitan. Beberapa tes pencitraan yang mungkin disarankan dokter adalah CT scan dan MRA. 

Pengobatan

Untuk menangani arteriosklerosis, dokter bisa memberikan beberapa langkah perawatan di bawah ini:

  1. Obat-obatan
  • Obat kolestetol. Golongan statin dan fibrat dapat menurunkan kolesterol dan mencegah terjadinya aterosklerosis.
    • Obat antiplatelet untuk mengurangi kemungkinan trombosit menggumpal di pembuluh darah yang menyempit dan membentuk bekuan darah. Salah satu jenis obat antiplatelet adalah aspirin.
    • Obat penghambat beta. Obat ini dapat menurunkan detak jantung dan tekanan darah, serta menghilangkan gejala nyeri dada.
    • Obat angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor. Obat ini dapat memperlambat perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah.
    • Obat penghambat saluran kalsium. Obat ini dapat menurunkan tekanan darah dan untuk mengobat nyeri dada.
    • Obat diuretik untuk menurunkan tekanan darah.
  1. Operasi

Untuk arteriosklerosis yang tahapan lanjut, dokter akan menyarankan operasi. Beberapa jenis operasi yang dapat Anda jalani meliputi:

  • Angioplasty dan pemasangan stent. Dokter akan memasukkan tabung kecil yang panjang ke dalam arteri yang tersumbat dan mengembangkan balon yang akan ditaruh di arteri untuk menjaga arteri tetap terbuka.
  • Endarterektomi. Untuk kasus ini, dokter akan mengangkat endapan lemak yang ada di arteri dengan cara pembedahan agar tidak terjadi penghambatan.
  • Operasi bypass. Operasi ini dapat membuat darah mengalir di sekitar pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit.

Pencegahan

Untuk mengurangi risiko arteriosklerosis, yang bisa Anda lakukan adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Misalnya dengan berhenti merokok, mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, mengurangi konsumsi garam, berolahraga secara teratur, serta menjaga berat badan agar berada pada batas ideal.

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/arteriosklerosis-atherosclerosis/diagnosis-treatment/drc-20350575
Diakses pada 15 November 2018

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/247837.php
Diakses pada 2 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/what-is-atherosclerosis#1
Diakses pada 2 April 2019

Back to Top