Jantung

Aritmia

Diterbitkan: 20 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Aritmia
Malfungsi impuls elektrik menyebabkan detak jantung tidak beraturan.
Aritmia adalah adanya gangguan pada impuls listrik yang bertugas mengatur detak jantung. Kondisi ini menyebabkan jantung mengalami detak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.Penderita aritmia mungkin akan merasa jantungnya berdebar kencang. Tak heran jika kebanyakan penderita menganggap hal ini bukan sesuatu yang membahayakan.Namun sebagian penderita aritmia juga mungkin mengalami gejala aritmia yang mengganggu hingga keluhan yang bisa mengancam jiwa.Jantung sendiri merupakan organ dengan fungsi dan kinerja yang luar biasa. Dalam kondisi ritme yang stabil, jantung berdetak sekitar 60-100 kali per menit. Ini berarti, jantung bisa berdetak sebanyak 100.000 kali setiap hari.Sementara pada penderita aritmia, detak jantungnya akan memiliki ritme yang abnormal dan tidak teratur. 

Jenis-jenis aritmia

Berdasarkan kecepatan jantung dalam berdetak, aritmia dibagi menjadi sederet kategori di bawah ini:
  • Takikardia, yakni kondisi yang memicu detak jantung cepat
  • Bradikardia, yakni kondiri aritmia dengan detak jantung yang lambat
  • Flutter atau fibrilasi, yakni penderita aritmia mengalami detak jantung tidak teratur
  • Kontraksi dini, yakni aritmia dengan detak jantung yang terlalu dini
Untuk lebih spefisiknya, aritmia terbagi lagi dalam beberapa jenis berikut:
  • Fibrilasi atrium

Fibrilasi atrium merupakan detak jantung tidak teratur yang berasal dari ruang atrium. Kondisi ini hampir selalu melibatkan takikardia.Jenis aritmia ini sering terjadi dan berkembang terutama pada orang dewasa di atas usia 65 tahun.
  • Atrial flutter

Atrial flutter biasanya berasal dari satu area di atrium, yang tidak bekerja dengan baik. Kondisi ini menghasilkan pola detak jantung abnormal yang konsisten.Jenis aritmia ini bisa menjadi kondisi serius dan biasanya menyebabkan fibrilasi jika tidak diobati. Karena itu, seabgian orang mungkin mengalami flutter bersamaan dengan fibrilasi.
  • Takikardia supraventrikular

Supraventricular tachycardia (SVT) atau takikardia supraventrikular mengacu pada detak jantung yang cepat, namun teratur secara ritmis.Seseorang mungkin mengalami percepatan detak jantung yang dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa jam. SVT merupakan bentuk utama dari fibrilasi atrium dan flutter.
  • Takikardia ventrikel

Takikardia ventrikel mengacu pada impuls listrik abnormal yang dimulai di ventrikel. Rangsangan listrik yang tidak normal tersebut kemudian menyebabkan detak jantung cepat yang tidak normal. Jantung yang memiliki bekas luka akibat serangan jantung sebelumnya sering menderita jenis aritmia ini.
  • Fibrilasi ventrikel

Fibrilasi ventrikel terdiri dari kontraksi ventrikel yang cepat, tidak teratur, dan bergetar. Ini terjadi karena ventrikel tidak memompa darah, tetapi malah bergetar.Aritmia jenis ini dapat mengancam nyawa dan biasanya terkait dengan penyakit jantung. Fibrilasi ventrikel juga sering dipicu oleh serangan jantung.
  • Long QT syndrome

Sindrom QT panjang atau long QT syndrome mengacu pada gangguan irama jantung yang terkadang memicu detak jantung yang cepat dan tidak teratur. Penderita mungkin saja pingsan, sehingga dapat mengancam nyawa.Long QT syndrome dapat terjadi karena faktor genetik atau penggunaan obat-obatan tertentu.Harus digarisbawahi bahwa tidak semua detak jantung cepat atau lambat pasti menandakan takikardia atau bradikardia. Aktivitas seperti olahraga juga dapat membuat jantung berdetak lebih cepat.Detak jantung yang cepat saat olahraga termasuk normal. Pasalnya, jantung berdetak lebih cepat untuk menyediakan lebih banyak darah kaya oksigen ke jaringan tubuh.Sementara selama seseorang tidur atau melakukan relaksasi, tidak mustahil jika detak jantungnya menjadi lebih lambat. 
Aritmia
Dokter spesialis Jantung
GejalaDada berdebar, detak jantung cepat, nyeri dada
Faktor risikoPenyakit jantung koroner, hipertensi, penyakit jantung bawaan
Metode diagnosisEKG, monitor holter, ekokardiogram
PengobatanOperasi, obat-obatan, manuver vagal
KomplikasiStroke, gagal jantung
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala aritmia
Secara umum, gejala aritmia tidak muncul atau dirasakan dengan jelas oleh penderitanya. Namun ketiadaan gejala bukan berarti kondisi yang dialami tidak membahayakan.Oleh karena itu, ada baiknya gejala-gejala aritmia tetap diperhatikan dengan lebih saksama.

Gejala utama

Gejala lain

 
Penyebab aritmia adalah terganggunya impuls listrik yang merangsang kontraksi jantung. Semua gangguan terhadap impuls listrik ini bisa memicu gangguan detak jantung. 

Faktor risiko aritmia

Beberapa faktor risiko aritmia yang dapat menyebabkan jantung tidak bekerja normal meliputi:
  • Konsumsi alkohol yang terlalu banyak
  • Diabetes yang tidak ditangani dengan baik
  • Penyalahgunaan narkoba
  • Konsumsi kopi secara berlebihan
  • Penyakit jantung, seperti gagal jantung kongestif
  • Tekanan darah tinggi karena bisa menyebabkan dinding ventrikel kiri menjadi kaku dan tebal, sehingga mengubah impuls listrik di jantung
  • Penyakit jantung bawaan
  • Hipertiroidisme atau hipotiroidisme
  • Stres
  • Jaringan parut pada jantung, yang sering muncul akibat serangan jantung
  • Merokok
  • Konsumsi suplemen makanan dan obat herbal tertentu
  • Elektrolit dalam tubuh yang tidak seimbang, misalnya kalium, sodium, kalsium, dan magnesium membantu memicu dan melakukan impuls listrik di jantung. Jika kadarnya terlalu tinggi atau terlalu rendah maka akan memengaruhi impuls listrik jantung dan berkontribusi pada perkembangan aritmia.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Perubahan pada struktur jantung
  • Sleep apnea
  • Faktor genetik
  • Kurang tidur
  • Infeksi Covid-19
Orang dengan jantung sehat hampir tidak akan pernah mengalami aritmia jangka panjang, kecuali jika ia memiliki pemicu eksternal. Misalnya, kecanduan zat tertentu atau mengalami sengatan listrik. 
Untuk memastikan diagnosis aritmia jantung dan penyebabnya, dokter perlu melakukan beberapa metode pemeriksaan berikut:
  • Elektrokardiogram (EKG)

Prosedur EKG digunakan untuk mengetahui irama detak jantung pasien, dengan mendeteksi aktivitas listrik pada jantung melalui sensor yang terhubung dengan EKG.Proses perekaman ini juga bisa dilakukan dengan alat EKG portabel. Alat ini perlu dipakai oleh penderita yang mengalami aritmia sporadik untuk mengetahui kapan kondisi ini muncul serta penyebabnya.
  • Monitor Holter

Monitor Holter bertujuan merekam aktivitas jantung pasien saat melakukan kegiatan sehari-hari. Jadi alat portabel ini harus dipakai oleh pasien selama beraktivitas.
  • Echo Jantung

Ekokardiogram atau echo jantung memanfaatkan gelombang suara untuk menilai ukuran, struktur, dan gerakan jantung pasien.
  • Tes stres

Pemeriksaan ini bertujuan mengevaluasi apakah aritmia disebabkan oleh aktivitas fisik tertentu. Pasien biasanya akan diminta untuk berjalan di atas treadmill selama tes stres dilakukan.
  • Tilt table test

Jika pasien pernah pingsan, dokter bisa menganjurkan tilt table test. Pertama-tama, pasien diminta berbaring telentang di meja pemeriksaan. Dokter akan mengukur detak jantung dan tekanan darah pasien.Meja tersebut kemudian dimiringkan seperti gerakan pasien bangkit berdiri, sambil dokter memantau reaksi detak jantung, tekanan darah, serta sistem saraf yang merespons perubahan kemiringan ini.  Dokter juga akan menyarankan pemeriksaan laboratorium darah untuk memeriksa kadar gula darah, kadar elektrolit. Selain itu dokter mungkin dapat menyarankan rontgen dada atau dapat menyarankan untuk dilakukan tindakan kateterisasi jantung. 
Penanganan aritmia diperlukan jika pasien:
  • Memiliki kondisi yang membuat kondisi aritmia menjadi lebih parah
  • Mengalami komplikasi
  • Mengalami gejala aritmia yang bertambah parah
Dokter dapat menyarankan sederet cara mengobati aritmia di bawah ini:

1. Pengobatan bradikardia

Jika aritmia yang dialami merupakan jenis bradikardia, dokter perlu menangani kondisi yang mendasarinya. Ketika penyebabnya tidak ditemukan, pemasangan alat pacu jantung mungkin direkomendasikan.Alat pacu jantung (pacemaker) merupakan perangkat kecil yang ditempatkan di bawah kulit dada atau perut pasien. Alat ini berfungsi membantu dalam mengendalikan irama jantung yang abnormal.Pacemaker biasanya memanfaatkan denyut listrik guna mendorong jantung untuk berdetak. Dengan alat ini, jantung diharapkan akan berdetak dengan kecepatan minimum secara teratur.

2. Pengobatan takikardia

Untuk pasien dengan aritmia jenis takikardia, dokter bisa menyarankan beberapa jenis perawatan berikut:
  • Manuver vagal

Metode vagal adalah gerakan dan latihan khusus yang bisa dilakukan oleh pasien secara mandiri di rumah. Latihan ini bisa menghentikan seabgian jenis aritmia yang berawal di atas bagian bawah jantung.
  • Obat-obatan

Pemberian obat biasanya tidak menyebuhkan aritmia, namun efektif dalam mengurangi gejala takikardia. Beberapa jenis obat juga berfungsi meningkatkan aliran listrik yang melalui jantung.
  • Kardioversi

Kardioversi menggunakan sengatan listrik atau obat untuk mengatur ulang jantung agar kembali ke ritme yang teratur.
  • Terapi ablasi

Terapi ablasi dilakukan dengan memasukkan kateter ke area jantung yang dicurigai sebagai sumber aritmia. Keteter lalu digunakan untuk menghancurkan sedikit jaringan yang mengalami kerusakan.
  • Implantable cardioverter-defibrillator (ICD)

ICD ditanam di dekat tulang selangka bagian kiri pasien. Alat ini akan memantau irama jantung.Jika terdeteksi detak jantung abnormal, ICD akan merangsang jantung supaya kembali berdetak dengan normal.
  • Prosedur maze

Prosedur maze dilakukan dengan membuat rangkaian sayatan bedah di jantung pasien. Sayatan ini akan membentuk bekas luka saat sembuh, sehingga menghambat dan memandu agar impuls listrik bisa memicu jantung berdetak dengan lebih efisien.
  • Operasi neurisma ventrikel

Operasi ini bertujuan mengangkat aneurisma pada pembuluh darah menuju jantung, yang menyebabkan aritmia.
  • Operasi bypass jantung

Operasi bypass jantung dilakukan dengan mencangkok arteri atau vena dari bagian tubuh ke arteri jantung yang bermasalah. Langkah ini bertujuan melancarkan aliran darah, sehingga suplai darah ke otot jantung kembali normal. 

Komplikasi aritmia

Bila terus dibiarkan, aritmia jantung bisa menyebabkan komplikasi berupa:
  • Stroke

Fibrilasi atrium bisa membuat darah terkumpul, sehingga membentuk gumpalan atau sumbatan. Sumbatan inilah yang kemungkinan dapat menyebabkan stroke.
  • Gagal jantung

Jenis aritmia yang bisa menyebabkan gagal jantung adalah takikardia atau bradikardia yang terjadi secara berkepanjangan. 
Cara mencegah aritmia bisa dilakukan guna meminimalisir risikonya dengan menerapkan langkah-langkah yang meliputi:
  • Berolahraga secara teratur
  • Berhenti merokok
  • Menjaga berat badan agar tetap pada batas ideal
  • Jangan mengonsumsi alkohol
  • Membatasi konsumsi kafein
  • Mengendalikan stres, contohnya dengan melakukan meditasi dan yoga
  • Bijak dalam mengonsumsi obat yang dijual bebas karena obat batuk dan pilek mungkin saja memicu detak jantung yang cepat
  • Bila mengalami kondisi yang mungkin menyebabkan aritmia (misalnya, penyakit jantung bawaan atau diabetes), kendalikan sesuai dengan anjuran dokter
 
Jika Anda mengalami gejala aritmia (seperti nyeri dada dan sesak napas), segera konsultasikan dengan dokter.Aritmia juga bisa terjadi secara tiba-tiba. Jika Anda mengalaminya, segera kunjungi unit gawat darurat di rumah sakit.Apabila menemukan penderita aritmia yang pingsan, segera panggil ambulans. Jika Anda atau ada orang di sekitar yang terlatih dalam resusitasi jantung paru (PCR), mintalah mereka untuk melakukannya.  
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang muncul?
  • Kapan gejala pertama kali dialami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait aritmia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis aritmia agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/diagnosis-treatment/drc-20350674
Diakses pada 30 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/qa/what-is-arrhythmia
Diakses pada 26 Februari 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/8887
Diakses pada 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email