Infeksi

Anus Gatal

Diterbitkan: 22 Nov 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Anus Gatal
Anus gatal adalah suatu kondisi medis yang disebut dengan pruritus ani. Kondisi ini merupakan penyakit kulit yang umum terjadi, ditandai dengan rasa gatal intens yang biasanya memburuk saat malam hari disertai dorongan kuat untuk menggaruknya.Akibatnya, kulit anus dapat mengalami iritasi atau infeksi karena terlalu sering digaruk. Selain itu, jika sedang berada di area publik, orang yang mengalaminya bisa merasa tidak nyaman hingga malu akan kondisinya.Anus gatal bisa disebabkan oleh berbagai penyebab seperti masalah kulit, penyakit wasir, terlalu sering membasuh anus dan kondisi medis lain. Gangguan ini dapat diatasi dengan obat-obatan dan perawatan diri yang tepat.   
Anus Gatal
Dokter spesialis Umum, Penyakit Dalam
GejalaGatal yang intens pada anus, ruam atau kemerahan di area anus, bisul di area anus
Faktor risikoPria berusia 30-50 tahun, terlalu sering membersihkan anus
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, tes laboratorium
PengobatanPenggunaan obat-obatan, perawatan diri
ObatSteroid, antibiotik, antijamur
KomplikasiFisura ani, perdarahan, depresi
Kapan harus ke dokter?Jika gatal pada anus terasa intens terutama di malam hari dan telah menganggu kegiatan sehari-hari
Selain gatal, terdapat gejala lain yang ditimbulkan pada anus gatal, seperti:
  • Ruam pada daerah anus
  • Bisul
  • Kemerahan
  • Terasa sakit
  • Pembengkakan dan rasa terbakar
Baca juga: Jangan Digaruk, Kenali Dulu Penyebab Anus Gatal Anda    
Anus gatal dibagi ke dalam dua tipe berdasarkan penyebabnya, yakni pruritus ani primer dan pruritus ani sekunder.

1. Pruritus ani primer (idiopatik)

Idiopatik adalah istilah medis yang ditujukan untuk suatu kondisi yang muncul secara spontan dan penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Pruritus ani primer merupakan jenis anus gatal yang paling sering terjadi.

2. Pruritus ani sekunder

Pruritus ani sekunder dapat terjadi karena berbagai kondisi yang berpotensi membuat anus gatal, seperti:
  • Infeksi termasuk infeksi menular seksual, ragi, dan cacing kremiKondisi kulit tertentu, seperti psoriasis atau dermatitis kontak
  • Penyakit radang usus (penyakit Crohn)
  • Faktor psikologis seperti stres atau gangguan kecemasan
  • Penyakit lain, seperti diabetes melitus, leukemia, limfoma, tiroid, penyakit ginjal, dan gangguan hati (ikterus obstruktif)
  • Kondisi medis yang terjadi di usus dan anus seperti, prolaps rektal (dinding anus keluar dari anus), wasir internal atau eksternal, fisura ani (anus robek), fistula ani (terbentuknya saluran seperti tabung di anus) atau tumor anus
  • Konsumsi obat tertentu, misalnya, quinine, colchicine, dan minyak yang mengandung mineral
  • Inkontinensia tinja atau urine (sulit menahan buang air besar atau buang air kecil)
  • Iritasi akibat diare kronis atau karena produk yang dapat mengiritasi kulit, pemakaian sabun atau tisu basah dengan tidak hati-hati


Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terjadinya anus gatal:
  • Jenis kelamin laki-laki
  • Kelompok usia 30-50 tahun
  • Kebiasaan terlalu sering membersihkan area anus
  • Anus yang dibiarkan lembap dan lengket
  • Konsumsi berlebihan dari kafein, alkohol, susu, jus jeruk, kola, cokelat atau kacang-kacangan
 
Untuk mendiagnosis penyebab anus gatal, dokter biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai gejala, riwayat medis, dan kebiasaan perawatan diri pasien. Jika memang mencurigai infeksi cacing kremi atau Enterobius vermicularis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes dengan plester khusus.Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan lengkap pada anus untuk menentukan kemungkinan penyebab anus gatal dari penyakit kulit atau infeksi. Biasanya dokter akan memeriksa sampel dari sel atau jaringan abnormal pada anus di laboratorium.Baca jawaban dokter: Gatal Disekitar Anus, Seperti ada Daging Tumbuh tapi Tidak Keras, Apa Penjelasannya?   
Pengobatan yang diberikan akan bergantung pada penyebab dari gatalnya anus. Perawatan biasanya dilakukan dengan mengobati infeksi atau kondisi medis yang menjadi penyebabnya.Selain itu, gejala gatal dapat diredakan dengan pengobatan dan perawatan diri. Umumnya, dokter akan memberikan pengobatan untuk meningkatkan kebersihan anus.

1. Pemberian obat-obatan

Berikut ini obat-obatan yang bisa digunakan untuk meredakan anus gatal.
  • Obat oles

    Obat-obatan yang mengandung steroid, seperti krim atau salep yang mengandung 1% hidrokortison, dapat membantu meredakan gatal dan iritasi. Krim atau salep bisa dioleskan 2-3 kali ke area yang gatal setiap harinya. Selain itu, salep atau krim yang mengandung capsaicin telah terbukti dapat menjadi alternatif steroid untuk pasien dengan pruritus ani kronis.
  • Obat minum

    Dokter akan meresepkan obat antibiotik atau antijamur untuk anus gatal akibat infeksi.
  • Suntik metilen biru (methylene blue)

    Tindakan medis ini dapat digunakan untuk mengobati kasus anus gatal yang lebih parah dan tidak dapat disembuhkan oleh obat oles mau pun obat minum. Methylene blue merupakan zat pewarna yang dapat mengurangi rasa sakit dan gatal dengan mematikan ujung saraf lokasi suntikan (anus).

2. Perawatan diri

Selain dengan obat-obatan, langkah-langkah perawatan diri berikut ini pun bisa meredakan anus gatal.
  • Menahan keinginan untuk menggaruk

    Rasa gatal mungkin akan semakin parah di malam hari, sehingga Anda mungkin secara tidak sadar menggaruk area anus dengan kuku jari saat tidur. Oleh karena itu, kenakan sarung tangan katun yang bersih dan lembut sebelum tidur untuk mencegah iritasi dan infeksi.
  • Menjaga area anus tetap bersih dan kering

    Gunakan air jernih sebagai pengganti sabun atau kertas toilet yang dibasahi untuk membersihkan daerah anus setelah buang air besar. Gunakan pengering rambut dengan pengaturan angin yang pelan untuk mengeringkan area tersebut. Jika menggunakan tisu toilet atau handuk, tepuk-tepuk dengan lembut sampai kering.
  • Menaburkan sedikit tepung maizena atau bedak bayi

    Taburkan bedak bayi maupun tepung maizena ke area anus agar tetap kering sepanjang hari.
  • Tidak menggunakan sabun di area anus

    Sebaiknya Anda tidak menggunakan sabun saat membersihkan area anus. Hindari juga menggosok anus kuat-kuat dengan tisu toilet atau handuk
  • Menghindari penggunaan krim yang mengandung parfum

    Pilih parfum, losion, sabun, bedak, atau produk lain yang tidak mengandung pewangi untuk mengindari iritasi.
  • Mengonsumsi makanan tinggi serat 

    Pola makan yang sehat dapat membantu mencegah diare atau sembelit dan memastikan buang air besar secara teratur. Hindari makanan yang dapat memicu gatal, seperti makanan pedas, asam atau minuman berkafein.
  • Tidak mengenakan pakaian dalam yang ketat

    Pilih pakaian dalam berbahan katun yang dapat membantu menyerap kelembapan lebih baik daripada kain sintetis. Pastikan pakaian dalam berukuran pas dan sering-seringlah menggantinya. Cuci pakaian dalam dengan detergen bebas pewangi.
  • Menggunakan obat sesuai petunjuk 

    Oleskan krim atau salep yang diresepkan dokter secukupnya dan hentikan penggunaannya jika rasa gatal tidak mereda atau semakin parah.
Baca juga: Ini Bahaya Memakai Celana Dalam Ketat dan Tips Memilih Celana Dalam yang Baik untuk Kesehatan!


Komplikasi

Tanpa perawatan yang tepat, anus gatal bisa menimbulkan komplikasi berupa perdarahan dan pembentukan fisura anus. Pasien dengan gejala yang parah dan terus-menerus dapat mengalami depresi. 
Anda dapat mencegah anus gatal dengan berbagai cara, antara lain:
  • Melakukan diet dan olahraga secara teratur untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan
  • Menjaga kebersihan anus agar tetap bersih dan kering
  • Mengenakan pakaian yang longgar untuk mencegah iritasi pada kulit dan menjaga kelembapan kulit
  • Menghindari penggunaan sabun dan detergen dengan pewarna maupun parfum untuk mencegah iritasi kulit terutama di bagian anus
     
Kebanyakan kasus anus gatal tidak membutuhkan perawatan medis, namun hubungi dokter jika:
  • Area anus tampak terinfeksi
  • Tidak mengetahui penyebab dari gatal yang terus-menerus
  • Rasa gatal yang menjadi dan teratur pada anus
  • Mengalami perdarahan atau tidak dapat menahan buang air besar
      
Sebelum menjalani pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apa penyebab dari gejala yang saya alami?
    • Apa perawatan atau pengobatan yang Anda rekomendasikan?
    • Tes apa yang perlu saya jalani?
    • Apakah saya perlu untuk berkonsultasi kembali dengan spesialis?
    • Apakah ada media yang Anda dapat rekomendasikan?
    • Apakah gejala atau penyakit yang saya alami dapat sembuh?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait anus gatal?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis anus gatal agar penanganan yang tepat bisa diberikan.    
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/anal-itching
Diakses pada November 2019
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anal-itching/symptoms-causes/syc-20369345
Diakses pada November 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/itchy-anus/
Diakses pada November 2019
Singhealth. https://www.singhealth.com.sg/patient-care/conditions-treatments/anal-itch/causes-risk-factors
Diakses pada 11 November 2020
Gponline. https://www.gponline.com/basics-pruritus-ani/dermatology/dermatology/article/970297#
Diakses pada 11 November 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4755774/
Diakses pada 11 November 2020
My Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15574-pruritus-ani-anal-itching/diagnosis-and-tests
Diakses pada 11 November 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2647235/
Diakses pada 11 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email