Pernapasan

Anosmia (Tidak Bisa Mencium Bau)

14 Sep 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Anosmia (Tidak Bisa Mencium Bau)
Anosmia membuat penderita tidak bisa mencium bau
Anosmia adalah kondisi tidak bisa mencium bau pada hidung. Kehilangan fungsi penciuman ini dapat terjadi sebagian maupun sepenuhnya (total).Hilangnya indera penciuman bisa memberikan beberapa dampak ringan hingga serius. Salah satunya adalah tidak nafsu makan.Bila dibiarkan berkepanjangan, anosmia dan tidak nafsu makan bisa berujung pada penurunan berat badan, kekurangan gizi, bahkan depresi. 

Anosmia dan Covid-19

Anosmia termasuk gejala Covid-19 yang utama. Hilangnya fungsi penciuman bahkan bisa muncul secara mendadak tanpa gejala lain dari infeksi SARS-CoV-2.Namun sebagian besar pasien bisa mengalami gejala ringan seperti batuk kering sebelum anosmia terjadi. Sebuah penelitian mencatat bahwa anosmia umumnya muncul setelah empat hari seseorang tertular Covid-19. Gejala ini bisa berlangsung selama hampis sembilan hari.
 
Anosmia (Tidak Bisa Mencium Bau)
Dokter spesialis Saraf
GejalaTidak bisa mencium bau
Faktor risikoInfeksi virus, penyakit saraf, operasi
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes laboratorium, pencitraan
PengobatanMengatasi penyebabnya
ObatTergantung penyebabnya
KomplikasiTidak nafsu makan, malnutrisi, depresi
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala anosmia yang tidak kunjung hilang
Gejala anosmia yang utama adalah kehilangan kemampuan penciuman. Kondisi ini dapat membuat penderita hanya dapat mencium sebagian aroma, atau tidak bisa mencium bau sama sekali.Meski tampak sepele, anosmia dapat berdampak besar pada kehidupan penderitanya. Pasalnya, jika tidak mampu mencium aroma, seseorang bisa saja kehilangan nafsu makan dan mengalami depresi.  
Penyebab anosmia bisa beragam. Beberapa di antaranya meliputi:

Flu

Flu atau influenza merupakan pemicu utama dari anosmia.

Penyakit pernapasan lain

Obstruksi hidung

Kerusakan pada otak atau saraf

  • Usia tua
  • Penyakit Alzheimer
  • Aneurisma otak
  • Operasi otak
  • Tumor otak
  • Paparan kimia
  • Diabetes
  • Penyakit Huntington
  • Sindrom Kalimann
  • Sindrom Klinefelter
  • Psikosis Korsakoff
  • Malnutrisi
  • Obat-obatan, seperti obat tekanan darah tinggi
  • Sklerosis
  • Gangguan progresif sistem saraf
  • Penyakit tulang Paget
  • Penyakit Parkinson
  • Sindrom Sjogren
  • Skizofrenia
  • Cedera otak traumatis
  • Kekurangan zinc
  • Terapi radiasi
  • Operasi Hidung
 
Dokter dapat memastikan diagnosis anosmia dan penyebabnya melalui beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala lain, riwayat penyakit pasien, serta faktor risikonya (termasuk obat yang pernah digunakan).
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menemukan tanda-tanda penyakit lain.
  • CT scan dan MRI

Jika riwayat medis dan pemeriksaan fisik tidak membantu dokter dalam diagnosis kondisi tidak bisa mencium bau, dokter bisa menganjurkan tes pencitraan seperti CT scan dan MRI.
  • Pemeriksaan laboratorium

Dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani tes laboratorium standar. Pemeriksaan ini bertujuan mengevaluasi ada tidaknya alergi, infeksi, diabetes, dan defisiensi nutrisi. Begitu pula dengan fungsi tiroid, ginjal, hati, serta endokrin.
  • Endoskopi hidung

Bila perlu, dokter akan melakukan endoskopi hidung untuk melihat kondisi bagian dalam hidung sekaligus rongga sinus. 
Cara mengobati anosmia (tidak bisa mencium baru) akan tergantung pada penyebab dan kondisi kesehatan pasien. Beberapa contoh penanganan yang bisa dilakukan oleh dokter meliputi:
  • Obat dekongestan untuk meringankan hidung tersumbat
  • Antihistamin bila alergi dicurigai sebagai penyebab anosmia
  • Obat antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri
  • Obat semprot hidung yang mengandung steroid guna meringankan iritasi hidung
  • Berhenti merokok
  • Menghindari pemicu iritasi pada hidung, misalnya debu dan asap
  • Operasi, misalnya untuk memperbaiki struktur hidung atau rongga sinus, maupun mengangkat tumor dan polip yang menghalangi rongga hidung
 

Komplikasi anosmia

Bila terus berlangsung dan tidak diobati, anosmia dapat berujung pada beberapa komplikasi berikut:
  • Tidak nafsu makan karena tidak bisa merasakan makanan
  • Tidak bisa membedakan makanan yang sudah basi, sehingga berbahaya untuk kesehatan
  • Tidak mampu mencium aroma tertentu yang menandakan bahaya, misalnya asap saat kebakaran atau bau obat kimia berbahaya
  • Penurunan berat badan
  • Kurang gizi
  • Depresi
 
Karena penyebabnya beragam, cara mencegah anosmia pun bermacam-macam. Berikut contohnya:
  • Menerapkan pola hidup sehat guna menghindari infeksi dan penyakit
  • Berhenti merokok
  • Menghindari pemicu alergi
 
Anosmia umumnya akan hilang dalam beberapa hari apabila penyebabnya adalah flu, alergi, atau sinusitis. Namun segera periksakan diri ke dokter jika tetap tidak bisa mencium bau meski keluhan lainnya telah hilang. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait anosmia?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis anosmia dan penyebabnya. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat.
 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/loss-of-smell/basics/definition/sym-20050804
Diakses pada 3 Oktober 2018
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/861242-overview#a3
Diakses pada 31 Januari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/anosmia
Diakses pada 11 Mei 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7265845/
Diakses pada 11 Mei 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email