Psikologi

Anoreksia Nervosa

06 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Anoreksia Nervosa
Memperbaiki cara pandang penderita mengenai tubuhnya penting dalam mengatasi anoreksia nervosa
Anoreksia nervosa adalah gangguan makan (eating disorder) yang berpotensi mengancam jiwa. Kondisi ini ditandai dengan aneka masalah psikologi terkait berat badan, bentuk tubuh, dan control terhadap konsumsi makanan.Penderita gangguan ini akan selalu berusaha menurunkan berat badannya, meskipun bobotnya sudah di bawah normal. Kelainan ini membuat penderita memaksakan diri untuk menggunakan cara yang ekstrem. Misalnya, tidak makan seperti seharusnya atau malah berolahraga secara berlebihan.Penderita memiliki persepsi yang salah mengenai berat badanya dan selalu berpikir bahwa dirinya gemuk, padahal kenyataannya kekurangan berat badan. Penderita yang mengalami penyakit Anorexia memiliki ketakutan yang intens akan kenaikan berat badannya.  
Anoreksia Nervosa
Dokter spesialis Gizi, Jiwa
GejalaJari-jari membiru, berat badan turun drastis, rambut menipis
Faktor risikoJenis kelamin, usia, genetik
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, evaluasi psikologis
PengobatanPsikoterapi
KomplikasiAnemia, masalah jantung, kematian
Kapan harus ke dokter?Melihat seseorang dengan gejala anoreksia nervosa
Penderita Anoreksia biasanya akan mengalami beberapa gejala, seperti:
  • Perubahan warna jari-jari menjadi kebiruan
  • Penurunan berat badan yang ekstrem dan tidak sesuai dengan perkembangan
  • Rambut yang menipis, patah, atau rontok
  • Menstruasi terganggu (bagi wanita)
  • Penampilan kurus berlebihan, hingga tulang terlihat menonjol
  • Adanya rambut-rambut halus yang menutupi tubuh (lanugo)
  • Dehidrasi
  • Membatasi asupan makanan secara berlebihan
  • Olahraga secara berlebihan
  • Menyangkal rasa lapar dan menghindari makanan
  • Makan dalam jumlah yang sedikit atau bahkan tidak makan sama sekali
  • Berbohong tentang apa yang dimakan, berapa jumlah makanan yang dimakan, kapan mulai makan, ataupun angka berat badan
  • Selalu melihat diri di cermin untuk melihat kekurangan yang dirasakan
  • Berkurangnya minat terhadap seks
  • Adanya rasa sakit di perut dan konstipasi 
  • Menarik diri dari kehidupan sosial
  • Mengecek berat badan berulang-ulang
  • Insomnia
  • Mudah marah
  • Mudah lelah
 
Tidak ada penyebab anoreksia nervosa yang diketahui dengan pasti. Namun ada beberapa faktor yang bisa memicu kondisi ini.Faktor-faktor risiko anoreksia nervosa tersebut meliputi:
  • Jenis kelamin

Kondisi ini lebih rentan dialami oleh kaum perempuan. Namun, laki-laki juga bisa mengalaminya dan biasanya terkait dengan meningkatnya tekanan social.
  • Usia

Kaum remaja lebih umum menderita gangguan makan ini. Akan tetapi semua usia bisa mengalami Anoreksia nervosa meski jarang menimpa mereka yang berusia 40 tahun ke atas.
  • Genetik

Pada beberapa individu, perubahan gen tertentu membuat mereka memiliki risiko anoreksia yang lebih tinggi. Jika memiliki orang tua, saudara kandung, atau anak yang memiliki gangguan ini lebih berisiko mengalami hal yang sama.
  • Diet dan kelaparan

Faktor risiko lain adalah menjalani diet atau sering mengalami kelaparan. Mereka yang mengalami kelaparan akan terpengaruh otak dan suasana hatinya termasuk cara piker, kecemasan, dan penurunan nafsu makan.
  • Stres

Mereka yang tinggal di lingkungan baru, mengalami putus hubungan, ditinggal mati orang tercinta, atau orang tercinta menderita penyakit tertentu juga berisiko mengalami kondisi ini. 
Dokter dan ahli kesehatan mental lainnya dapat mendiagnosis gangguan ini dengan beberapa cara, antara lain:
  • Pemeriksaan fisik dengan mengukur tinggi badan, berat badan, tanda-tanda vital, dan lainnya
  • Evaluasi psikologis untuk mengecek pikiran, perasaan dan kebiasaan makan penderita
  • Tes laboratorium yang akan mendapatkan hasil hitung darah lengkap, serta tes darah untuk melihat fungsi hati, ginjal, dan sebagainya
  • Tes-tes lainnya berupa X-ray untuk mengecek kepadatan tulang, ada tidaknya keretakan atau patahan di tulang, kemungkinan pneunomia, atau masalah jantung, serta penggunaan Electrocardiograms untuk melihat ada tidaknya keanehan di jantung
Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5), kriteria diagnosis anoreksia meliputi:
  • Membatasi asupan kalori sampai di bawah konsumsi energi yang dibutuhkan sehingga berat badan menjadi rendah secara signifikan dilihat dari segi usia, jenis kelamin, tahap perkembangan, dan kesehatan fisik. Berat badan yang rendah didefinisikan sebagai berat badan yang berada di bawah normal. 
  • Persepsi mengenai bentuk atau berat badan individu yang terganggu, efek yang tidak sesuai dari berat atau bentuk badan pada evaluasi diri, atau kurangnya kesadaran akan keseriusan dari berat badan individu yang rendah secara terus-menerus. 
  • Rasa takut yang intens mengenai kenaikan berat badan atau menjadi gemuk, atau perilaku yang menghalangi kenaikan berat badan secara terus-menerus, meskipun berat badan individu sudah sangat rendah. 
 
Jika Anda, anggota keluarga Anda, atau teman dekat Anda memiliki anorexia, sangat diajurkan untuk berkonsultasi ke dokter dan ahli kesehatan mental lainnya. Penanganan penyakit anorexia biasanya dikombinasikan antara terapi, pengawasan untuk menaikkan berat badan, serta saran-saran diet yang benar. Penyakit Anorexia dapat diatasi melalui terapi berbasis keluarga dan terapi individual.Terapi berbasis keluarga cukup efektif untuk anak-anak dan remaja. Namun, jika penderita sudah dewasa, maka terapi individu akan lebih sesuai.Terapi individu dapat membantu untuk menormalkan pola makan, meningkatkan perilaku menaikkan berat badan, serta memperbaiki cara pandang penderita mengenai tubuhnya.Secara khusus cognitive behavioral therapy (CBT) pada terapi individu dapat membantu individu dewasa. Namun, obat-obatan tidak dianjurkan untuk mengatasi penyakit Anoreksia.Jika Anda mengalami anoreksia, berikut beberapa hal yang dapat membantu Anda:
  • Jangan mengisolasi diri Anda dan beritahukan kondisi Anda kepada orang-orang terdekat
  • Tetap mengikuti perawatan yang telah dilakukan
  • Tahan diri Anda untuk tidak terus-menerus menimbang berat badan ataupun mengecek bentuk badan Anda di depan cermin
  • Berdiskusi dengan dokter atau ahli gizi Anda mengenai diet serta suplemen yang Anda butuhkan
Keluarga, teman, dan lingkungan sekitar dapat membantu penderita dengan:
  • Memberitahukan bahwa menjadi terlalu kurus bukan berarti menjadi lebih baik
  • Mendukung penderita untuk jujur mengenai perasaannya
  • Memberitahukan penderita bahwa Anda tidak ingin dia menjadi sempurna karena kesempurnaan itu tidak ada
  • Menekankan pentingnya karakter penderita dan bukan fisiknya
  • Membantu membangun harga diri penderita
  • Mengajari penderita mengenai bahaya diet yang ekstrem
 

Komplikasi anoreksia nervosa

Komplikasi anoreksia nervosa beragam termasuk bisa berakibat fatal berupa kematian. Kematian bisa terjadi mendadak bahkan ketika penderitanya tidak terlalu kurus. Hal mengenaskan ini bisa terjadi ketika irama jantung tak normal berkombinasi dengan tidak seimbangnya elektrolit.Adapun komplikasi lain dari gangguan makan ini antara lain:
  • Anemia atau kurang darah
  • Masalah pada jantung, seperti prolaps katup mitral, irama jantung abnormal, atau gagal jantung heart
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis) yang membuat risiko patah tulang kian tinggi
  • Kehilangan otot
  • Pada wanita, tidak mengalami menstruasi
  • Pada pria, terjadinya penurunan hormone testosteron
  • Masalah gastrointestinal, seperti sembelit, kembung, atau mual
  • Ketidakseimbangan elektrolit, seperti rendahnya kadar kalium darah, natrium, dan klorida
  • Masalah ginjal
  • Kerusakan organ jika penderitanya mengalami anoreksia parah. Organ yang bisa mengalami kerusakan antara lain otak, jantung, dan ginjal.
Komplikasi yang bersifat psikologis bisa berupa:
  • Depresi, kecemasan, dan gangguan suasana hati lainnya
  • Gangguan kepribadian
  • Gangguan obsesif-kompulsif
  • Penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang
  • Keinginan melukai diri sendiri, pikiran untuk bunuh diri, atau upaya bunuh diri
 
Pencegahan anoreksia nervosa biasanya melibatkan keluarga. Anggota keluarga bisa berperan penting dengan membantu penderita menghargai tubuhnya dan tidak memiliki persepsi yang salah mengenai tubuhnya.Anggota keluarga juga bisa mencegah penderita mengalami anorexia yang semakin parah dengan menghubungi dokter dan ahli kesehatan mental lainnya secepatnya jika sudah ada beberapa gejala yang terlihat.Namun, yang paling terpenting adalah kepekaan lingkungan di sekitar penderita untuk dapat mendeteksi kemungkinan individu mengalami anoreksia. 
Umumnya penderita Anorexia tidak merasa dirinya bermasalah sehingga ia tidak ingin menjalani perawatan. Jika melihat orang-orang di sekitar Anda atau Anda sendiri mengalami beberapa gejala seperti yang telah disebutkan, segera berkonsultasi ke dokter dan psikolog. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait anoreksia nervosa?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis anoreksia nervosa agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anorexia-nervosa/symptoms-causes/syc-20353591
Diakses pada 6 Oktober 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/anorexia/
Diakses pada 6 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/eating-disorders/anorexia-nervosa/prevent-anorexia-nervosa#1
Diakses pada 6 Oktober 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/912187-overview#a1
Diakses pada 6 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email