Anoreksia Nervosa

Ditinjau dr. Indra Wijaya, Sp.PD-KMED, M.Kes, FINASIM pada 12 Des 2018
Penderita Anorexia biasanya akan selalu menyangkal rasa lapar dan berpikir dirinya gemuk.
Anggota keluarga mampu berperan penting mengatasi penyakit Anorexia, dengan cara memperbaiki cara pandang penderita mengenai tubuh.

Pengertian Anoreksia Nervosa

Penderita Anorexia akan selalu berusaha menurunkan berat badannya, meskipun berat badannya sudah di bawah normal. Gangguan ini membuat penderita memaksakan diri untuk menggunakan cara yang ekstrem. Misalnya, tidak makan seperti seharusnya, atau malah berolahraga terlalu intens. Penderita memiliki persepsi yang salah mengenai berat badanya dan selalu berpikir bahwa dirinya gemuk, padahal kenyataannya kekurangan berat badan. Penderita yang mengalami penyakit Anorexia memiliki ketakutan yang intens akan kenaikan berat badannya. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Penderita Anoreksia biasanya akan mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Perubahan warna jari-jari menjadi kebiruan
  • Penurunan berat badan yang ekstrem dan tidak sesuai dengan perkembangan
  • Rambut yang menipis, patah, atau rontok
  • Menstruasi terganggu (bagi wanita)
  • Penampilan kurus berlebihan, hingga tulang terlihat menonjol
  • Adanya rambut-rambut halus yang menutupi tubuh (lanugo)
  • Dehidrasi
  • Membatasi asupan makanan secara berlebihan
  • Olahraga secara berlebihan
  • Menyangkal rasa lapar dan menghindari makanan
  • Makan dalam jumlah yang sedikit atau bahkan tidak makan sama sekali
  • Berbohong tentang apa yang dimakan, berapa jumlah makanan yang dimakan, kapan mulai makan, ataupun angka berat badan
  • Selalu melihat diri di cermin untuk melihat kekurangan yang dirasakan
  • Berkurangnya minat terhadap seks
  • Adanya rasa sakit di perut dan konstipasi 
  • Menarik diri dari kehidupan sosial
  • Mengecek berat badan berulang-ulang
  • Insomnia
  • Mudah marah
  • Mudah lelah

Penyebab

Tidak ada penyebab pasti dari penyakit Anoreksia, tapi ada beberapa pemicu yang mengakibatkan Anorexia. Misalnya seperti perilaku yang selalu ingin terlihat sempurna, tuntutan dari lingkungan, maupun tren yang mempersepsikan bahwa tubuh kurus lebih baik.

Diagnosis

Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) yang menjadi panduan untuk Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatrist Association), kriteria diagnosis anoreksia adalah sebagai berikut:

  • Membatasi asupan kalori sampai di bawah konsumsi energi yang dibutuhkan sehingga berat badan menjadi rendah secara signifikan dilihat dari segi usia, jenis kelamin, tahap perkembangan, dan kesehatan fisik. Berat badan yang rendah didefinisikan sebagai berat badan yang berada di bawah normal. 
  • Persepsi mengenai bentuk atau berat badan individu yang terganggu, efek yang tidak sesuai dari berat atau bentuk badan pada evaluasi diri, atau kurangnya kesadaran akan keseriusan dari berat badan individu yang rendah secara terus-menerus. 
  • Rasa takut yang intens mengenai kenaikan berat badan atau menjadi gemuk, atau perilaku yang menghalangi kenaikan berat badan secara terus-menerus, meskipun berat badan individu sudah sangat rendah. 

Dokter dan ahli kesehatan mental lainnya dapat mendiagnosis gangguan ini dengan beberapa cara, antara lain:

  • Pemeriksaan fisik dengan mengukur tinggi badan, berat badan, tanda-tanda vital, dan lainnya.
  • Evaluasi psikologis untuk mengecek pikiran, perasaan dan kebiasaan makan penderita.
  • Tes laboratorium yang akan mendapatkan hasil hitung darah lengkap, serta tes darah untuk melihat fungsi hati, ginjal, dan sebagainya.
  • Tes-tes lainnya berupa x-ray untuk mengecek kepadatan tulang, ada tidaknya keretakan atau patahan di tulang, kemungkinan pneunomia, atau masalah jantung, serta penggunaan Electrocardiograms untuk melihat ada tidaknya keanehan di jantung. 

Pengobatan

Jika Anda, anggota keluarga Anda, atau teman dekat Anda memiliki anorexia, sangat diajurkan untuk berkonsultasi ke dokter dan ahli kesehatan mental lainnya. 

Penanganan penyakit anorexia biasanya dikombinasikan antara terapi, pengawasan untuk menaikkan berat badan, serta saran-saran diet yang benar. Penyakit Anorexia dapat diatasi melalui terapi berbasis keluarga dan terapi individual.

Terapi berbasis keluarga cukup efektif untuk anak-anak dan remaja. Namun, jika penderita sudah dewasa, maka terapi individu akan lebih sesuai.

Terapi individu dapat membantu untuk menormalkan pola makan, meningkatkan perilaku menaikkan berat badan, serta memperbaiki cara pandang penderita mengenai tubuhnya.

Secara khusus cognitive behavioral therapy (CBT) pada terapi individu dapat membantu individu dewasa. Namun, obat-obatan tidak dianjurkan untuk mengatasi penyakit Anoreksia.

Jika Anda mengalami anoreksia, berikut beberapa hal yang dapat membantu Anda:

  • Jangan mengisolasi diri Anda dan beritahukan kondisi Anda kepada orang-orang terdekat.
  • Tetap mengikuti perawatan yang telah dilakukan.
  • Tahan diri Anda untuk tidak terus-menerus menimbang berat badan ataupun mengecek bentuk badan Anda di depan cermin.
  • Berdiskusi dengan dokter atau ahli gizi Anda mengenai diet serta suplemen yang Anda butuhkan. 

Keluarga, teman, dan lingkungan sekitar dapat membantu penderita dengan:

  • Memberitahukan bahwa menjadi terlalu kurus bukan berarti menjadi lebih baik.
  • Mendukung penderita untuk jujur mengenai perasaannya. 
  • Memberitahukan penderita bahwa Anda tidak ingin dia menjadi sempurna karena kesempurnaan itu tidak ada. 
  • Menekankan pentingnya karakter penderita dan bukan fisiknya. 
  • Membantu membangun harga diri penderita.
  • Mengajari penderita mengenai bahaya diet yang ekstrem. 

Pencegahan

Anggota keluarga bisa berperan penting dengan membantu penderita menghargai tubuhnya dan tidak memiliki persepsi yang salah mengenai tubuhnya.

Anggota keluarga bisa mencegah penderita mengalami anorexia yang semakin parah dengan menghubungi dokter dan ahli kesehatan mental lainnya secepatnya jika sudah ada beberapa gejala yang terlihat.

Namun, yang paling terpenting adalah kepekaan lingkungan di sekitar penderita untuk dapat mendeteksi kemungkinan individu mengalami anoreksia.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Umumnya penderita Anorexia tidak merasa dirinya bermasalah sehingga ia tidak ingin menjalani perawatan. Jika melihat orang-orang di sekitar Anda atau Anda sendiri mengalami beberapa gejala seperti yang telah disebutkan, segera berkonsultasi ke dokter dan psikolog.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum melakukan konsultasi dengan dokter dan psikolog, sebaiknya Anda menyiapkan daftar gejala yang dialami, informasi pribadi, daftar obat yang digunakan, dan pertanyaan untuk disampaikan kepada dokter dan ahli kesehatan mental lainnya, seperti:

  • Jenis tes atau terapi apa yang harus saya jalani? 
  • Apakah ada alternatif obat yang tersedia? Apa efek sampingnya?
  • Apa penyebab dari gejala yang saya alami?
  • Apa saja penanganan yang ada serta penanganan apa yang direkomendasikan?
  • Apakah terdapat brosur atau materi-materi tercetak yang bisa saya peroleh?
  • Apakah ada rekomendasi website untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi yang saya alami? 

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter dan psikolog umumnya akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Gejala apa yang Anda rasakan? Sudah berapa lama Anda mengalami gejala tersebut?
  • Bagaimana cara Anda menurunkan berat badan?
  • Apakah Anda pernah makan secara diam-diam?
  • Apakah orang-orang di sekitar Anda pernah khawatir dengan tubuh Anda yang terlalu kurus?
  • Bagaimana pandangan Anda mengenai tubuh Anda?
  • Apakah Anda sering memikirkan tentang makanan?
  • Apakah Anda sering berolahraga? Jika ya, seberapa sering Anda berolahraga?
  • Apakah ada anggota keluarga yang mengalami gangguan makan?
  • Apakah Anda khawatir dengan berat badan Anda? Jika ya, berapa lama Anda sudah mengkhawatirkan berat badan Anda?
Referensi

Mayo Clinic. 
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anorexia-nervosa/symptoms-causes/syc-20353591
diakses pada 17 Oktober 2018.

Medscape.
https://emedicine.medscape.com/article/912187-overview#a1
Diakses pada 04 Maret 2019.

NHS. 
https://www.nhs.uk/conditions/anorexia/
diakses pada 17 Oktober 2018.

WebMd.
https://www.webmd.com/mental-health/eating-disorders/anorexia-nervosa/prevent-anorexia-nervosa#1
Diakses pada 05 Maret 2019.

Back to Top