Angin duduk atau angina pektoris merupakan nyeri dada yang kerap dikaitkan dengan serangan jantung
Angin duduk atau angina pektoris sering dikaitkan dengan serangan jantung

Angin duduk atau angina pectoris adalah istilah awam untuk nyeri dada atau rasa tidak nyaman yang disebabkan penyakit jantung koroner. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut angina pektoris.

Angina pektoris sering dikaitkan dengan serangan jantung. Namun tidak semua gejala angin duduk merupakan tanda serangan jantung.

Orang Indonesia menyebut angina pektoris sebagai angina duduk karena kondisi ini disertai dengan gejala seperti masuk angin. Inilah asal istilah angin duduk.

 

Secara umum, tanda dan gejala angin duduk meliputi:

  • Nyeri dada, yang umumnya terjadi di dada sebelah kiri. Keluhan ini berupa sensasi seperti ditindih, diremas, ditekan, atau diinjak. Nyeri dapat menjalar hingga ke lengan, leher, punggung, atau rahang.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.
  • Keringat dingin.
  • Badan lemas.
  • Sesak napas.
  • Pusing hingga pingsan.
  • Jantung berdebar-debar.

Jenis-jenis angina pektoris

Angina pektoris dibagi menjadi tiga jenis berikut:

  • Angina pektoris stabil

Angina pektoris stabil biasanya berlangsung hingga lima menit, dan membaik bila penderita beristirahat atau mengonsumsi obat antiangina.

  • Angina pektoris stabil

Angina pektoris tidak stabil biasanya berlangsung kira-kira 30 menit atau lebih. Rasa nyeri dada akan lebih berat dan tidak membaik meski pednerita sudah beristirahat maupun mengonsumsi obat antiangina.

  • Angina varian atau angina Prinzmetal

Jenis angina pektoris ini sangat jarang terjadi. Penyebabnya adalah spasme pembuluh darah jantung koroner dan berkurangnya aliran darah ke pembuluh darah jantung untuk sementara.

Gejala angina Prinzmetal meliputi nyeri dada yang berat dan terasa ketika pengidap bersitirahat. Nyeri ini dapat diredakan dengan obat antiangina.

 

Penyebab angin duduk yang paling umum adalah penyumbatan pembuluh darah koroner oleh plak, yang disebut aterosklerosis. Dalam serangan jantung, terjadi robekan pada plak yang melepaskan kolesterol dan zat lain ke dalam aliran darah.

Kondisi ini memicu proses penggumpalan darah, yang juga dapat menyumbat pembuluh darah hingga sel otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi.

Spasme pembuluh darah juga dapat menyebabkan serangan jantung. Spasme dapat disebabkan oleh penggunaan rokok dan obat-obatan seperti kokain.

Faktor risiko terjadinya angin duduk, yaitu:

  • Usia, di atas 45 tahun untuk laki-laki dan di atas 55 tahun untuk perempuan
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Merokok
  • Obesitas
  • Diabetes mellitus
  • Riwayat serangan jantung dalam keluarga
  • Stres
  • Penggunaan obat, seperti kokain dan amfetamin

 

Diagnosis untuk penanganan pertama dilakukan melalui wawancara dokter dengan pasien secara terarah dan rinci mengenai gejala serangan jantung yang dialami.

Pemeriksaan untuk menunjang diagnosis, yaitu:

  • Rekam jantung (elektrokardiografi, EKG)
  • Tes darah untuk mengukur enzim jantung
  • Foto rontgen dada
  • Ekokardiografi
  • Kateterisasi jantung.

 

Semakin cepat ditangani, jumlah sel otot jantung yang dapat diselamatkan semakin banyak, oleh karena itu tujuan dari terapi serangan jantung adalah mengembalikan aliran darah di pembuluh darah koroner secepat mungkin untuk mencegah kerusakan sel otot jantung.

Obat-obatan yang diberikan dalam serangan jantung, yaitu:

  • Aspirin
  • Trombolitik, untuk melarutkan gumpalan darah
  • Antiplatelet, untuk mencegah penggumpalan keping darah
  • Pengencer darah, seperti heparin
  • Nitrogliserin, mengurangi rasa nyeri dada dengan melebarkan pembuluh darah
  • Penghambat reseptor beta, membantu mengurangi kerja otot jantung
  • Penghambat ACE, mengurangi tekanan darah dan stres pada jantung
  • Statin, mengontrol kolesterol

Sedangkan tindakan intervensi yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Angioplasti, dikenal dengan pemasangan ring atau stent. Stent dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang tersumbat melalui selang kecil (kateter)
  • Operasi bypass jantung

 

Pencegahan serangan jantung dilakukan dengan memodifikasi faktor risiko yang dapat dikendalikan, yaitu:

  • Berhenti merokok
  • Menjaga tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol
  • Menjalankan pola diet seimbang
  • Berolahraga dengan teratur
  • Mengatur stres
  • Mengurangi konsumsi alkohol

 

Hubungi dokter bila Anda mengalami nyeri dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit dan tidak berkurang ketika beristirahat  atau mengonsumsi obat anti angina pektoris.

Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan.

 

Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

 

Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait angin duduk?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis angina pektoris agar penanganan yang tepat bisa diberikan.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-attack/diagnosis-treatment/drc-20373112
Diakses 29 September 2019

American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/warning-signs-of-a-heart-attack
Diakses 29 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/heart-disease-heart-attacks#2-3
Diakses 29 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-attack#prevention
Diakses 29 September 2019

Medscape. https://www.medscape.com/answers/150215-69311/what-are-complications-of-angina-pectoris
Diakses pada 12 Juli 2020

Artikel Terkait