Aneurisma Otak

Ditulis oleh Tim SehatQ
Ditinjau dr. Reni Utari

Pengertian Aneurisma Otak

Aneurisma adalah pembuluh darah yang menggembung seperti balon kecil akibat adanya dinding pembuluh darah yang lemah dan terisi dengan darah sehingga membentuk tonjolan. Aneurisma otak, atau brain aneurysm, adalah aneurisma yang terbentuk pada pembuluh darah otak, yang merupakan kondisi kritis karena bisa menyebabkan stroke, kerusakan otak, hingga kematian.

Kebanyakan aneurisma otak akan menyebabkan beberapa gejala serius yang mengancam nyawa jika pecah karena dapat menyebabkan kerusakan otak.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Aneurisma pada pembuluh darah otak seringkali tidak bergejala, kecuali jika aneurisma tersebut pecah sehingga menyebabkan perdarahan di dalam kepala. Namun, meski tidak pecah, terkadang aneurisma dapat menimbulkan gejala, seperti:

Sementara itu, gejala aneurisma yang pecah, di antaranya:

  • Sakit kepala tiba-tiba
  • Kaku leher
  • Pandangan kabur atau ganda
  • Kepekaan terhadap cahaya (mudah silau)
  • Kelopak mata terkulai atau lemas (sulit membuka kelopak mata)
  • Kesulitan berbicara
  • Pusing
  • Kesulitan berjalan
  • Mual atau muntah
  • Kejang
  • Hilang kesadaran

Penyebab

Penyebab pasti aneurisma belum diketahui. Ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko terbentuknya aneurisma, seperti riwayat aneurisma dalam keluarga, kebiasaan merokok, dan tekanan darah tinggi.

Faktor-faktor yang dapat memicu pecahnya aneurisma otak, antara lain:

  • Olahraga atau aktivitas fisik berlebihan
  • Konsumsi kopi atau soda
  • Mengejan saat buang air besar
  • Kemarahan yang berlebihan
  • Terkejut atau kaget
  • Cedera kepala

Diagnosis

Aneurisma otak sulit didiagnosis. Dokter perlu melakukan beberapa tes untuk mengidentifikasi adanya aneurisma otak. Dokter juga akan melihat riwayat keluarga, faktor risiko, penyakit bawaan, atau masalah kesehatan terkait aneurisma.

CT scan dan MRI dapat digunakan dokter untuk memindai dan mengambil gambar tiga dimensi otak. Pungsi lumbal (pengambilan cairan tulang belakang) juga mungkin dilakukan dokter untuk memeriksa tanda-tanda pendarahan di otak.

Pengobatan

Terapi tergantung dari lokasi aneurisma pada otak, ukuran, dan jumlah aneurisma, serta ada tidaknya perdarahan akibat robeknya aneurisma. Apabila lokasi aneurisma memungkinkan untuk dioperasi, maka pembedahan dapat disarankan untuk memperbaiki aneurisma sebelum pecah.

Dokter juga akan menyarankan melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau aneurisma, serta merekomendasikan beberapa hal yang diharapkan dapat menurunkan risiko aneurisma pecah, seperti berhenti merokok, diet sehat (yang terdiri atas sayur, buah, daging tanpa lemak, serta produk susu rendah lemak), olahraga teratur yang tidak berlebihan, hingga mengendalikan tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol darah.

Pencegahan

Pencegahan terbaik aneurisma otak adalah dengan menghindari kegiatan yang dapat merusak pembuluh darah, seperti:

  • Berhenti merokok
  • Mengurangi makan makanan berlemak
  • Mengendalikan tekanan darah tinggi
  • Menjaga agar tidak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Aneurisma otak umumnya muncul di arteri (pembuluh darah) pada otak bagian bawah. Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami sakit kepala yang sangat parah secara tiba-tiba segera cari pertolongan medis terdekat.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Spesialis saraf atau ahli bedah saraf akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda sebelum menentukan tindakan terbaik. Pertanyaan tersebut meliputi:

  • Apakah Anda merokok?
  • Berapa banyak alkohol yang Anda minum?
  • Apakah keluarga Anda memiliki riwayat aneurisma otak?
Referensi

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/brain-aneurysm/
Diakses pada November 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/aneurysm-in-the-brain
Diakses pada November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-aneurysm/symptoms-causes/syc-20361483
Diakses pada November 2018

Back to Top