Jantung

Aneurisma Aorta

07 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Aneurisma Aorta
Pembengkakan atau tonjolan terdapat pada aorta yang mengedarkan darah ke seluruh tubuh
Aneurisma aorta adalah pembengkakan atau tonjolan abnormal pada dinding pembuluh darah utama (aorta), untuk mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Aneurisma aorta dapat terjadi di berbagai lokasi pada aorta dan dapat berbentuk seperti tabung (fusiform), maupun bulat (sakular).Aorta merupakan pembuluh darah utama dan terbesar pada tubuh.  Pembuluh darah ini membawa darah dari jantung ke kepala dan lengan dan turun ke perut, kaki, dan panggul. Dinding aorta bisa membengkak atau menonjol seperti balon kecil jika menjadi lemah. 

Jenis-jenis aneurisma aorta

Aneurisma aorta dibedakan menjadi dua jenis di bawah ini:
  • Aneurisma aorta abdominal

Aneurisma aorta perut terjadi di sepanjang bagian aorta yang melewati perut. Kondisi ini bisa dibedakan menjadi 2 jenis, berdasarkan ukurannya. Kecil jika ukuran aneurisma kurang dari 5,5 cm dan besar jika ukuran aneurisma lebih dari 5,5 cm.
  • Aneurisma aorta toraks

Aneurisma aorta toraks terjadi di sepanjang bagian aorta yang melewati rongga dada.Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin memiliki aneurisma aorta perut dan aneurisma aorta toraks. Penyakit ini dapat meningkatkan peluang untuk terkena diseksi aorta.Diseksi aorta adalah kondisi yang terjadi ketika muncul robekan pada lapisan dalam dari dinding aorta, dan menyebabkan satu atau lebih lapisan dinding tersebut terpisah, dan akan melemahkan dinding aorta. Menderita aneurisma aorta juga meningkatkan risiko pecahnya aneurisma tersebut. 
Aneurisma Aorta
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaNyeri di perut atau rahang, peningkatan denyut jantung, kehilangan kesadaran
Faktor risikoMerokok, faktor genetik, usia 60 tahun ke atas
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, USG, CT scan
PengobatanObat-obatan, pembedahan terbuka, perbaikan aneurisma endovaskular  
ObatBeta-bloker, penghambat reseptor angiotensin II, statin
KomplikasiDiseksi aorta, ruptur aorta, kebocoran katup aorta
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala aneurisma aorta
Secara umum, gejala aneurisma aorta bisa berbeda-beda, tergantung jenisnya. Berikut penjelasannya.

Aneurisma aorta abdominal

Tanda dan gejala aneurisma aorta abdominal, yaitu:
  • Pembesaran berdenyut atau massa lunak yang dirasakan oleh dokter saat melakukan pemeriksaan fisik
  • Nyeri di punggung, perut, atau selangkangan yang tidak berkurang dengan perubahan posisi atau obat pereda nyeri

Aneurisma aorta toraks

Tanda dan gejala aneurisma aorta abdominal, yaitu:
  • Nyeri di rahang, leher, punggung atas atau dada
  • Batuk, suara serak, atau kesulitan bernapas
Kadang, Anda juga tidak menyadari mengalami tanda dan gejala aneurisma aorta, sampai pembuluh pecah. Beberapa tanda dan gejala pembuluh pecah, yaitu:
  • Nyeri tiba-tiba di perut atau punggung
  • Rasa sakit menyebar dari perut atau punggung ke panggul, kaki, atau bokong
  • Kulit lembap atau berkeringat
  • Peningkatan denyut jantung
  • Syok atau kehilangan kesadaran
 
Hingga kini penyebab aneurisma aorta belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko aneurisma aorta tersebut meliputi:
  • Pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis
  • Faktor genetik
  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Pernah mengalami infeksi
  • Pembuluh darah pernah meradang
  • Aterosklerosis (pengerasan dari pembuluh darah arteri)
  • Penyakit arteri koroner
  • Kolesterol tinggi
  • Usia 60 tahun ke atas
  • Pria
  • Cedera akibat trauma, seperti mengalami kecelakaan mobil
  • Kondisi jantung bawaan atau bawaan tertentu, seperti sindrom Marfan, sindrom Ehlers-Danlos, dan sindrom Loeys-Dietz
 
Diagnosis aneurisma aorta dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:
 
Cara mengobati aneurisma aorta umumnya akan tergantung dari beberapa hal di bawah ini:
  • Ukuran aneurisma
  • Seberapa cepat aneurisma besar
  • Letaknya di aorta
  • Usia
  • Kondisi kesehatan secara umum
Beberapa cara mengobati aneurisma aorta yang biasanya disarankan dokter, yaitu:

Mengonsumsi obat-obatan

Dokter mungkin akan memberikan Anda obat untuk menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol guna meminimalkan komplikasi dari aneurisma. Seperti beta bloker, penghambat reseptor angiotensin II, atau statin.

Operasi terbuka

Salah satu cara ampuh yang bisa digunakan untuk mengobati aneurisma adalah melakukan pembedahan. Selama pembedahan ini, Anda akan diberi anestesi umum, sehingga Anda akan tertidur selama prosedur dan tidak akan merasakan sakit.Pembedahan ini dilakukan dengan cara membuat sayatan dibuat di perut atau dada. Setelah itu  aneurisma diperbaiki menggunakan tambalan sintetis atau cangkok. Anda mungkin akan berada dalam perawatan intensif selama beberapa hari, seminggu atau lebih di rumah sakit.

Perbaikan aneurisma endovaskular (EVAR)

Perbaikan aneurisma endovaskular (EVAR) juga disebut cangkok stent endovaskular. Untuk prosedur ini, Anda tidak perlu membuat sayatan besar di perut atau dada.Sebagai gantinya sayatan kecil dibuat di selangkangan Anda. Setelah itu cangkok stent, seperti pipa kecil, dimasukkan melalui tabung (kateter) di arteri. Kateter dikeluarkan dari aorta, dan cangkok stent dikembangkan. Cangkok di dalam aneurisma, memungkinkan darah mengalir bebas melalui aorta.Untuk prosedur ini, Anda akan diberikan anestesi lokal dan obat penenang. Ini berarti Anda akan terjaga tetapi mengantuk sepanjang waktu dan Anda seharusnya tidak merasakan sakit apa pun. 

Komplikasi aneurisma aorta

Jika tidak ditangani dengan optimal, aneurisma aorta dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Robekan pada lapisan aorta (diseksi aorta)
  • Aorta pecah (ruptur aorta)
  • Regurgitasi aorta (kebocoran katup aorta)
  • Penggumpalan darah
 
Cara mencegah aneurisma aorta yang bisa dilakukan meliputi:
  • Berhenti merokok
  • Menjaga berat badan agar tetap sehat
  • Mengelola tekanan darah tinggi
  • Olahraga secara teratur
 
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada anuerisma aorta. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait aneurisma aorta?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis aneurisma aorta agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/aortic-aneurysm
Diakses pada 5 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/aortic-aneurysm/symptoms-causes/syc-20369472
Diakses pada 5 Desember 2018
Cleveland clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16742-aorta-aortic-aneurysm
Diakses pada 7 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email