Penyakit Lainnya

Anemia Hemolitik

30 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Anemia Hemolitik
Panas dingin, sesak napas, dan nyeri dada termasuk gejala anemia hemolitik
Anemia hemolitik adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat. Ketika penghancuran sel darah merah melebihi produksi sumsum tulang, maka terjadilah anemia hemolitik. Sel darah merah berfungsi untuk membawa oksigen dari paru-paru ke jantung dan ke seluruh tubuh.Biasanya, sel darah merah bertahan selama sekitar 120 hari di dalam tubuh. Pada anemia hemolitik, sel darah merah dalam darah dihancurkan lebih awal dari biasanya. Anemia hemolitik merupakan salah satu jenis penyakit autoimun yang jarang terjadi. 

Jenis-jenis anemia hemolitik

Anemia hemolitik dibedakan menjadi dua jenis yang meliputi:

Anemia hemolitik ekstrinsik

Anemia hemolitik ekstrinsik terjadi ketika limpa menjebak dan menghancurkan sel darah merah yang sehat, atau reaksi autoimun terjadi. Kondisi ini juga bisa berasal dari penghancuran sel darah merah karena:
  • Infeksi
  • Tumor
  • Gangguan autoimun
  • Efek samping obat
  • Leukemia
  • Limfoma

Anemia hemolitik intrinsik

Anemia hemolitik instrinsik terjadi ketika sel darah merah yang diproduksi oleh tubuh tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini sering diturunkan, seperti pada orang dengan anemia sel sabit atau talasemia yang memiliki hemoglobin abnormal. 
Anemia Hemolitik
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaPanas dingin, takikardia, jaundice
Faktor risikoKanker, pneumonia, obat-obatan tertentu
Metode diagnosisPeeriksaan fisik, tes darah lengkap
PengobatanTransfusi darah, obat-obatan, operasi
ObatAritmia, gagal jantung, kardiomiopati
KomplikasiKortikosteroid
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala anemia hemolitik
Beberapa tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini, diantaranya adalah:
  • Panas dingin
  • Denyut jantung yang berdetak terlalu cepat (takikardia)
  • Perubahan kulit dan mata yang mulai menguning
  • Sesak napas
  • Merasa lemah dan mudah lelah
  • Terasa nyeri pada dada
  • Berubahnya warna urin menjadi gelap
  • Munculnya perasaan penuh di perut dan limpa yang membesar
Penyakit ini terjadi saat sumsum tulang tidak dapat membuat sel darah merah yang cukup untuk menggantikan sel yang tidak sehat. Hal ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh mengenal sel darah merah sebagai benda asing dan akan menghancurkannya. Selain itu, terdapat beberapa penyebab yang dapat menghancurkan sel darah merah, antara lain:
  • Kecacatan genetik dalam sel darah merah
  • Terpapar bahan kimia, obat-obatan, dan racun tertentu
  • Infeksi
  • Adanya bekuan darah
  • Menerima transfusi darah dari donor yang bergolongan darah lain
Dokter akan memeriksa riwayat medis sebelumnya. Tes darah juga digunakan untuk mencari tanda-tanda atau gejala anemia. Tes darah ini juga berfungsi untuk menghitung:
  • Sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit
  • Kadar sel darah merah
  • Kadar protein yang membawa oksigen
Apabila hasil tes mengarah ke anemia maka dibutuhkan tes lebih lanjut, seperti:
  • Mengukur Retikulosit
    Dengan menghitung jumlah sel darah merah muda, akan diketahui jumlah kadar retikulosit. Apabila kadar retikulosit tinggi, hal ini menandakan sumsum tulang menghasilkan banyak sel untuk menggantikan sel darah merah yang telah hancur.
  • Tes Coombs
    Tes ini berfungsi untuk melihat apakah tubuh menghasilkan antibodi terhadap sel darah merah.
  • Sediaan apusan darah tepi
    Dokter akan menilai morfologi sel darah dengan menggunakan mikroskop.
  • Tes Kimia Darah
    Tes ini berfungsi untuk menilai kadar bilirubin, yaitu zat yang terbentuk pada saat sel darah merah dihancurkan.
Pengobatan diberikan berdasarkan pada jenis dan penyebabnya.
  • Apabila anemia hemolitik terjadi dalam keadaan darurat, mungkin diperlukan transfusi darah.
  • Apabila anemia hemolitik disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh, maka dapat diberikan obat untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh.
  • Apabila sel darah merah yang hancur lebih banyak daripada yang dihasilkan, maka diperlukan asupan asam folat ekstra dan suplemen zat besi untuk menggantikan yang hilang.
Walaupun kasus ini jarang terjadi, kadang diperlukan pembedahan untuk pengangkatan limpa.
Segera konsultasi dengan dokter jika mengalami gejala seperti di atas.
Healthline. https://www.healthline.com/health/hemolytic-anemia
Diakses pada 29 November 2018
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000571.htm
Diakses pada 29 November 2018
Webmd. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/autoimmune-hemolytic-anemia#1
Diakses pada 29 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email