Anemia Hemolitik

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Panas dingin, sesak napas, dan nyeri dada merupakan beberapa gejala penyakit anemia hemolitik.
Panas dingin, sesak napas, dan nyeri dada merupakan beberapa gejala penyakit anemia hemolitik.

Pengertian Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik merupakan salah satu jenis anemia yang jarang terjadi. Saat menderita anemia, sumsum tulang tidak menghasilkan sel darah merah yang cukup atau tidak berfungsi secara normal. Sel darah membawa oksigen ke seluruh tubuh sehingga anemia dapat menyebabkan lelah dan sesak napas. Apabila memiliki anemia hemolitik, tubuh Anda akan menghancurkan sel darah merah terlebih dahulu sebelum sumsum tulang dapat membuat yang baru.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Beberapa tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini, diantaranya adalah:

  • Panas dingin
  • Denyut jantung yang berdetak terlalu cepat (takikardia)
  • Perubahan kulit dan mata yang mulai menguning
  • Sesak napas
  • Merasa lemah dan mudah lelah
  • Terasa nyeri pada dada
  • Berubahnya warna urin menjadi gelap
  • Munculnya perasaan penuh di perut dan limpa yang membesar

Penyebab

Penyakit ini terjadi saat sumsum tulang tidak dapat membuat sel darah merah yang cukup untuk menggantikan sel yang tidak sehat. Hal ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh mengenal sel darah merah sebagai benda asing dan akan menghancurkannya. Selain itu, terdapat beberapa penyebab yang dapat menghancurkan sel darah merah, antara lain:

  • Kecacatan genetik dalam sel darah merah
  • Terpapar bahan kimia, obat-obatan, dan racun tertentu
  • Infeksi
  • Adanya bekuan darah
  • Menerima transfusi darah dari donor yang bergolongan darah lain

Diagnosis

Dokter akan memeriksa riwayat medis sebelumnya. Tes darah juga digunakan untuk mencari tanda-tanda atau gejala anemia. Tes darah ini juga berfungsi untuk menghitung:

  • Sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit
  • Kadar sel darah merah
  • Kadar protein yang membawa oksigen

Apabila hasil tes mengarah ke anemia maka dibutuhkan tes lebih lanjut, seperti:

  • Mengukur Retikulosit
    Dengan menghitung jumlah sel darah merah muda, akan diketahui jumlah kadar retikulosit. Apabila kadar retikulosit tinggi, hal ini menandakan sumsum tulang menghasilkan banyak sel untuk menggantikan sel darah merah yang telah hancur.
  • Tes Coombs
    Tes ini berfungsi untuk melihat apakah tubuh menghasilkan antibodi terhadap sel darah merah.
  • Sediaan apusan darah tepi
    Dokter akan menilai morfologi sel darah dengan menggunakan mikroskop.
  • Tes Kimia Darah
    Tes ini berfungsi untuk menilai kadar bilirubin, yaitu zat yang terbentuk pada saat sel darah merah dihancurkan.

Pengobatan

Pengobatan diberikan berdasarkan pada jenis dan penyebabnya.

  • Apabila anemia hemolitik terjadi dalam keadaan darurat, mungkin diperlukan transfusi darah.
  • Apabila anemia hemolitik disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh, maka dapat diberikan obat untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh.
  • Apabila sel darah merah yang hancur lebih banyak daripada yang dihasilkan, maka diperlukan asupan asam folat ekstra dan suplemen zat besi untuk menggantikan yang hilang.

Walaupun kasus ini jarang terjadi, kadang diperlukan pembedahan untuk pengangkatan limpa.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera konsultasi dengan dokter jika mengalami gejala seperti di atas.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/hemolytic-anemia
Diakses pada 29 November 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000571.htm
Diakses pada 29 November 2018

Webmd. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/autoimmune-hemolytic-anemia#1
Diakses pada 29 November 2018

Back to Top