Penyakit Lainnya

Anemia Hemolitik

Diterbitkan: 30 Jan 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Indra Wijaya
image Anemia Hemolitik
Panas dingin, sesak napas, dan nyeri dada merupakan beberapa gejala penyakit anemia hemolitik.
Anemia hemolitik merupakan salah satu jenis anemia yang jarang terjadi. Saat menderita anemia, sumsum tulang tidak menghasilkan sel darah merah yang cukup atau tidak berfungsi secara normal. Sel darah membawa oksigen ke seluruh tubuh sehingga anemia dapat menyebabkan lelah dan sesak napas. Apabila memiliki anemia hemolitik, tubuh Anda akan menghancurkan sel darah merah terlebih dahulu sebelum sumsum tulang dapat membuat yang baru.
Anemia Hemolitik
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Beberapa tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini, diantaranya adalah:
  • Panas dingin
  • Denyut jantung yang berdetak terlalu cepat (takikardia)
  • Perubahan kulit dan mata yang mulai menguning
  • Sesak napas
  • Merasa lemah dan mudah lelah
  • Terasa nyeri pada dada
  • Berubahnya warna urin menjadi gelap
  • Munculnya perasaan penuh di perut dan limpa yang membesar
Penyakit ini terjadi saat sumsum tulang tidak dapat membuat sel darah merah yang cukup untuk menggantikan sel yang tidak sehat. Hal ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh mengenal sel darah merah sebagai benda asing dan akan menghancurkannya. Selain itu, terdapat beberapa penyebab yang dapat menghancurkan sel darah merah, antara lain:
  • Kecacatan genetik dalam sel darah merah
  • Terpapar bahan kimia, obat-obatan, dan racun tertentu
  • Infeksi
  • Adanya bekuan darah
  • Menerima transfusi darah dari donor yang bergolongan darah lain
Dokter akan memeriksa riwayat medis sebelumnya. Tes darah juga digunakan untuk mencari tanda-tanda atau gejala anemia. Tes darah ini juga berfungsi untuk menghitung:
  • Sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit
  • Kadar sel darah merah
  • Kadar protein yang membawa oksigen
Apabila hasil tes mengarah ke anemia maka dibutuhkan tes lebih lanjut, seperti:
  • Mengukur Retikulosit
    Dengan menghitung jumlah sel darah merah muda, akan diketahui jumlah kadar retikulosit. Apabila kadar retikulosit tinggi, hal ini menandakan sumsum tulang menghasilkan banyak sel untuk menggantikan sel darah merah yang telah hancur.
  • Tes Coombs
    Tes ini berfungsi untuk melihat apakah tubuh menghasilkan antibodi terhadap sel darah merah.
  • Sediaan apusan darah tepi
    Dokter akan menilai morfologi sel darah dengan menggunakan mikroskop.
  • Tes Kimia Darah
    Tes ini berfungsi untuk menilai kadar bilirubin, yaitu zat yang terbentuk pada saat sel darah merah dihancurkan.
Pengobatan diberikan berdasarkan pada jenis dan penyebabnya.
  • Apabila anemia hemolitik terjadi dalam keadaan darurat, mungkin diperlukan transfusi darah.
  • Apabila anemia hemolitik disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh, maka dapat diberikan obat untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh.
  • Apabila sel darah merah yang hancur lebih banyak daripada yang dihasilkan, maka diperlukan asupan asam folat ekstra dan suplemen zat besi untuk menggantikan yang hilang.
Walaupun kasus ini jarang terjadi, kadang diperlukan pembedahan untuk pengangkatan limpa.
Segera konsultasi dengan dokter jika mengalami gejala seperti di atas.
Healthline. https://www.healthline.com/health/hemolytic-anemia
Diakses pada 29 November 2018
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000571.htm
Diakses pada 29 November 2018
Webmd. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/autoimmune-hemolytic-anemia#1
Diakses pada 29 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Covid-19 hingga Serangan Jantung, Ini Penyebab Nafas Pendek

Nafas pendek bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari Covid-19 hingga obesitas. Penanganannya pun akan tergantung pada penyebab ini.
09 Oct 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Nafas pendek bisa terjadi karena asma.

Penyebab Pengentalan Darah yang Berbahaya bagi Kesehatan

Penyebab pengentalan darah terjadi ketika sebagian darah menjadi lebih kental dari seharusnya, proses ini dipicu oleh adanya cedera di luar tubuh
10 Sep 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Penyebab Pengentalan Darah adalah bertemunya sel darah dengan zat tertentu

Kelopak Mata Turun Gejala Myasthenia Gravis, Adakah Obatnya?

Miastenia gravis merupakan gangguan autoimun yang terjadi pada otot dan saraf. Gejala yang dialami penderita myasthenia gravis adalah lemahnya otot mata, wajah, tenggorokan, leher, hingga tangan dan kaki.
10 Mar 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Gejala yang paling mudah terlihat dari myasthenia gravis adalah turunnya salah satu atau kedua kelopak mata