Anaplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Anaplasma phagocytophilum. Bakteri ini dibawa oleh tungau dan dapat ditularkan ke manusia melalui gigitannya. 

Jenis tungau pembawa bakteri A. phagocytophilum adalah Ixodes scapularis dan Ixodes pacificus. Tungau-tungau ini aktif sepanjang tahun, namun paling aktif pada musim dengan cuaca hangat atau panas.

Kasus anaplasmosis sudah ditemukan di berbagai darah di dunia. Mulai dari Amerika, Eropa Utara, hingga Asia Tenggara.

Gejala anaplasmosis biasanya baru muncul pada satu hingga dua minggu setelah seseorang digigit tungau pembawa bakteri Anaplasma phagocytophilum.

Gejala infeksi ini tidak signifikan dan cenderung mirip dengan penyakit lain. Misalnya, demam, menggigil, rasa lemas, sakit kepala, dan pegal-pegal.

Pada kasus yang jarang, ruam kulit dapat timbul. Penderita juga mungkin mengalami gangguan pencernaan atau pernapasan.

Hanya sedikit pula kasus anaplasmosis yang berakibat fatal pada penderitanya. Namun jika tidak mendapatkan penanganan dengan baik, anaplasmosis tingkat berat bisa memicu pendarahan sampai gagal organ.

Bakteri Anaplasma phagocytophilum ditularkan ke manusia lewat gigitan tungau. Pada kasus yang lebih jarang, anaplasmosis juga bisa ditularkan melalui transfusi darah yang sudah terinfeksi oleh bakteri. 

Orang yang berisiko tinggi mengalami anaplasmosis meliputi:

  • Jenis kelamin

Laki-laki lebih berpotensi untuk mengalami anaplasmosis.

  • Faktor usia

Orang-orang di atas 40 tahun pun memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena anaplasmosis.

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Sebagai contoh, penderita kanker yang menjalani kemoterapi, penderita HIV/AIDS, orang yang pernah menjalani transplantasi organ, atau orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

  • Lokasi

Orang yang sering berada di luar ruangan, jenis pekerjaan yang sering terpapar di luar, tinggal di dekat lokasi tempat tinggal tungau pembawa bakteri Anaplasma phagocytophilum tentu memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi.

Anaplasmosis adalah penyakit yang cukup sulit untuk didiagnosis karena jarang terjadi dan gejala yang mirip dengan gejala penyakit lain. 

Dokter biasanya akan menegakkan diagnosis anaplasmosis lewat hasil wawancara mengenai keluhan yang Anda alami, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Riwayat gigitan tungau, paparan terhadap area di mana tungau sering beredar dan riwayat bepergian dapat menjadi kunci terhadap dugaan anaplasmosis.

Tes darah bisa membuktikan ada atau tidaknya infeksi anaplasmosis dalam tubuh Anda. Beberapa pemeriksaan yang dilakukan:

  • PCR. Metode pemeriksaan ini adalah yang paling sensitif dan hasilnya bisa didapatkan dalam waktu 24-48 jam. 
  • Serologi. Pemeriksaan darah ini dilakukan untuk mencari antibodi bakteri.

Terdapat pemeriksaan yang cukup lama diperoleh hasilnya, namun dokter biasanya tetap memberikan obat sembari menunggu hasil tes darah Anda.

Karena penyebabnya bakteri, penanganan anaplasmosis yang utama adalah konsumsi obat antibiotik. Doksisiklin merupakan jenis antibiotik yang umumnya diresepkan.

Semakin cepat Anda mendapatkan antibiotik, kemungkinan Anda untuk sembuh juga akan semakin baik. Harap diingat bahwa obat antibiotik harus dihabiskan. Meski kondisi Anda sudah terasa membaik, jangan pernah berhenti meminumnya tanpa konsultasi dengan dokter.

Langkah pencegahan anaplasmosis yang utama adalah mencegah gigitan tungau penyebab anaplasmosis, baik pada diri sendiri maupun binatang peliharaan. Anda bisa menerapkan cara-cara di bawah ini:

  • Batasi waktu Anda berada di lokasi yang menjadi tempat tinggal tungau, misalnya area berumput atau banyak kayu.
  • Bila ingin jalan kaki, Anda sebaiknya memilih berjalan di atas jalanan aspal. Hindari berjalan kaki di area rumput dan semak-semak yang tinggi.
  • Gunakan produk antiserangga, seperti krim, losion, atau semprotan. Tapi pastikan keamanan produk ini sebelum digunakan.
  • Sesudah berjalan kaki di luar rumah, pastikan Anda mandi.
  • Periksa apakah ada tanda gigitan tungau pada tubuh Anda. Mulai dari area ketiak, belakang lutut, rambut, kaki, pinggang, serta di sekitar mata dan pusar.

Segeralah berkonsultasi ke dokter bila Anda mengalami gejala anaplasmosis. Pasalnya, penanganan yang semakin cepat akan lebih baik bagi kesehatan Anda.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat aktivitas Anda dalam 1-2 minggu terakhir, misalnya apakah melakukan aktivitas yang memungkinkan adanya kontak dengan tungau penyebab anaplasmosis atau tidak.
  • Catat obat-obatan, obat herbal, suplemen, atau vitamin yang Anda konsumsi. 
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Bila mencurigai Anda mengalami anaplasmosis, dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang dan memberikan obat sambil menunggu hasil tes.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko anaplasmosis?
  • Apakah saja aktivitas Anda dalam 1-2 minggu terakhir?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini akan memastikan diagnosis anaplasmosis sekaligus membantu dokter untuk menentukan pengobatan sembari menunggu hasil tes Anda. 

CDC. https://www.cdc.gov/anaplasmosis/index.html
Diakses pada 12 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513341/
Diakses pada 12 November 2019

Artikel Terkait