Amoeba pemakan otak adalah organisme bersel satu yang biasanya hidup di air tawar bersuhu hangat dan di tanah. Dalam dunia medis, amoeba ini disebut atau Naegleria fowleri.

Meski namanya amoeba pemakan otak, organisme tidak secara harafiah memakan otak Anda. Namun amoeba ini dapat menyebabkan kerusakan dan pembengkakan yang berdampak serius pada otak. 

Penyakit yang disebabkan amoeba pemakan otak disebut primary amebic meningoencephalitis (PAM). PAM termasuk kasus infeksi yang cukup langka.

Gejala primary amebic meningoencephalitis mulai muncul dalam 2-15 hari setelah seseorang terpapar amoeba pemakan otak. Indikasinya bisa berupa:

  • Demam.
  • Perubahan persepsi indra pengecap atau penciuman.
  • Sakit kepala yang parah, dan datang secara tiba-tiba.
  • Rasa kaku pada leher.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Rasa kantuk yang berlangsung terus-menerus.
  • Mual dan muntah-muntah.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Kebingungan atau linglung.
  • Kejang-kejang.
  • Halusinasi.

Gejala-gejala infeksi Naegleria tersebut dapat memburuk secara cepat. PAM akibat amoeba pemakan otak bahkan bisa menyebabkan kematian dalam waktu satu minggu.

Amoeba pemakan otak terdapat dalam air atau debu. Parasit ini bisa masuk ke otak melalui hidung. Setelah masuk ke hidung, amoeba akan berpindah ke otak melalui saraf yang berperan untuk indra penciuman. 

Jutaan orang di dunia sebenarnya pernah terpapar amoeba pemakan otak, namun hanya sedikit yang kemudian mengidap penyakit akibat organisme ini. Alasan di balik prevalensi ini belum diketahui sampai sekarang. 

Meski begitu, ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang lebih rentan untuk mengalami PAM akibat amoeba pemakan otak. Apa sajakah faktor risiko tersebut?

  • Berenang dalam air tawar

Aktivitas berenang dalam air tawar bisa menjadi sarana penularan infeksi amoeba pemakan otak, terutama di air tawar bersuhu panas atau hangat. Misalnya, sungai di daerah tropis.

  • Faktor usia

Anak-anak dan kalangan dewasa muda mungkin lebih hobi untuk bermain air atau berenang di sungai maupun danau. Oleh sebab itu, mereka lebih berisiko untuk terkena infeksi amoeba pemakan otak.

Pertama-tama dokter akan mengajukan pertanyaan seputar gejala yang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Dokter juga bisa menganjurkan tes penunjang berupa:

  • Pemeriksaan cairan serebrospinal

Cairan serebrospinal berfungsi melindungi otak dan saraf tulang belakang. Dokter akan mengambil sampel cairan ini dengan menusukkan jarum di antara dua ruas tulang belakang Anda pada bagian punggung bawah.

Sampel tersebut kemudian diperiksa di bawah mikroskop guna mendeteksi ada tidaknya amoeba pemakan otak. 

Pemeriksaan pada cairan serebrospinal dapat memberikan informasi tentang tekanan serebrospinal, kadar sel darah merah, maupun protein. Bila Anda mengalami PAM, nilai ketiganya akan menunjukkan angka abnormal.

  • Pemeriksaan pencitraan

Dokter juga bisa menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan dengan pemindaian. Contohnya, CT scan atau MRI.

Pengobatan amoeba pemakan otak yang cukup efektif meliputi:

  • Obat antijamur

Obat antijamur yang efektif untuk mengatasi infeksi Naegleria adalah amphotericin B. Obat ini dapat diberikan lewat suntikan intravena atau disuntikkan langsung ke sekitar saraf tulang belakang. 

Selain amphotericin B, fluconazole juga bisa diberikan oleh dokter dalam menangani infeksi amoeba pemakan otak.

  • Obat antiparasit

Miltefosine merupakan obat antiparasit baru yang juga efektif untuk mengatasi infeksi akibat Naegleria.

  • Obat antibiotik 

Azithromycin dan rifampin merupakan contoh obat antibiotik yang bisa diberikan oleh dokter. Namun harap diingat bahwa rifampin berpotensi menghambat keefektifan obat-obatan lain yang digunakan untuk mengatasi infeksi Naegleria.

Langkah efektif untuk mencegah infeksi amoeba pemakan otak adalah menghindari berenang di sumber air tawar bersuhu hangat. Anda juga bisa menggunakan klip hidung ketika berenang untuk mencegah masuknya parasit Naegleria.  

Bila Anda tetap ingin berenang di air tawar bersuhu hangat, pastikan kepala Anda berada di atas permukaan air. Usahakan pula agar kaki Anda tidak menyentuh tanah yang berada di dasar sungai maupun danau. 

Jika Anda ingin berenang di kolam renang, pastikan airnya sudah melalui proses disinfeksi yang benar.

Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala infeksi amoeba pemakan otak.

Saat gejala pertama kali terasa, Anda mungkin ke dokter umum terlebih dulu. Bila mencurigai kondisi Anda sebagai infeksi amoeba pemakan otak, dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis. 

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan, obat herbal, suplemen, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko infeksi amoeba pemakan otak, misalnya pernah berenang di air tawar bersuhu hangat?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-eating-amoeba
Diakses pada 12 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/naegleria-infection/symptoms-causes/syc-20375470
Diakses pada 12 November 2019

Artikel Terkait