Amebiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, meskipun lebih umum dialami oleh orang yang tinggal di area tropis, dengan kondisi kebersihan yang rendah. Diagnosis sulit dilakukan karena parasit lain dapat terlihat sangat mirip dengan E.histolytica ketika dilihat di bawah mikroskop. Orang yang terinfeksi tidak selalu menjadi sakit.

Gejala amebiasis dapat timbul pada 1-4 minggu setelah masuknya parasit dalam tubuh. Gejala amebiasis seringkali ringan seperti:

  • Diare
  • Sakit perut
  • Kram perut
  • Perut kembung
  • Nyeri perut saat buang air besar
  • Kelelahan 

Amebic diysentery (disentri amuba) adalah bentuk parah dari amebiasis yang terkait dengan sakit perut, diare yang disertai darah dan lendir serta demam. Walaupun jarang, infeksi ini memengaruhi hati dan dapat membentuk abses (bisul). Bahkan dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh seperti paru-paru atau otak.

 

Komplikasi

Komplikasi dari kondisi amebiasis antara lain:

  • Abses hati
  • Mual, terutama dari efek samping obat
  • Penyebaran parasit melalui darah ke hati, paru-paru, otak, hingga organ lainnya

E.histolytica dapat hidup di dalam usus besar tanpa menyebabkan kerusakan pada usus. Dalam beberapa kasus, parasit menyerang usus besar, menyebabkan radang, disentri (diare berdarah) akut atau diare jangka panjang. Dalam kasus yang langka, infeksi dapat menyebar ke paru-paru, otak atau organ lain. Kondisi ini dapat terjadi meluas. Parasit dapat menyebar melalui kotoran dari penderita. Penularannya dapat melalui:

  • Makanan atau air yang terkontaminasi dengan kotoran atau kista amuba
  • Melalui pembuangan atau kontak langsung dengan feses 
  • Melalui kontak seksual dengan area dubur atau anus dari orang yang terinfeksi, misalnya pada hubungan seksual secara oral-anal

Faktor risiko

  • Konsumsi alkohol
  • Kanker
  • Malnutrisi
  • Anak-anak dan usia tua
  • Wanita yang sedang hamil
  • Perjalanan ke daerah tropis
  • Penggunaan obat kortikosteroid untuk menekan sistem imun

Dokter dapat mencurigai amebiasis setelah menanyakan mengenai kesehatan akhir-akhir ini dan riwayat perjalanan penyakit pasien. Dokter akan melakukan pemeriksaan pada feses untuk mendeteksi adanya kista E.histolytica. Dokter dapat juga melakukan tes laboratorium untuk mengecek fungsi ginjal dan membantu menentukan jika amuba merusak hati.

Ketika menyebar di luar usus, parasit mungkin tidak lagi ditemukan di dalam kotoran. Maka dari itu dokter melakukan ultrasonografi (USG) atau CT scan untuk mengecek adanya kelainan pada hati. Jika ada kelainan, dokter dapat melakukan aspirasi jarum untuk melihat adanya abses dalam hati. 

Abses hati adalah komplikasi serius dari amebiasis. Pemeriksaan lain yang dapat direkomendasikan adalah kolonoskopi (teropong usus), yang dibutuhkan untuk mencari keberadaan parasit di usus besar.

Beberapa antibiotik tersedia untuk mengobati amebiasis. Pengobatan harus diresepkan oleh dokter. Perawatan untuk kasus amebiasis tanpa komplikasi umumnya berupa pemberian antibiotik seperti metronidazole selama 10 hari.

Jika parasit ada di jaringan usus Anda, perawatan harus bisa mengatasi tidak hanya organisme, tetapi juga kerusakan pada organ yang terinfeksi. Pembedahan mungkin diperlukan jika usus besar atau jaringan peritoneum (rongga perut) mengalami perforasi (kebocoran usus).

  • Mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan
  • Hindari mengonsumsi es batu
  • Mengolah makanan dengan benar dan matang
  • Mencuci dan mengupas sayur dan buah sebelum mengonsumsinya
  • Hindari mengonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi
  • Mengonsumsi air yang matang

Hubungi dokter jika memiliki diare yang tidak membaik atau malah memburuk, dan/atau timbul gejala-gejala lain seperti:

  • Diare dengan darah atau lendir
  • Nyeri pada perut, terutama di area perut kanan atas (organ hati)
  • Demam
  • Perut yang membengkak
  • Dehidrasi

Dokter akan melakukan tes pada sampel feses Anda. Jika Anda positif mengidap amebiasis, dokter akan memberikan saran atau pengobatan untuk mencegah penularan amebiasis ke lingkungan sekitar. Misalnya, dengan penggunaan antibiotik dan konsumsi cairan lebih jika Anda mengalami gejala diare.

CDC. https://www.cdc.gov/parasites/amebiasis/
Diakses pada 27 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/amebiasis#diagnosis
Diakses pada 27 Desember 2019

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/000298.htm
Diakses pada 27 Desember 2019

WebMD. (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/amebiasis-overview#2-9
Diakses pada 27 Desember 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/212029-treatment#d1
Diakses pada 24 April 2019

The Nemours Foundation. https://kidshealth.org/en/parents/amebiasis.html
Diakses pada 24 April 2019

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/gastrointestinal-amebiasis-a-to-z
Diakses pada 26 April 2019

Victoria State Department of Health & Human Services. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/gastroenteritis-amoebiasis
Diakses pada 26 April 2019

HealthDay. https://consumer.healthday.com/encyclopedia/diseases-and-conditions-15/misc-diseases-and-conditions-news-203/amebiasis-644187.html
Diakses pada 26 April 2019

South Dakota Department of Health. https://doh.sd.gov/diseases/infectious/diseasefacts/amebiasis.aspx
Diakses pada 26 April 2019

Artikel Terkait