Mata

Amaurosis Fugax

25 May 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Amaurosis Fugax
Amaurosis fugax merupakan kehilangan penglihatan sementara
Amaurosis fugax adalah kondisi seseorang tidak dapat melihat dengan baik dengan satu atau kedua mata untuk sementara waktu. Kondisi ini terjadi karena kurangnya aliran darah menuju retina mata. Retina merupakan lapisan yang sensitif terhadap cahaya dan terletak di bagian paling belakang bola mata. Bagian mata ini berfungsi meneruskan sinyal cahaya yang telah difokuskan di lensa mata dan mengubahnya menjadi sinyal saraf, lalu mengirimkannya ke otak sehingga gambar yang kita lihat bisa diinterpretasikan.Amaurosis fugax sejatinya bukanlah sebuah penyakit. Kondisi ini merupakan nama gejala kehilangan penglihatan secara tiba-tiba pada mata, yang disebabkan oleh penyakit mata maupun gangguan kesehatan lainnya. 
Amaurosis Fugax
Dokter spesialis Mata
GejalaPenglihatan kabur secara tiba-tiba
Faktor risikoPenyakit jantung, hipertensi, kolesterol tinggi
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik pada mata, pencitraan
PengobatanObat-obatan, pola hidup sehat
ObatAspirin, warfarin, obat penurun tekanan darah
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala amaurosis fugax
Ketika seseorang mengalami amaurosis fugax, penglihatannya akan menjadi kabur secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa dialami oleh penderita periode waktu yang singkat, yakni selama beberapa detik hingga beberapa menit. Setelah itu, penglihatan akan kembali membaik seperti semula. Indikasi lain yang menyertai amaurosis fugax tergantung dari penyakit yang mendasarinya. Kondisi ini umumnya menjadi salah satu gejala transient ischemic attack (TIA) atau stroke ringan.TIA terjadi akibat pembuluh darah yang menyempit, sehingga muncul keluhan. Gejala amaurosis fugax pada penderita TIA akan diikuti oleh tanda-tanda lain, seperti kesulitan berbicara, wajah terkulai atau kaku di satu sisi wajah, dan kelemahan pada salah satu sisi tubuh. 
Penyebab amaurosis fugax adalah tersumbatnya aliran darah ke pembuluh darah arteri di retina. Sumbatan ini paling sering disebabkan oleh plak atau gumpalan bekuan darah pada arteri karotis. Ada pula sejumlah faktor yang dikatakan berpotensi meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami kondisi ini. Faktor-faktor risiko amaurosis fugax tersebut meliputi:
  • Penyakit jantung, terutama detak jantung yang tidak teratur (aritmia)
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Kadar kolesterol yang tinggi
  • Stroke
  • Diabetes melitus
  • Merokok
  • Pernah menyalahgunakan alkohol atau kokain
  • Tumor otak
  • Cedera kepala
  • Multiple sclerosis
  • Lupus
  • Migrain
  • Neuritis optik, yaitu peradangan pada saraf mata
  • Poliarteritis nodosa, yakni penyakit yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah
Selain akibat sumbatan pembuluh darah, amaurosis fugax juga bisa terjadi karena vasospasme. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah mata tiba-tiba mengecil, sehingga menghalangi aliran darah. Tekanan fisik yang berlebihan bisa meningkatkan risiko terjadinya vasospasme. Misalnya, olahraga yang terlalu berat, lari jarak jauh, hingga hubungan seksual. 
Bila Anda mengalami gejala amaurosis fugax, segeralah berkonsultasi ke dokter. Dokter akan menanyakan keluhan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala, riwayat medis, serta faktor risiko pasien.
  • Pemeriksaan mata 

Dokter akan memeriksa kondisi mata pasien secara keseluruhan.
  • Pemeriksaan pencitraan atau imaging scan

Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi penyumbatan atau kerusakan pada pembuluh darah mata. 
  • Tes darah

Tes darah untuk mengetahui kadar kolesterol dan kecenderungan pasien dalam mengalami pembekuan atau sumbatan aliran darah.
  • Elektrokardiogram (EKG)

EKG atau rekam jantung bertujuan menentukan apakah terjadi ketidakteraturan pada irama jantung, yang dapat menyebabkan amaurosis fugax. 
Cara mengobati amaurosis fugax tergantung pada penyakit yang mendasarinya. Bila ditemukan bekuan darah pada arteri mata dari hasil pemeriksaan, penanganan utamanya adalah pengobatan stroke. Bila dokter mencurigai stroke sudah terjadi, penanganannya bisa meliputi:
  • Obat pengencer darah, seperti aspirin atau warfarin
  • Obat penurun tekanan darah
  • Prosedur endarterektomi karotis, yaitu membersihkan plak yang menyumbat pembuluh darah arteri karotis
Namun jika menilai bahwa pasien tidak mengalami stroke, tapi memiliki risiko stroke yang tinggi, dokter akan menganjurkan perubahan pola hidup di bawah ini:
  • Mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak, misalnya gorengan dan makanan cepat saji
  • Berhenti merokok
  • Berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari
  • Mengendalikan penyakit kronis yang mungkin diderita, seperti diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi
 

Komplikasi amaurosis fugax

Walau penglihatan pasien dapat kembali normal, mengendalikan faktor risiko dari penyakit pencetus kondisi ini perlu dilakukan. Bila tidak ditangani dengan segera, amaurosis fugax dapat memicu komplikasi berupa meningkatnya risiko stroke. Seperti yang kita ketahui, stroke bisa menyebabkan komplikasi yang parah bahkan berakibat fatal.
Cara mencegah amaurosis fugax dapat dilakukan dengan menghindari pemicunya. Contohnya, menerapkan pola hidup sehat untuk menghindari stroke, penyakit jantung, dan lain-lain. 
Segera berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala amaurosis fugax. Terutama jika gejalanya berlangsung lebih dari beberapa menit atau ada gejala penyerta. 
Saat gejala pertama kali terasa, Anda mungkin akan ke dokter umum dulu. Bila mencurigai bahwa kondisi yang Anda alami adalah amaurosis fugax, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menentukan penyebabnya. Setelah penyebab amaurosis fugax ditemukan, dokter umum bisa merujuk Anda ke dokter spesialis untuk mendapat penanganan yang lebih komprehensif. Sebelum berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan, pasien dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar mengenai semua gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan, obat herbal, suplemen, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko amaurosis fugax?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya, dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis amaurosis fugax dan penyebabnya. Dengan ini, dokter bisa memberikan penanganan yang tepat. 
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000784.htm
Diakses pada 4 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/retina#1
Diakses pada 4 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/amaurosis-fugax
Diakses pada 25 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email