Psikologi

Penyakit Alzheimer

Diterbitkan: 06 Nov 2018 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Penyakit Alzheimer
Penyakit Alzheimer menyebabkan penurunan pada fungsi otak (demensia)
Penyakit Alzheimer adalah penyakit yang menyerang fungsi otak. Akibatnya, penderita akan  mengalami penurunan daya ingat dan fungsi kognitif lain.Penyakit ini berkembang secara progresif. Ini berarti, Alzheimer akan bertambah parah seiring waktu.Kemampuan intelektual dan sosial pada penderita penyakit Alzheimer akan terus menurun karena kondisi sel-sel otaknya memburuk hingga akhirnya mati.Pada tahap awal, penderita akan merasa sedikit kebingungan dan mengalami kesulitan dalam mengingat percakapan ataupun kejadian-kejadian yang baru saja terjadi. Perlahan-lahan, masalah ingatan yang parah akan terjadi.Penderita bahkan bisa melupakan orang-orang penting dalam hidupnya, mengalami perubahan kepribadian, dan tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari.Pada tahap lanjut, penyakit Alzheimer dapat mengakibatkan komplikasi karena fungsi otak yang semakin menurun. Mulai dari dehidrasi, malnutrisi, infeksi, hingga kematian.Penyakit Alzheimer adalah penyakit yang menyerang fungsi otak. Akibatnya, penderita akan  mengalami penurunan daya ingat dan fungsi kognitif lain.Penyakit ini berkembang secara progresif. Ini berarti, Alzheimer akan bertambah parah seiring waktu.Kemampuan intelektual dan sosial pada penderita penyakit Alzheimer akan terus menurun karena kondisi sel-sel otaknya memburuk hingga akhirnya mati.Pada tahap awal, penderita akan merasa sedikit kebingungan dan mengalami kesulitan dalam mengingat percakapan ataupun kejadian-kejadian yang baru saja terjadi. Perlahan-lahan, masalah ingatan yang parah akan terjadi.Penderita bahkan bisa melupakan orang-orang penting dalam hidupnya, mengalami perubahan kepribadian, dan tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari.Pada tahap lanjut, penyakit Alzheimer dapat mengakibatkan komplikasi karena fungsi otak yang semakin menurun. Mulai dari dehidrasi, malnutrisi, infeksi, hingga kematian.Saat ini, penanganan penyakit Alzheimer berfokus untuk meringankan gejala Alzheimer. Karena itu, penyakit ini belum bisa disembuhkan. 
Penyakit Alzheimer
Dokter spesialis Saraf, Jiwa, Psikolog
GejalaGangguan ingatan, gangguan penalaran, depresi
Faktor risikoUsia tua, sindrom Down, keturunan
Metode diagnosisTes darah, pencitraan kepala, punksi  lumbal
PengobatanObat, psikoterapi
KomplikasiDepresi, gangguan keseimbangan, infeksi
Kapan harus ke dokter?Gangguan daya ingat
Secara umum, gejala Alzheimer meliputi:Gangguan ingatan
  • Menanyakan hal yang sama berulang kali tanpa menyadarinya
  • Melupakan percakapan serta perjanjian (dan bahkan tidak akan mengingatnya lagi)
  • Melupakan tempat yang sering didatangi
  • Kesulitan dalam mencari kata untuk mendeskripsikan sesuatu
  • Sukar mengekspresikan pemikirannya
  • Melupakan nama anggota keluarganya
Gangguan berpikir dan penalaran
  • Kesulitan berkonsentrasi, terutama untuk konsep-konsep yang abstrak seperti
  • Kesulitan mengerjakan beberapa hal secara bersamaan dalam satu waktu (multitasking)
  • Kesulitan mengatur keuangan dan membayar tagihan
Gangguan pada kemampuan perencanaan dan melakukan rutinitasPenderita Alzheimer menjadi kesulitan untuk melakukan rutinitas yang membutuhkan perencanaan. Misalnya, memasak, bermain game, dan sebagainya.Pada akhirnya, penderita bahkan melupakan cara-cara untuk melakukan aktivitas mendasar. Contihnya, mandi, memakai baju, dan lain-lain. Perubahan pada kepribadian dan perilaku
  • Perubahan suasana hati (mood swings)
  • Apatis 
  • Depresi
  • Menarik diri dari kehidupan sosial
  • Tidak mempercayai orang lain
  • Perubahan dalam kebiasaan tidur
  • Cepat marah dan agresif
  • Berkeliaran
  • Kehilangan kendali diri, seperti melakukan hal-hal yang memalukan di publik (loss of inhibitions)
  • Mengalami kepercayaan mengenai suatu hal yang tidak sesuai dengan realita yang ada (delusi), seperti mempercayai bahwa sesuatu telah dicuri. 
Penyebab Alzheimer tidak diketahui pasti. Namun pada ilmuwan memperkirakan bahwa faktor genetik, gaya hidup, dan pengaruh lingkungan termasuk faktor yang dapat memengaruhi daya ingat serta fungsi otak pada pengidap penyakit ini.Penyakit ini akan merusak dan mematikan sel-sel otak, serta membuat jumlahnya menjadi lebih sedikit daripada kondisi normal. Semakin banyak el otak yang mati, otak akan semakin menyusut.Terdapat dua jenis protein yang mungkin berperan dalam perkembangan penyakit Alzheimer. Protein tersebut meliputi:
  • Protein beta amiloid
Beta amiloid merupakan pecahan dari protein yang lebih besar. Saat protein ini menggumpal dan menyatu atau menjadi plak amiloid (amyloid plaques), gumpalan tersebut memiliki efek beracun pada neuron yang dapat menganggu komunikasi antarsel.  
  • Protein tau
Penderita Alzheimer memiliki protein tau yang berubah bentuk dan menjadi filamen PH (neurofibrillary tangles).Pada awalnya, protein tau befungsi mendukung dan menyalurkan nutrisi serta materi-materi penting lain pada neuron. Namun bila telah berubah menjadi filamen PH, protein ini akan menjadi racun bagi sel-sel. Akibatnya, proses penyaluran akan terganggu.Faktor risiko penyakit AlzheimerFaktor risiko terjadinya penyakit Alzheimer meliputi:
  • Usia.Semakin bertambahnya usia, semakin tinggi risiko seseorang terkena Alzheimer. Terutama bagi individu yang telah mencapai usia 65 tahun. Namun, perlu diketahui bahwa mengalami Alzheimer bukanlah bagian dari proses menjadi tua. 
  • Individu dengan sindrom down (Down syndrome), risiko terkena penyakit Alzheimer akan semakin tinggi apabila seseorang mengidap sindrom Down
  • Riwayat keluarga dan genetik, individu dengan anggota keluarga yang memiliki Alzheimer memiliki risiko yang tinggi untuk memiliki Alzheimer. Perubahan gen (mutasi gen) tertentu juga dapat berperan dalam meningkatkan risiko seseorang mengalami Alzheimer. 
  • Individu dengan trauma di bagian kepala, risiko terkena penyakit Alzheimer akan semakin tinggi apabila seseorang pernah mengalami trauma di bagian kepala. 
  • Jenis Kelamin, wanita memiliki risiko yang lebih tinggi mengidap Alzheimer daripada pria.
  • Gangguan kognitif yang ringan (mild cognitive impairment), individu dengan gangguan kognitif yang ringan pada bagian memori akan lebih mungkin untuk mengalami Alzheimer.
  • Faktor risiko penyakit jantung, penelitian menemukan bahwa faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung juga merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami Alzheimer, seperti kurang berolahraga, obesitas, perokok aktif dan pasif, tekanan darah yang tinggi, tingkat kolesterol yang tinggi, dan menderita diabetes tipe 2 yang kurang diawasi.
  • Pola tidur yang buruk, individu yang sulit untuk tertidur atau tetap tertidur lebih berisiko untuk mengalami Alzheimer. 
Diagnosis dilakukan melalui:
  • Informasi dari penderita dan orang-orang di sekitarnya, penjabaran gejala-gejala yang dialami penderita dan bagaimana gejala-gejala tersebut memengaruhi kehidupan sehari-hari penderita.

  • Pemeriksaan fisik dan neurologis, berupa pemeriksaan gerak refleks, kekuatan dan nada otot, kemampuan untuk bangkit dari kursi dan berjalan ke sisi lain ruangan, koordinasi, dan keseimbangan.

  • Tes laboratorium, akan dilakukan tes darah untuk mengetahui penyebab lain dari kehilangan ingatan dan kebingungan, seperti gangguan tiroid atau kekurangan vitamin.

  • Pemeriksaan status mental dan neuropsikologis, berupa pemeriksaan memori dan kemampuan berpikir. 

  • Gambaran otak, tes-tes untuk melihat ada tidaknya abnormalitas pada otak yang mungkin dapat menyebabkan perubahan fungsi otak, seperti tumor, stroke, trauma pada otak, dan sebagainya. Tes ini juga dapat digunakan untuk melihat bagian otak mana yang mengalami perubahan karena Alzheimer. Tes-tes yang digunakan dapat berupa tes MRI, CT scan, tes PET, dan sebagainya.

  • Tusukan pada tulang belakang (lumbar puncture), meliputi pengambilan cairan cerebrospinal untuk mengetahui tingkat dari protein tau dan amiloid.
Sampai saat ini, belum ditemukan obat yang dapat mengatasi dan menyembuhkan penyakit Alzheimer, tetapi tersedia obat-obatan yang dapat membantu mengurangi gejala Alzheimer. Beberapa penanganan yang dapat diberikan untuk membantu gejala yang dialami oleh penderi Alzheimer meliputi:MedikasiTerdapat dua macam obat yang digunakan untuk membantu menangani gejala kognitif yang dialami, yaitu:
  • Penghambat kholinesterase (cholinesterase inhibitors), membantu meningkatkan komunikasi antar sel serta menangani depresi dan kecemasan.
  • Memantine (Namenda), membantu menghambat perkembangan dari Alzheimer dan biasanya digabung dengan obat penghambat kholinesterase.
TerapiTerapi untuk Alzheimer bisa berupa terapi simulasi kognitif (cognitive stimulation therapy) dapat membantu untuk mendukung memori, kemampuan menyelesaikan masalah, dan kemampuan berbahasa penderita. Jika orang-orang terdekat Anda mengalami Alzheimer, Anda dapat membantunya dengan menciptakan lingkungan yang mendukung dan aman bagi penderita. Anda juga dapat mencari tahu mengenai Alzheimer dan selalu sabar mendukung serta menemani penderita.Perlu diingat, Anda tidak boleh lupa untuk menerapkan teknik-teknik dalam mengatasi stres dan relaksasi, seperti yoga, meditasi, dan sebagainya. Beberapa hal yag dapat dilakukan adalah:
  • Menempatkan medikasi di lokasi yang aman dan buat daftar centang untuk memantau obat dan dosis yang diminum oleh penderita.
  • Selalu membuat janji pertemuan pada hari dan waktu yang sama.
  • Buang perabotan-perabotan atau benda-benda yang tidak digunakan.
  • Mengatur pembayaran dan deposit keuangan menjadi otomatis. 
  • Selalu menempatkan kunci, dompet, telepon genggam, dan benda-benda berharga lainnya di satu tempat yang sama di rumah agar tidak hilang.
  • Berikan telepon genggam dengan fitur lokasi agar pengasuh penderita dapat memantau lokasi penderita, sertakan juga nomor-nomor penting ke dalam kontak telepon genggam penderita.
  • Memasang pegangan yang kokoh di tangga dan kamar mandi.
  • Selalu memastikan bahwa penderita membawa kartu identifikasi atau gelang yang dapat memberikan sinyal kepada pihak medis.
  • Menaruh foto-foto atau benda-benda yang bermakna di sekitar rumah.
  • Menggunakan kalender atau papan tulis untuk mengatur jadwal sehari-hari penderita di rumah, bentuklah kebiasaan pada penderita untuk selalu mencentang hal-hal yang telah diselesaikan.
  • Memastikan sepatu atau sandal yang digunakan penderita sudah cukup nyaman dan tidak selip.
  • Kurangi jumlah cermin di rumah, karena bayangan-bayangan pada cermin dapat membingungkan dan menakuti penderita Alzheimer.
  • Mengingatkan penderita untuk makan dan minum, jika penderita sulit untuk makan, Anda dapat mengganti jenis makanannya ke dalam bentuk cairan dan berkalori tinggi. 
  • Mememani dan membantu penderita untuk berolahraga secara rutin.
  • Selalu berinteraksi dengan penderita atau memasukkan penderita ke komunitas-komunitas dengan orang-orang yang mengalami hal yang serupa agar penderita dapat bersosialisasi. 
  • Lakukanlah hobi atau aktivitas-aktivitas yang dapat meningkatkan rasa senang penderita bersama penderita, seperti melukis, membaca, dan sebagainya. 
Tidak ada cara yang efektif untuk mencegah penyakit Alzheimer. Namun, Anda dapat menerapkan pola hidup yang sehat untuk mengurangi risiko mengalami Alzheimer, seperti berolahraga secara teratur, menerapkan diet dengan makanan yang segar dan rendah lemak, mengikuti penanganan yang diberikan jika Anda memiliki diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi, serta berhenti merokok. 
Jika Anda atau orang-orang tedekat Anda mengalami penurunan memori atau fungsi otak, atau mengalami gejala-gejala yang dicantumkan ke atas, segera konsultasikan ke dokter dan ahli kesehatan mental lainnya. 
Sebelum berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya, Anda dapat menyiapkan riwayat kondisi medis, kontak-kontak tim medis yang diajak berkonsultasi, semua obat-obatan dan zat-zat yang dikonsumsi, daftar gejala yang dialami, dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan ke dokter dan ahli kesehatan mental.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit Alzheimer?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis penyakit Alzheimer agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease/symptoms-causes/syc-20350447
Diakses pada 25 September 2018
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1134817-overview#a1
Diakses pada 19 Maret 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/alzheimers-disease
Diakses pada 25 September 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Berapa Batas Maksimal Minum Kopi Sehari yang Baik untuk Tubuh?

Minum kopi dalam satu hari sebaiknya tidak melebihi batas maksimal. Hasil studi terbaru menyarankan untuk tidak meminum kopi lebih dari enam cangkir dalam satu hari. Konsumsi kopi berlebihan dapat memicu penyakit jantung dan gangguan lain.
24 Jun 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Baiknya tidak minum kopi lebih dari enam cangkir sehari agar tidak menimbulkan masalah kesehatan

Studi: Terlalu Sering Konsumsi Makanan Pedas Tingkatkan Risiko Demensia

Makanan yang pedas, memang menggugah selera bagi banyak orang. Makanan pedas pun populer di Indonesia. Walau begitu, Anda harus berhati-hati. Sebab, makanan pedas ternyata berisiko meningkatkan penyakit demensia, yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif otak. Apakah Anda termasuk yang menggilai makanan pedas?
30 Jul 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Makanan pedas, seperti ayam penyet, ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit demensia

8 Manfaat Membaca Buku untuk Kesehatan, Termasuk Hilangkan Stres

Jangan pernah malu, apalagi kecil hati, jika Anda seorang kutu buku. Faktanya, manfaat membaca buku, bisa menyehatkan kesehatan fisik serta mental! Mulai dari menghilangkan stres, hingga meningkatkan kesehatan otak, mari kenali manfaat membaca buku.
09 Jan 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Meningkatkan kecerdasan menjadi salah satu manfaat membaca buku.