Alopecia Areata

Ditinjau dr. Miranda Rachellina pada 18 Mar 2019
Kebotakan di rambut kepala kemudian dapat berkembang dan menyebar menjadi lebih luas
Alopecia areata adalah kondisi hilangnya rambut karna kerontokan.

Pengertian Alopecia Areata

Alopecia diartikan sebagai kerontokan rambut (hair loss). Sedangkan alopecia areata adalah keadaan dimana seseorang mengalami kerontokan rambut dalam pola tertentu, biasanya berawal dengan membentuk pola lingkaran kecil. Selanjutnya, pola-pola kecil tersebut akan menyatu dan menjadi semakin besar, serta biasanya baru pada tahap inilah seseorang menyadari dirinya menderita alopecia areata. Kondisi ini sering terjadi pada rambut kepala, meskipun sebenarnya dapat juga terjadi pada area lain seperti kumis, alis, serta bulu mata. Alopecia areata dapat berkembang secara perlahan-lahan, maupun dapat muncul kembali pada lain waktu.

Banyaknya kerontokan rambut yang disebabkan oleh alopecia areata ini berbeda-beda pada setiap orang. Ada orang yang mengalami hanya sedikit, bahkan ada yang mengalami kerontokan rambut dalam jumlah yang banyak. Beberapa jenis alopecia areata adalah:

  • Alopecia Areata (Patchy)
    Alopecia areata atau patchy merupakan pola kerontokan rambut kepala yang biasanya berbentuk seperti koin, yaitu bulat maupun oval.
  • Persistent Patchy Alopecia Areata
    Alopecia areata jenis ini merupakan pola kerontokan rambut yang bertambah banyak seiring berjalannya waktu, namun tidak berkembang menjadi bentuk alopecia areata yang lebih parah (alopecia totalis atau alopecia universalis).
  • Alopecia Totalis
    Alopecia areata jenis ini merupakan kerontokan rambut yang terjadi pada seluruh bagian kepala.
  • Alopecia Universalis
    Alopecia areata jenis ini merupakan jenis yang lebih parah, yaitu kerontokan rambut yang tidak hanya terjadi pada seluruh bagian kepala, melainkan juga terjadi pada seluruh bagian wajah (termasuk alis dan bulu mata), serta pada seluruh bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Terdapat perbedaan pada setiap kasus alopecia areata. Akan tetapi, terdapat beberapa gejala atau tanda umum dari alopecia areata, seperti:

  • Kerontokan Rambut
    Awalnya ditandai dengan kerontokan rambut kepala dengan pola berbentuk seperti lingkaran. Biasanya disadari saat melihat segumpal rambut yang rontok pada saat bangun tidur ataupun sedang mandi.
  • Exclamation Mark Hairs
    Rambut yang berbentuk seperti tanda seru (exclamation mark hair), merupakan rambut-rambut pendek di dalam atau tepi area yang mengalami kerontokan rambut, yang mempunyai bagian menipis pada pangkal rambut sehingga menyerupai tanda seru.
  • Kebotakan yang Meluas
    Apabila terus menerus dibiarkan, kerontokan rambut pada alopecia areata biasanya akan menyebabkan terjadinya kebotakan.
  • Kerusakan Kuku
    Alopecia areata juga dapat menyebabkan dampak pada kuku-kuku jari, baik jari tangan maupun kaki sehingga membuat kuku-kuku jari menjadi tipis, mudah patah, tampak penyok (pitting), muncul bintik-bintik putih, kasar, serta menjadi tidak berkilau.

Penyebab

Alopecia areata bukan merupakan sebuah penyakit yang menular. Alopecia areata disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh sendiri (autoimun) yang menyerang sel-sel (folikel) yang terdapat pada rambut sehingga menyebabkan kerontokan rambut dalam jumlah yang cukup banyak. Penyebab gangguan sistem kekebalan tubuh pada penderita alopecia areata tersebut belum diketahui.

Diagnosis

Untuk memastikan diagnosis alopecia areata, pada tahap awal dokter akan melihat pola kerontokan rambut Anda yang meluas. Setelah itu, ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, seperti:

  • Pengambilan contoh rambut untuk kemudian dikirim pada laboratorium dan dilihat menggunakan mikroskop.
  • Pengambilan sedikit jaringan pada kulit yang mengalami kerontokan rambut (skin biopsy) untuk kemudian dilihat menggunakan mikroskop.
  • Pemeriksaan darah juga dapat dilakukan mengingat alopecia areata merupakan penyakit yang melibatkan sistem kekebalan tubuh.

Pengobatan

Alopecia areata tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kembali rambut yang mengalami kerontokan secara lebih cepat, di antaranya adalah:

  • Kortikosteroid
    Obat-obatan kortikosteroid bekerja dengan cara menekan sistem kekebalan tubuh. Penggunaan kortikosteroid pada kasus alopecia areata dapat berupa suntikan (injeksi) yang diberikan oleh dokter pada area atau bagian yang mengalami kerontokan rambut. Selain itu obat kortikosteroid dalam bentuk krim, lotion, ataupun ointment yang dapat dioleskan pada bagian kulit yang mengalami kerontokan rambut serta bentuk tablet yang dapat dikonsumsi oleh para penderita alopecia areata.
  • Minodixil
    Dalam kasus alopecia areata, obat dengan kandungan minodixil 5% yang dioleskan pada bagian yang mengalami kerontokan rambut dapat membantu. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, penggunaan minodixil biasanya dikombinasikan dengan kortikosteroid. Obat-obatan jenis ini dapat digunakan oleh anak-anak maupun dewasa dan hasilnya mulai tampak setelah penggunaan rutin selama kurang lebih 3 bulan. Setelah hasil pengobatan mulai terlihat, penggunaan minodixil dapat dihentikan untuk mengurangi risiko efek samping.
  • Anthralin
    Obat jenis ini bekerja dengan cara mengubah fungsi dari sistem kekebalan pada kulit. Penggunaan anthralin dalam kasus alopecia areata disebut dengan short-contact therapy, yaitu dengan mengoleskannya pada bagian kulit yang mengalami kerontokan rambut, kemudian didiamkan selama kurang lebih 20-60 menit (1 jam). Setelah itu, anthralin dibilas untuk mencegah terjadinya resiko terjadinya iritasi kulit.
  • Diphencyprone (DCP)
    Penggunaan obat ini hampir sama dengan obat-obatan alopecia areata yang lain, yaitu dengan cara dioleskan pada bagian kulit yang mengalami kerontokan rambut. Akan tetapi, diphencyprone dapat menyebabkan sedikit reaksi alergi berupa kemerahan, bengkak, dan rasa gatal.

Penggunaan obat-obatan untuk menanggulangi alopecia areata umumnya menggunakan dua macam obat agar mendapatkan hasil yang lebih efektif. Terdapat perbedaan pada setiap kasus alopecia areata. Dalam beberapa kasus, rambut yang rontok dapat tumbuh kembali kemudian mengalami kerontokan kembali. Namun beberapa kasus lain yang terjadi adalah rambut yang rontok akan tumbuh kembali dan tidak mengalami kerontokan yang berulang.

Pencegahan

Tidak terdapat cara spesifik untuk mencegah timbulnya alopecia areata. Seringkali, para penderita alopecia areata juga dapat mengalami pertumbuhan rambut kembali tanpa perawatan atau mengonsumsi obat apapun. Sebaliknya, meskipun melakukan perawatan dan mengonsumsi obat-obatan, kerontokan rambut dapat kembali terjadi.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Apabila Anda mulai merasakan kerontokan rambut dalam jumlah yang tidak wajar dalam jangka waktu yang pendek, segeralah konsultasikan ke dokter. Dokter yang menangani masalah alopecia areata adalah dokter kulit (dermatologis). 

Referensi

AAD. https://www.aad.org/public/diseases/hair-and-scalp-problems/alopecia-areata
Diakses pada 13 Desember 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/alopecia-areata
Diakses pada 13 Desember 2018

NAAF. https://www.naaf.org/alopecia-areata/types-of-alopecia-areata
Diakses pada 13 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/alopecia-areata#1
Diakses pada 13 Desember 2018

Back to Top