Darah dalam tubuh kita terbentuk dari unsur asam dan basa. Keduanya harus dalam keadaan seimbang.

Bila terjadi ketidakseimbangan asam basa dalam tubuh, kondisi ini akan menimbulkan masalah kesehatan. Salah satunya alkalosis. 

Asam basa semua larutan termasuk darah diindikasikan dengan ukuran pH. Ukuran ini bervariasi dari angka 0 (sangat asam) sampai 14 (sangat basa). Sementara angka pH darah normal adalah 7,35-7,45.

Pada kondisi normal, darah manusia memiliki unsur basa yang lebih tinggi dibandingkan asam. Namun bila kondisi basa sudah berlebihan, terjadilah kondisi yang disebut alkalosis. 

Berdasarkan penyebabnya, terdapat empat macam alkalosis. Mulai dari alkalosis respiratorik (pernapasan), alkalosis metabolik, alkalosis hipokloremik, dan alkalosis hipokalemik.

Gejala alkalosis bervariasi sesuai derajat keparahannya. Mulai dari ringan hingga berat.

Gejala alkalosis ringan

  • Mual.
  • Sensasi kebas atau mati rasa.
  • Spasme atau kejang otot yang berkepanjangan.
  • Kedutan pada otot.
  • Tangan gemetaran.

Gejala alkalosis berat

Penyebab alkalosis adalah terlalu rendahnya kadar karbondioksida dalam darah atau peningkatan kadar bikarbonat darah. Berikut pemicunya berdasarkan jenisnya:

Alkalosis respiratorik 

Alkalosis respiratorik adalah keadaan di mana kadar karbondioksida dalam darah terlalu rendah, sehingga menyebabkan pH darah menjadi basa. Penyebabnya bisa meliputi:

  • Demam.
  • Berada di ketinggian.
  • Kurang mendapat oksigen.
  • Penyakit hati.
  • Penyakit paru yang menyebabkan pernapasan menjadi lebih cepat.
  • Keracunan aspirin.

Alkalosis metabolik

Alkalosis metabolik terjadi akibat terlalu banyaknya bikabonat dalam darah. Kondisi ini biasanya muncul karena gangguan fungsi ginjal

Alkalosis hipokloremik

Alkalosis hipokloremik disebabkan oleh terlalu sedikitnya senyawa klorida dalam darah, yang terjadi akibat muntah-muntah berkepanjangan. 

Alkalosis hipokalemik

Alkalosis hipokalemik terjadi sebagai respons ginjal terhadap kadar kalium dalam tubuh yang terlalu rendah. Kondisi ini dapat terjadi pada penggunaan pil diuretik.

Dokter akan memulai diagnosis alkalosis dengan mengajukan beberapa pertanyaan seputar keluhan dan gejala yang Anda rasakan. Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. 

Untuk mendiagnosis alkalosis, dokter akan mengajurkan pemeriksaan darah dan urine.

Dokter akan mengevaluasi nilai pH dan kadar karbondioksida serta bikarbonat lewat hasil tes darah Anda. Untuk menegakkan diagnosis dan mengetahui penyebab alkalosis, dokter juga akan menganjurkan pemeriksaan kadar elektrolit dari sampel darah maupun urine.

Penanganan alkalosis akan disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut contohnya:

  • Pada alkalosis respiratorik akibat napas cepat karena kecemasan, penanganannya adalah dengan bernapas lebih dalam dan lambat.
  • Bila hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar oksigen yang rendah, kondisi ini akan ditangani dengan pemberian oksigen melalui masker napas.
  • Untuk alkalosis karena kekurangan zat kimiawi (seperti klorida atau kalium), dokter akan memberikan obat atau suplemen guna menggantikan zat yang telah hilang tersebut.

Pencegahan alkalosis dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Mulai dari konsumsi makanan sehat dan seimbang, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar tidak dehidrasi. 

Memilih makanan tinggi nutrisi dan kalium dapat mencegah terjadinya kekurangan elektrolit. Bahan-bahan pangan bernutrisi tinggi dan kaya kalium meliputi wortel, pisang, susu, kacang-kacangan, bayam, dan banyak lagi.

Selain makanan, Anda juga perlu memenuhi kecukupan cairan untuk mencegah dehidrasi. Pasalnya, dehidrasi juga bisa menyebabkan alkalosis.

Pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan cara-cara berikut:

  • Minum 8-10 gelas (2 liter) cairan per hari.
  • Minum air sebelum, selama, dan setelah berolahraga.
  • Konsumsi minuman yang mengandung elektrolit sehabis melakukan olahraga dengan intensitas berat.
  • Hindari soda atau jus yang tinggi gula. Keduanya dapat menyebabkan dehidrasi semakin buruk.
  • Kurangi konsumsi kafein. Tak hanya kopi, soda, cokelat, dan teh juga bisa mengandung kafein.

Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala alkalosis. Namun Anda harus segera ke rumah sakita untuk mendapatkan penanganan secepatnya jika muncul gejala-gejala di bawah ini:

Saat gejala alkalosis pertama kali terasa, Anda mungkin ke dokter umum dulu. Bila mencurigai kondisi alkalosis, dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis. Jenis dokter spesialis yang akan disarankan tergantung penyebab alkalosis yang Anda alami.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan? 
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis alkalosis dan mencari tahu penyebabnya. Dengan ini, penanganan yang tepat pun bisa diberikan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/alkalosis
Diakses pada 28 Oktober 2019

Merck Manuals. https://www.merckmanuals.com/home/hormonal-and-metabolic-disorders/acid-base-balance/alkalosis
Diakses 28 Oktober 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001183.htm
Diakses 28 Oktober 2019

Artikel Terkait