Kulit & Kelamin

Alis Tipis

22 May 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Alis Tipis
Alis tipis kerap memengaruhi kepercayaan diri seseorang
Alis tipis dapat menyebabkan masalah bagi sebagian orang, khususnya dari segi kecantikan. Alis terdiri dari rambut tebal yang pendek dengan fungsi melindungi mata dari tetesan keringat dan zat lain yang dapat mengganggu penglihatan.Kontur, posisi, dan gerakan alis juga merupakan fitur penting dalam ekspresi wajah. Letaknya yang membingkai wajah dapat menonjolkan bentuk mata dan menyelaraskan wajah. Karena itu, kebanyakan orang menganggap bentuk alis memengaruhi daya tarik wajah.Maka dari itu, alis yang tipis berpotensi menyebabkan terganggunya berbagai fungsi alis tersebut. Tak jarang pula, seseorang menjadi kurang percaya diri tanpa hadirnya alis yang tebal. Terdapat berbagai kondisi yang memicu alis tipis, dari keturunan hingga kondisi medis tertentu. Untuk mengatasinya, penyebabnya harus diketahui terlebih dulu. 
Banyak sekali kondisi yang bisa menjadi penyebab alis tipis atau rontok. Beberapa kondisi ini meliputi:1. Proses penuaanSeiring bertambahnya usia, sama seperti rambut di area lainnya, penipisan atau kerontokan dapat terjadi pada alis. Saat seseorang mengalami penuaan, sejumlah folikel rambut berhenti memproduksi rambut, rambut berubah warna menjadi putih atau abu, dan batang rambut menjadi lebih tipis hingga akhirnya terlepas.2. Penyakit tiroidPenyakit tiroid adalah penyebab umum kerontokan pada alis yang membuatnya jadi tipis. Pasalnya, kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Ketika kelenjar ini memproduksi terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroidisme) atau menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid (hipotiroidisme), keseimbangan kimiawi tubuh akan terganggu. Akibatnya, berbagai fungsi kerja tubuh dapat terpengaruh, termasuk pertumbuhan alis. 3. Alopecia areataAlopecia areata adalah gangguan autoimun yang menyerang folikel rambut, sehingga mengakibatkan kerontokan rambut. Kerontokan rambut ini dapat berbeda-beda pada tiap orang, tergantung pada jenisnya. Alopecia universalis merupakan jenis alopecia yang lebih parah karena rambut rontok terjadi pada seluruh bagian wajah, termasuk alis dan bulu mata.Suatu penelitian yang diterbitkan oleh British Journal of Dermatology melaporka bahwa jenis alopecia lain, yakni frontal fibrosing alopecia, dapat menjadi penyebab alis tipis akibat kerontokan. 3. LupusLupus adalah jenis penyakit autoimun kronis yang memicu radang pada berbagai bagian tubuh. Umumnya, penyakit ini ditandai dengan luka di kulit, jaringan parut, serta kerontokan pada rambut wajah dan alis. Oleh karena itu, tak jarang penderita lupus memiliki alis yang tipis. 4. Eksim atopikDermatitis atopik atau yang biasa dikenal sebagai eksim adalah penyakit kulit yang umumnya dipicu oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu sensitif. Kondisi ini juga bisa mengganggu pertumbuhan rambut karena folikel rambut tertanam pada kulit, termasuk pertumbuhan alis. 5. PsoriasisPsoriasis adalah penyakit kulit dengan gejala khas berupa kulit bersisik kemerahan, kering, dan kasar seperti kerak yang mengelupas. Sama halnya dengan eksim, psoriasis yang terjadi di area wajah juga dapat mengganggu proses pertumbuhan rambut alis. 6. Dermatitis seboroikDermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang menyebabkan peradangan pada daerah dengan kelenjar minyak (kelenjar sebacea) seperti kulit kepala. Penyakit ini juga bisa menyerang area tubuh, seperti wajah, hidung, alis, telinga, lipatan mata, dan dada. 7. Dermatitis kontakDermatitis kontak adalah tipe eksim yang dipicu oleh kontak dengan alergen atau iritan toksik. Jika area di dekat alis dipengaruhi oleh kondisi ini, peradangan dapat menghambat pertumbuhan rambut.8. Tinea capitisTinea capitis adalah infeksi jamur pada kulit kepala atau batang rambut. Kondisi ini menyebabkan munculnya bercak merah melingkar yang terasa gatal dan bersisik. Ketika bercak-bercak tersebut muncul di atas alis, rambut alis akan rontok dan meninggalkan area alis yang pitak.9. Kekurangan nutrisiMakanan memiliki dampak besar pada kesehatan kulit dan rambut. Pasalnya, tubuh membutuhkan nutrisi tertentu untuk menciptakan rambut yang sehat.Menurut studi yang diterbitkan oleh Dermatology Practical & Conceptual, kurangnya kadar zat zinc dan asam lemak dapat menyebabkan kerontokan rambut alis. Sementara zat-zat lain yang diketahui dapat menyebabkan menipisnya alis akibat pertumbuhannya yang terhambat meliputi biotin, vitamin A, E, B12, dan D, dan zat besi.9. Efek samping obat-obatanObat-obatan tertentu memiliki efek samping berupa kerontokan rambut yang juga dapat mempengaruhi alis. Obat-obatan ini meliputi:
  • Acitretin yang digunakan untuk mengobati kondisi kulit seperti psoriasis
  • Asam valproat untuk mengobati kejang dan gangguan bipolar
  • Kemoterapi
10. Penyakit genetikMeski bukan merupakan penyebab alis tipis yang umum, kondisi genetik tertentu dapat berkontribusi dalam kerontokan rambut alis. Kondisi tersebut meliputi:
  • Displasia ektodermal yang sering ditandai dengan alis dan bulu mata yang tipis atau botak
  • Sindrom Netherton yang dapat menyebabkan rambut alis menjadi rapuh, mudah patah hingga menipis.
11. KustaKusta atau lepra adalah penyakit kulit yang menyebabkan pembengkakan kulit. Gejala lain yang umum dari penyakit ini adalah kerontokan rambut di seluruh tubuh, termasuk alis. 12. Stres dan kecemasanSuatu penelitian membuktikan bahwa stres dan kecemasan dapat mengurangi oksigen dalam folikel rambut serta mengganggu kadar hormon, yang mampu menimbulkan kerontokan pada alis mata.14. Kehamilan dan persalinanKehamilan dan persalinan dapat membuat hormon dan aspek kimiawi tubuh lain mengalami fluktuasi tidak menentu. Kondisi ini kemudian akan mengacaukan siklus pertumbuhan rambut yang berujung pada kerontokan rambut, termasuk alis mata.15. TrikotilomaniaTrikotilomania adalah gangguan mental yang menyebabkan penderita merasakan dorongan tidak tertahankan untuk mencabut rambut yang terdapat di kepala, alis, atau pada area lain tubuh. Akibatnya, area rambut yang dicabut bisa cedera dan akhirnya rambut berhenti tumbuh. 16. Pemakaian makeup secara berlebihanRiasan tebal yang tidak dibersihkan dengan sempurna di area alis juga dapat memicu kerusakan pada area alis, terutama bila ini telah menjadi kebiasaan. Kerusakan ini bisa menyebabkan terganggunya proses pertumbuhan alis. 17. En coup de sabreEn coup de sabre adalah bentuk dari skleroderma yang merupakan penyakit autoimun. Penyakit ini dapat memicu pengerasan dan penebalan pada kulit. Pada beberapa kasus yang lebih parah, kondisi ini bisa menimbulkan jaringan parut di dahi, yang memicu kerontokan rambut di area tersebut.18. Sindrom Graham-LittleSindrom Graham-Little adalah varian dari lichen planopilaris yang dapat menghancurkan folikel rambut dan menggantinya dengan jaringan parut. Akibatnya, kerontokan rambut permanen bisa terjadi. Jika terjadi di area alis, rambut alis pun bisa menipis dan botak. 19. Sindrom Parry-RombergSindrom Parry-Romberg adalah penyakit langka yang menyebabkan penyusutan jaringan kulit. Menipisnya alis mata merupakan salah satu gejalanya.20. Penyakit Vogt-Koyanagi-HaradaPenyakit Vogt-Koyanagi-Harada merupakan kelainan langka yang mempengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk mata, telinga, kulit, dan sumsum tulang belakang. Gejalanya yang paling terlihat adalah kehilangan penglihatan yang cepat dan hilangnya rambut, termasuk alis.21. Penyebab lainPenyebab lain yang lebih jarang, tapi dapat menyebabkan alis tipis meliputi paparan radiasi, amiloidosis, sarkoidosis, luka bakar akibat zat kimia, karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, serta sipilis.22. MadarosisMadarosis adalah alis rontok yang disebabkan oleh infeksi bakteri (Staphylococcus dan sifilis), jamur, atau virus seperti herpes simpleks dan HIV. Gejalanya kemerahan atau gatal, tergantung pada alis.
Alis tipis dapat diatasi dengan berbagai cara. Anda bisa melakukan perawatan untuk menebalkan alis, baik secara alami maupun dengan perawatan medis. Sementara untuk alis tipis yang disebabkan oleh kondisi medis, penanganannya diberikan berdasarkan penyebabnya. Beberapa cara mengobati alis tipis yang paling umum meliputi:
  • Minoxidil adalah obat topikal yang dijual bebas. Obat ini bekerja dengan memulihkan pertumbuhan rambut yang terhambat karena penyebab yang berhubungan dengan hormon.
  • Kortikosteroid dalam bentuk obat oles, suntik, atau pil, yang bisa digunakan untuk menangani alopecia areata, eksim, dermatitis, atau psoriasis, dengan mengurangi peradangan dan respons sistem imun.
  • Agen sensitisasi dalam bentuk obat oles yang biasanya diberikan untuk mengatasi kerontokan alis dengan memunculkan respons alergi, yang mendorong pertumbuhan rambut.
  • Akupunktur yang dapat merangsang sirkulasi tubuh dan dipercaya bisa meringankan alopecia areata.
  • Minyak jarak yang telah lama digunakan untuk menumbuhkan rambut berkat kandungan asam lemak omega-6 dan asam risinoleat di dalamnya.
  • Anthralin yang sering diresepkan untuk mengatasi alis tipis akibat peradangan.
  • Suplemen nutrisi dengan antioksidan, asam lemak omega-3, dan asam lemak omega-6 yang efektif untuk melawan kerontokan rambut pada wanita atau pria.
  • Hormon perangsang tiroid, estrogen, atau testosteron yang biasanya diresepkan untuk mengatasi alis tipis akibat gangguan hormon.
  • Transplantasi alis yang melibatkan pengambilan folikel rambut dari kulit kepala atau telinga, lalu ditempelkan pada kulit alis yang tipis atau botak. 
  • Sulam alis (microblading), yakni prosedur kecantikan untuk memasukkan pigmen berwarna dengan tekstur yang menyerupai rambut alis.
Berkonsultasilah pada dokter  jika alis tipis telah menimbulkan kondisi berikut:
  • Menurunkan rasa percaya diri sehingga mengganggu kualitas hidup
  • Terjadi secara mendadak
  • Kerontokan rambut juga terjadi di bagian lain tubuh
  • Diserta gejala lain, seperti peradangan, kemerahan, atau gatal-gatal yang tidak kunjung hilang 
International Journal of Trichology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3358936/
Diakses pada 9 Mei 2022
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325416#when-to-see-a-doctor
Diakses pada 9 Mei 2022
Journal of Drugs in Dermatology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24385126/
Diakses pada 9 Mei 2022
Healthline. https://www.healthline.com/health/sparse-eyebrows
Diakses pada 9 Mei 2022
Healthline. https://www.healthline.com/health/why-do-we-have-eyebrows
Diakses pada 9 Mei 2022
Healthline. https://www.healthline.com/health/eyebrow-hair-loss
Diakses pada 9 Mei 2022
Department of Ophthalmology and Vision Science The University of Arizona. https://disorders.eyes.arizona.edu/category/clinical-features/sparse-eyebrows
Diakses pada 9 Mei 2022
British Journal of Dermatology. https://www.researchgate.net/publication/303086598_Isolated_eyebrow_loss_in_frontal_fibrosing_alopecia_Relevance_of_early_diagnosis_and_treatment
Diakses pada 9 Mei 2022
Dermatology Practical & Conceptual. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5315033/
Diakses pada 9 Mei 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email