Penyakit Lainnya

Alis Rontok

30 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Alis Rontok
Alis rontok dapat mempengaruhi laki-laki maupun perempuan
Sama seperti rambut yang berada di atas kepala, rambut alis juga dapat berhenti tumbuh atau rontok sehingga kelihatan berkurang. Alis rontok dalam istilah medis, disebut juga sebagai hipotrikosis atau madarosis alis. Kondisi ini dapat mempengaruhi laki-laki maupun perempuan.Alis dapat rontok secara merata sehingga kelihatan tipis atau rontok secara seluruhnya pada satu bagian. Selain alis rontok, gejala lain yang biasanya muncul adalah rasa gatal, kulit kering, serta rontok atau hilangnya rambut pada bagian tubuh lain.Penyebab dari alis rontok bermacam-macam jenisnya. Mulai dari ketidakseimbangan hormon, pola makan tertentu hingga sebagai gejala beberapa penyakit kulit. Mengetahui penyebabnya adalah langkah utama guna mendapatkan perawatan alis atau bulu mata rontok yang paling tepat.
Sejumlah kondisi berikut dapat menjadi penyebab alis rontok, di antaranya adalah:

1. Proses penuaan  

Seiring bertambahnya usia, rambut pada bagian-bagian tubuh seperti alis dan bulu mata dapat menjadi rontok. Saat tubuh menua, folikel rambut pada beberapa bagian tubuh akan secara alami berhenti memproduksi rambut. Selain itu, tekstur batang rambut yang masih ada juga bisa menjadi semakin halus. Rambut tersebut juga dapat berubah warna menjadi putih atau abu-abu. Jika alis atau bulu mata rontok pada usia tua, maka ini adalah bagian dari proses penuaan normal.

2. Ketidakseimbangan hormon

Ketidakseimbangan pada hormon tiroid dapat menyebabkan alis rontok. Hal tersebut dapat terjadi karena dipicu oleh berbagai kondisi, seperti:
  • Hipertiroidisme, yaitu kondisi yang terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak hormon tiroid.
  • Hipotiroidisme, yakni kondisi yang terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu sedikit hormon tiroid.
Alis rontok akibat gangguan pada kelenjar tiroid biasanya hanya bersifat sementara sampai kadar hormon tiroid kembali normal.

3. Penyakit autoimun

Penyakit autoimun adalah penyakit yang ditimbulkan ketika sistem imun tubuh menyerang sel sehat dalam tubuh, termasuk sel sehat yang berfungsi menjaga pertumbuhan rambut. Akibatnya, rambut pada berbagai bagian tubuh dapat menipis atau rontok. Beberapa penyakit autoimun yang diketahui menyebabkan rontoknya rambut yaitu:
  • Alopecia areata yang dapat menyebabkan rambut pada berbagai bagian tubuh termasuk alis menjadi rontok. Pada kondisi ini, rambut rontok pada bagian-bagian yang tak menentu.
  • Alopecia frontal fibrosing, merupakan salah satu tipe alopecia yang biasanya menyerang wanita yang telah memasuki usia menopause. Sebanyak 39% penderita kondisi ini mengalami kerontokan alis terlebih dahulu dibandingkan rambut lainnya. Pada tahap yang lebih lanjut, kerontokan akan meluas ke rambut yang berada di atas kepala hingga berkembang menjadi kebotakan.
  • Alopecia universalis, merupakan kondisi di mana semua rambut pada tubuh menjadi rontok.
  • Lupus diskoid erythematosus, penyakit autoimun kronis ini biasanya ditandai dengan luka pada kulit serta rontoknya rambut pada area wajah, termasuk alis.

4. Penyakit kulit

Sehatnya kulit berperan penting bagi kesehatan rambut dikarenakan folikel rambut terletak di bawah kulit. Penderita penyakit kulit tertentu dapat mengalami kerontokan pada alis mereka akibat adanya peradangan kulit, kulit kering, serta mengusap atau menggaruk area di sekitar alis.Penyakit kulit yang dapat menyebabkan rontoknya alis antara lain adalah:
  • Dermatitis atopik (eczema), yaitu kondisi peradangan pada kulit yang menimbulkan rasa gatal pada kulit, kemerahan, serta iritasi.
  • Psoriasis, kondisi di mana jaringan kulit terlalu cepat memperbanyak sel. Kondisi ini ditandai dengan bintik merah, tebal, berkerak, serta nyeri pada kulit. Bercak psoriasis dapat mengahalangi folikel rambut dan akhirnya mengganggu pertumbuhan rambut.
  • Dermatitis seboroik, kondisi yang disebabkan oleh jamur atau minyak yang diproduksi secara berlebih dalam kulit. Akibatnya dapat tumbuh ketombe pada rambut, termasuk rambut alis.
  • Dermatitis kontak, merupakan kondisi yang terjadi sebagai reaksi alergi antara kulit dengan suatu alergen (zat pemicu alergi). Kondisi ini dapat memengaruhi berbagai area kulit pada tubuh. Jika mempengaruhi area alis, peradangan bisa terjadi yang kemudian akan menghambat pertumbuhan rambut.

5. Kekurangan nutrisi

Makanan yang dimakan seseorang juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan kulit dan rambut. Pasalnya, tubuh juga memerlukan beberapa nutrisi tertentu untuk memproduksi rambut yang sehat. Jika tubuh sampai kekurangan nutrisi, maka rambut pada bagian tubuh seperti alis atau bulu mata dapat rontok karena kurangnya bahan untuk menjaga pertumbuhan rambut yang sehat.Berbagai bentuk kurangnya nutrisi pada tubuh tersebut antara lain:
  • Kekurangan asam lemak. Nutrisi ini didapat dari ikan, kacang-kacangan, serta biji-bijian.
  • Kekurangan biotin (B-7). Nutrisi ini berasal dari banyak makanan seperti daging, ikan, telur, daging pada organ hewani (misalnya hati), kacang-kacangan dan biji-bijian, serta sayur-sayuran tertentu (kentang manis, bayam, dan brokoli).
  • Kekurangan zinc. Zinc biasa didapatkan dari banyak makanan seperti daging hewani (mulai dari hewan besar seperti sapi, unggas, sampai kerang-kerangan), kacang-kacangan, serta produk olahan susu.
  • Kekurangan vitamin A. Vitamin A banyak ditemukan pada daging, ikan, telur, produk olahan susu, sayur berwarna merah, hijau, kuning, dan jingga.

6. Efek samping dari pengobatan tertentu

Beberapa metode pengobatan serta obat-obatan tertentu memiliki efek samping berupa kerontokan rambut, termasuk rambut alis. Obat-obatan tersebut di antaranya adalah:
  • Asitretin, obat retinoid yang digunakan orang untuk mengobati penyakit kulit seperti psoriasis.
  • Asam valproik, obat antikonvulsan yang mengobati kejang-kejang serta kondisi bipolar.
  • Pengobatan kemoterapi, dikarenakan pengobatan ini ditujukan untuk menyerang semua sel yang cepat membelah diri. Selain sel kanker, folikel rambut juga memiliki kemampuan untuk memperbanyak sel sehingga bisa menjadi target dari pengobatan ini.

7. Kondisi genetik

Kondisi genetik jarang menyebabkan alis rontok, tapi terdapat sejumlah kasus yang melaporkan bahwa kerontokan terjadi akibat hal ini. Beberapa kelainan genetik tersebut meliputi:
  • Displasia ektodermal, yakni sekumpulan kondisi yang mempengaruhi kulit, rambut, kuku, serta gigi, dan dapat mengakibatkan rambut, termasuk alis yang jarang atau bahkan sampai botak.
  • Sindrom Netherton. Kondisi bawaan lahir ini dapat mempengaruhi kulit, rambut, serta sistem imun. Akibatnya, rambut pada tubuh menjadi rapuh dan mudah patah.

8. Sifilis

Sifilis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Gejala umum dari sifilis adalah munculnya luka di kelamin, dubur, dan mulut juga kerontokan rambut.

9. Sarkoidosis

Sarkoidosis terjadi ketika ada pertumbuhan abnormal dari sel-sel radang yang membentuk massa pada berbagai organ di seluruh tubuh. Semakin besar kumpulan sel radang ini, maka semakin terlihat sebagai benjolan pada kulit. Salah satu gejala dari kondisi ini adalah kerontokan rambut pada berbagai bagian tubuh.

10. Ringworm (Tinea capitis)

Ringworm adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Kondisi ini dapat menimbulkan bercak merah pada kulit. Bercak tersebut bentuknya mirip seperti cincin yang biasanya akan membengkak, terasa gatal, serta dapat melepuh. Bercak tersebut juga dapat muncul di sekitar alis, dan ketika hal itu terjadi, rambut alis akan rontok sampai menjadi botak pada bagian tertentu.

11. Penyakit Hansen’s

Kondisi ini disebabkan oleh bakteri yang ditandai munculnya luka pada kulit di seluruh tubuh. Selain itu, kerontokan rambut pada seluruh tubuh, rasa kaku, serta rasa lemah pada anggota tubuh seperti tangan atau kaki juga dapat terjadi.

12. Stres

Rasa stres atau gelisah berlebihan dapat menimbulkan perubahan fisik seperti kurangnya pasokan oksigen pada folikel rambut serta kadar hormon yang naik-turun. Kedua hal ini merupakan pemicu rontoknya rambut termasuk pada alis.

13. Kehamilan dan persalinan

Kehamilan dan persalinan dapat mengacaukan peredaran hormon pada tubuh. Akibatnya, pertumbuhan rambut pun dapat terganggu.

14. Telogen effluvium

Kondisi ini juga dapat mengakibatkan perubahan hormon dalam tubuh. Hasilnya, proses pertumbuhan rambut dapat terjadi dan menyebabkan rontoknya rambut.

15. Sering mencabuti rambut atau penggunaan produk makeup secara berlebihan

Mencabuti rambut akan menimbulkan cedera kecil yang memicu terhentinya pertumbuhan rambut pada area yang dicabuti. Kerusakan yang sama juga dapat ditimbulkan oleh penggunaan makeup secara berlebihan dalam waktu yang lama.
Saat rambut alis, bulu mata, atau rambut pada bagian tubuh yang lain rontok secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya Anda segera menemui dokter. Diagnosis dari dokter diperlukan agar dapat menentukan perawatan yang tepat bagi alis rontok.
Healthline. https://www.healthline.com/health/eyebrow-hair-loss
diakses pada 26 Juni 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325416
diakses pada 26 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email