Alergi Lingkungan

Ditinjau dr. Widiastuti pada 02 Apr 2019
Alergi lingkungan memiliki gejala yang mirip seperti gejala flu yaitu bersin, pilek, sesap napas dan gatal-gatal.
Penderita asma biasanya akan mengalami gejala yang lebih berat dalam merespon zat-zat yang dapat menyebabkan alergi lingkungan.

Pengertian Alergi Lingkungan

Alergi lingkungan adalah respon dari sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu di sekitar Anda yang biasanya tidak berbahaya. Gejala alergi bersifat individual. Namun, gejala alergi lingkungan pada umumnya berupa bersin, batuk, dan kelelahan.

Menurut American Academy of Allergy, Asthma and Immunology, penderita alergi lingkungan cukup banyak di dunia, yaitu sekitar 40 persen dari total penduduk. Oleh karena itu, mari ketahui lebih lanjut cara mengidentifikasi, mengobati, dan mencegah alergi lingkungan.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala-gejala alergi lingkungan bisa menyerupai gejala penyakit flu, tapi pemicunya berbeda. Virus menyebabkan pilek, sedangkan alergi adalah reaksi yang disebabkan oleh respons dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat atau bahan tertentu di sekitar Anda.

Beberapa gejala alergi lingkungan adalah:

  • Bersin
  • Hidung berair/pilek
  • Sesak napas
  • Gatal-gatal
  • Sakit kepala
  • Mengi
  • Kelelahan

Jika menderita asma, gejala Anda mungkin lebih berat dan bahkan mungkin dapat mengancam jiwa. Jika mengalami alergi musiman (Seasonal Allergy), gejala Anda mungkin lebih buruk pada waktu tertentu selama setahun.

Penyebab

Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun biasanya menghasilkan protein yang dikenal sebagai antibodi, untuk melawan benda asing (alergen) seperti virus atau bakteri. Namun, beberapa sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat yang seharusnya tidak menyebabkan reaksi alergi. Reaksi sistem kekebalan tubuh tersebut berupa pelepasan sejumlah zat kimia ke dalam aliran darah. Misalnya histamin, inilah yang dapat menimbulkan gejala alergi.

Identifikasi terhadap alergen adalah langkah pertama dalam melakukan tindakan pengobatan. Kelima alergen lingkungan ini adalah yang paling sering dikeluhkan.

  1. Tungau debu
    Tungau debu adalah salah satu alergen di dalam ruangan yang paling umum. Tungau debu merupakan binatang kecil yang biasanya hidup di perabotan dan kasur di rumah. Jika memiliki alergi terhadap tungau debu, gejala Anda mungkin lebih buruk di musim semi dan musim panas. Itu karena tungau debu lebih menyukai lingkungan yang hangat dan lembap seperti pada saat musim semi dan panas.
  1. Serbuk sari (pollen)
    Serbuk sari juga merupakan salah satu alergen yang paling umum. Jika alergi terhadap serbuk sari, Anda dapat mengalami gejala berupa bersin, mata berair, atau tenggorokan gatal, yang mungkin lebih buruk selama musim semi dan akhir musim gugur ketika jumlah serbuk sari meningkat di lingkungan.
  1. Bulu hewan peliharaan
    Bulu hewan peliharaan dan air liur peliharaan merupakan alergen. Gejala-gejala alergi hewan peliharaan dapat meliputi bersin, gatal, batuk, serta biduran. Anda mungkin mengalami gejala-gejala tersebut jika berada di sekitar hewan, atau jika di rumah maupun mobil bersama dengan hewan. Anda bahkan dapat mengalami gejala jika berada di dekat orang lain dengan bulu hewan yang menempel pada pakaiannya.
  1. Jamur
    Spora jamur dapat menyebabkan reaksi alergi ringan hingga berat, jika Anda memiliki alergi terhadap jamur. Gejala alergi jamur berupa batuk, sesak napas, bersin, dan gatal pada kulit. Jamur tumbuh dengan baik di lingkungan yang lembap, sehingga gejala Anda mungkin lebih buruk pada bulan-bulan dengan cuaca yang lembap. Jamur juga biasanya ditemukan di ruangan gelap maupun tertutup seperti basement dan kamar mandi.
  1. Asap rokok
    Asap rokok dapat mengiritasi dan memperburuk gejala alergi pada banyak orang. Hindari merokok maupun asap rokok, terutama jika Anda memiliki alergi.

Diagnosis

Jika mencurigai adanya alergi lingkungan pada diri Anda, segera temui dokter. Dalam pemeriksaan, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai gejala, riwayat medis pribadi dan keluarga Anda. Dengan informasi yang Anda berikan, bersama dengan hasil dari tes alergi, dokter dapat mengidentifikasi alergen spesifik yang mungkin menyebabkan gejala alergi pada Anda.

Anda bisa diminta untuk menjalani tes kulit maupun tes darah, untuk menemukan pemicu alergi. Salah satu metodenya adalah uji tusuk kulit (skin prick test). Dalam tes ini, dokter menempatkan setetes kecil alergen pada kulit. Tujuannya, untuk menemukan zat pemicu alergi. Dokter mungkin juga meminta Anda menjalani diet eliminasi, jika mencurigai adanya makanan tertentu yang menyebabkan alergi.

Tes alergi dapat mengindektifikasi alergen pemicu alergi. Setelah mengidentifikasi alergen, dokter dapat meresepkan obat dan memberikan saran untuk perawatan selanjutnya.

Pengobatan

Setelah melakukan diagnosis, dokter dapat merekomendasikan obat untuk mengobati gejala alergi. Salah satunya adalah antihistamin, yang dijual bebas di apotek. Antihistamin menghambat pelepasan zat kimia histamin yang menghasilkan gejala alergi. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi gejala ringan alergi lingkungan maupun reaksi tubuh terhadap alergien. Sebelum terpapar oleh alergen, minumlah antihistamin terlebih dahulu untuk membantu mencegah reaksi. Yang termasuk antihistamin adalah loratadine, cetirizine dan desloratadine.

Beberapa obat-obatan tersebut dapat menyebabkan kantuk. Pastikan untuk membaca label peringatan dan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui obat yang sesuai untuk kondisi Anda. Cetirizine dan loratadine adalah dua antihistamin umum yang tidak terlalu menyebabkan kantuk. Jika Anda mengalami alergi berat, dokter mungkin meresepkan obat khusus.

Anda mungkin direkomendasikan untuk menjalani imunoterapi alergi, yang juga disebut desensitisasi atau hipo-sensitisasi atau allergy shots. Imunoterapi alergen menggunakan sejumlah suntikan yang diberikan selama beberapa tahun. Suntikan alergi dapat memperbaiki dan mengurangi gejala dalam jangka waktu yang lama.

Pencegahan

Mencegah paparan alergen dapat menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk mengontrol gejala alergi. Anda mungkin juga dapat mengelola atau mengurangi gejala Anda dengan melakukan langkah-langkah berikut ini di rumah.

  1. Memasang filter udara
    Filter udara bekerja dengan cara memerangkap alergen dan polutan sebelum memasuki rumah. Jadi, kualitas udara dalam ruangan bisa meningkat. Pilih filter udara dengan spesifikasi high-efficiency particulate air (HEPA) dan pasang pada ventilasi. Filter HEPA dapat menangkap lebih banyak alergen dibanding filter udara lain. Anda juga dapat membeli penyedot debu (vacuum cleaner) dengan filter HEPA, untuk membantu mengurangi alergen di dalam rumah Anda.
  1. Membersihkan tempat tidur dari alergen
    Cuci seprai dan sarung bantal, serta lakukan penyedotan debu setidaknya seminggu sekali, untuk mengurangi paparan terhadap alergen. Anda dapat mencuci tempat tidur Anda menggunakan air panas untuk menghilangkan lebih banyak jenis alergen.
  1. Perhatikan jendela
    Menjaga jendela tetap tertutup dapat membantu mengurangi jumlah alergen lingkungan di rumah Anda, terutama pada siang hari, ketika jumlah serbuk sari cukup tinggi. Salah satu ruangan di rumah Anda yang secara teratur harus dibuka jendelanya adalah kamar mandi. Bukalah jendela atau nyalakan ventilasi kamar mandi setelah mandi, untuk membantu menghilangkan kelembapan dan mencegah pertumbuhan jamur.
  1. Jauhkan hewan peliharaan dari kamar
    Jika Anda memiliki hewan peliharaan, jauhkan mereka dari kamar tidur. Terutama jika Anda menghabiskan banyak waktu di kamar tidur. Tindakan membatasi jumlah alergen di kamar tidur dapat mengurangi gejala alergi sekaligus meningkatkan kualitas tidur Anda. Selain itu, memandikan hewan peliharaan secara teratur, untuk mengurangi jumlah bulu yang rontok, sekaligus mengurangi jumlah alergen (seperti serbuk sari) yang dapat menempel pada hewan selama beraktivitas di luar rumah.
  1. Mengonsumsi probiotik
    Para peneliti percaya akan adanya hubungan antara bakteri usus dan reaksi alergi, termasuk alergi musiman. Dalam satu penelitian, peserta yang mengonsumsi probiotik melaporkan perbaikan gejala alergi musiman, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi probiotik. Namun, perbaikan yang terlihat mungkin khusus untuk satu jenis probiotik, bukan untuk semua jenis probiotik.
  1. Gunakan saline
    Semprotan air steril salin untuk hidung yang dapat dibeli di apotek telah menjadi cara yang efektif untuk meredakan gejala alergi tungau debu.
  1. Gunakan minyak esensial
    Minyak esensial dapat digunakan untuk membantu pengobatan konvensional. Lavender, daun teh, dan minyak kayu putih memiliki sifat anti peradangan dan dapat meredakan gejala alergi seperti mata gatal, bengkak atau sembab. Minyak esensial berkonsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi atau reaksi yang tidak diinginkan, maka pastikan untuk mengencerkannya terlebih dahulu. Pastikan untuk menggunakan minyak esensial sesuai dengan instruksi dan membeli minyak esensial dari sumber yang tepercaya.
  1. Jaga kebersihan
    Setelah kembali dari beraktivitas di luar rumah, segera mandi untuk menghilangkan alergen dari tubuh. Anda juga harus mencuci pakaian setelah berada di lingkungan (termasuk dari halaman rumah). Langkah tersebut dapat membantu mencegah spora jamur dan serbuk sari masuk ke dalam rumah.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika mengalami reaksi kulit setelah terpapar oleh alergen lingkungan, berkonsultasilah dengan dokter Anda. Bahkan jika reaksinya ringan, dokter Anda akan tetap ingin menyingkirkan kondisi lain yang dapat mendasari gejala alergi Anda.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Siapkan pertanyaan untuk dokter, agar kunjungan Anda efektif. Berikut ini pertanyaan-pertanyaan umum tentang alergi lingkungan yang bisa Anda sampaikan kepada dokter.

  • Apakah penyebab gejala yang saya alami? Bagaimana dengan penyebab lainnya?
  • Berapa lamakah gejala ini biasanya berlangsung?
  • Jenis pemeriksaan apa yang saya butuhkan?
  • Apakah pemeriksaan ini memerlukan persiapan khusus?
  • Pengobatan apa yang tersedia? Pengobatan mana yang direkomendasikan?
  • Apakah pengobatan ini memiliki efek samping?
  • Apakah ada alternatif untuk obat yang diresepkan?
  • Jika saya mempunyai masalah kesehatan lainnya, perawatan apa yang direkomendasikan oleh dokter sesuai dengan kondisi kesehatan saya?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

  • Sejak kapan Anda mulai mengalami gejala ini?
  • Apakah orang lain di keluarga Anda dengan gejala serupa?
  • Apakah Anda baru saja mengunjungi tempat baru?
  • Apakah Anda pernah atau sering berada di lingkungan dengan hewan?
  • Apakah yang dapat meringankan gejala Anda?
  • Apakah yang dapat memperburuk gejala Anda?
Referensi

American Academy of Allergy Asthma & Immunology. https://www.aaaai.org/about-aaaai/newsroom/allergy-statistics
Diakses pada 12 November 2018

Emedicine Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/135065-overview
Diakses pada 12 November 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/environmental-allergies#home-remedies
Diakses pada 12 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anaphylaxis/symptoms-causes/syc-20351468
Diakses pada 12 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cold-urticaria/diagnosis-treatment/drc-20371051
Diakses pada 12 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/allergies/anaphylaxis#1
Diakses pada 12 November 2018

Back to Top