Infeksi

Aktinomikosis Paru

Diterbitkan: 10 Mar 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Aktinomikosis Paru
Aktinomikosis paru lebih berisiko dialami pria, dibandingkan wanita.
Aktinomikosis paru adalah infeksi bakteri pada paru-paru yang jarang terjadi. Penyebabnya adalah infeksi bakteri Actinomyces pada mulut dan saluran pencernaan.Penyakit yang tidak menular ini umumnya dialami orang usia antara 30-60 tahun. Penyakit ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding perempuan.Penanganan penyakit ini umumnya berhasil meski memerlukan waktu lama. Ada kalanya diperlukan operasi untuk meneluarkan cairan dari paru dan mengontrol infeksi. 
Aktinomikosis Paru
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaDemam, kelelahan, dada terasa nyeri
Faktor risikoAbses gigi, gigi dan gusi kurang terawat, emfisema
Metode diagnosisBiopsi paru-paru, bronkoskopi, tes darah lengkap
PengobatanPemberian antibiotik, operasi
ObatPenicillin, amoxicillin
KomplikasiLuka permanen pada paru, meningitis,osteomyelitis
Kapan harus ke dokter?Gejala bertambah parah, muncul gejala baru, demam tinggi
Gejala aktinomikosis paru umumnya muncul perlahan. Gejala tersebut meliputi:
  • Demam
  • Kelelahan
  • Dada terasa nyeri saat menarik napas dalam
  • Sesak napas
  • Berat badan turun
  • Berkeringat di malam hari
  • Hilang napsu makan
  • Batuk dengan dahak yang mengandung darah
 
Penyebab aktinomikosis paru adalah infeksi bakteri dari jenis Actinomyces yang biasanya tinggal di dalam mulut dan saluran pencernaan.Pada umumnya, bakteri ini tidak berbahaya. Namun, bakteri ini dapat menyebabkan infeksi jika terjadi kerusakan jaringan atau luka seperti abses (bisul) dalam rongga mulut, atau penyakit gusi.Jaringan yang rusak meningkatkan risiko bakteri menginfeksi paru-paru atau bagian lain dari tubuh. Pada kebanyakan kasus, aktinomikosis paru terjadi ketika campuran bakteri dan makanan atau sekresi dari mulut atau lambung, secara tidak sengaja masuk ke paru-paru. 

Faktor risiko aktinomikosis paru

Beberapa faktor risiko untuk penyakit ini meliputi:
  • Abses gigi
  • Kurangnya perawatan kesehatan gigi dan gusi
  • Emfisema (penyakit paru obstruktif kronis)
  • Paru-paru dengan bekas luka dari bronkiektasis
  • Konsumsi alkohol dalam jumlah banyak
Penelitian menemukan bahwa terdapat potensi faktor risiko lain yaitu hernia hiatal, yaitu kondisi saat terdapat bagian tubuh yang masuk ke dalam dada. 
Dokter mendiagnosis aktinomikosis paru dengan melakukan beberapa tes, yaitu:
  • Biopsi paru-paru: pengambilan bagian kecil jaringan paru untuk pemeriksaan tanda infeksi dan kerusakan lain
  • Bronkoskopi: penggunaan alat serat optik untuk melihat bagian dalam paru
  • Tes darah lengkap: untuk memeriksa tanda infeksi
  • CT scandada: pemindaian dengan sinar X untuk mengambil foto dada dan mencari ada tidaknya ketidaknormalan pada paru
  • Thoracentesis: pengangkatan cairan
  • Biakan bakteri dalam dahak untuk memeriksa ada tidaknya infeksi, termasuk bakteri
  • Torakosentesis: pemeriksaan cairan pada rongga pleura, yaitu rongga antara selaput pembungkus paru
  • Rontgen (X-ray)dada
  • Apusan sputum AFB yang dimodifikasi
  • Kultur jaringan
 
Cara mengobati aktinomikosis dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:
  • Pemberian antibiotik

Pengobatan dengan antibiotik dapat memerlukan waktu hingga 18 bulan. Obat antibiotik yang paling umum diberikan adalah penicillin dalam bentuk suntikan untuk 2-6 minggu.Kemudian, dokter memberikan penicillin atau amoxicillin yang dikonsumsi selama 8-12 bulan. Cefazolin atau clindamycin dapat diberikan pada pasien yang alergi penicillin.
  • Operasi

Operasi diperlukan untuk mengeringkan cairan dari dalam rongga paru. Jika dibiarkan, cairan dalam paru ini dapat membahayakan nyawa. Selain itu operasi juga diperlukan untuk memperbaiki kerusakan dalam paru. 

Komplikasi aktinomikosis paru

Jika tidak diobati, aktinomikosis paru dapat mendatangkan beberapa komplikasi seperti:
  • Luka permanen pada paru
  • Abses otak atau infeksi sistem saraf pusat yang disebut meningitis
  • Sisa infeksi pada area sekitar yang terdampak/osteomyelitis
  • Penyakit paru obstruktif kronis
 
Beberapa cara untuk mencegah aktinomikosis paru adalah:
  • Menjaga kebersihan gigi
  • Mengurangi konsumsi makanan manis
langkah-langkah tersebut bertujuan membantu dalam mencegah infeksi dan penyebaran ke bagian lain dari tubuh Anda. 
Segera periksakan ke dokter jika pasien mengalami gejala berikut:
  • Gejala bertambah parah dan tidak membaik meski sudah diobati
  • Gejala baru
  • Demam hingga 38 derajat atau lebih tinggi
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
 Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait aktinomikosis paru?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis aktinomikosis paru agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/pulmonary-actinomycosis
Diakses pada 19 November 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000074.htm
Diakses pada 20 Mei 2019
Mount Sinai. https://www.mountsinai.org/health-library/diseases-conditions/pulmonary-actinomycosis
Diakses pada 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email