Aktinomikosis adalah infeksi yang kejadiannya cukup langka, namun beberapa kejadian akibat infeksi aktinomikosis pernah dilaporkan di Indonesia. Karena infeksinya menyebar secara lambat, penyakit ini awalnya sering dikira sebagai infeksi jamur, padahal penyebabnya adalah bakteri. 

Aktinomikosis menyebabkan infeksi jangka panjang, yang menyebabkan timbulnya perlukaan atau terbentuknya abses pada jaringan lunak tubuh penderita. Penyakit infeksi ini umumnya ditemukan di negara tropis.

Aktinomikosis bukanlah penyakit yang ditularkan dari seseorang ke orang lain. Namun bila seseorang mengalami infeksi ini pada satu area tubuh dan dibiarkan tanpa pengobatan, infeksi tersebut bisa menyebar ke area tubuh lainnya.

Terdapat beberapa bentuk aktinomikosis. Gejalanya bisa menyerupai infeksi, bahkan indikasi tumor atau neoplasma. 

Lokasi tubuh yang paling sering mengalami aktinomikosis meliputi rongga mulut, hidung dan tenggorokan, paru, lambung, serta usus. Meski begitu, penyakit ini mungkin juga terjadi di area tubuh lain.

Gejala aktinomikosis berbeda-beda, tegantung dari tipe aktinomikosis yang terjadi. Namun indikasi umumnya meliputi:

  • Pembengkakan dan peradangan pada lokasi infeksi.
  • Kerusakan jaringan dan terbentuknya jaringan parut di lokasi infeksi.
  • Terbentuknya abses (benjolan berisi nanah) pada lokasi infeksi.
  • Terbentuknya lubang atau terowongan pada jaringan yang disebut fistula.
  • Rasa nyeri, demam, rasa lemah, dan kelelahan atau tidak enak badan.

Bila terjadi di rongga mulut, aktinomikosis dapat menyebabkan lumpy jaw atau benjolan pada rahang. Benjolan ini terasa keras, namun tidak nyeri.

Meski demikian, lumpy jaw dapat berlanjut menjadi abses kulit yang nyeri bila terus dibiarkan. 

Aktinomikosis pada rongga mulut juga dapat menyebabkan spasme atau kejang pada otot rahang yang disebut “locked jaw”. Jika ini terjadi, rongga mulut tidak dapat membuka dengan cara normal.

Penyebab aktinomikosis adalah bakteri Actinomycetaceae. Berikut jenis-jenisnya:

  • Actinomyces israelii.
  • Actinomyces naeslundii.
  • Actinomyces viscosus.
  • Actinomyces odontolyticus.

Terdapat sederet faktor risiko yang bisa menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami aktinomikosis. Beberapa di antaranya meliputi:

Dokter akan memulai pemeriksaan dengan mengajukan beberapa pertanyaan seputar keluhan yang Anda rasakan. Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. 

Untuk menegakkan diagnosis aktinomikosis, dokter akan mengambil sampel dari dahak, nanah, atau jaringan. Sampel ini kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop, guna memastikan bakteri penyebab gejala yang Anda alami.

Bila hasil pemeriksaan di bawah mikroskop menunjukkan ciri bakteri Actinomyces, diagnosis aktinomikosis dapat dikonfirmasi oleh dokter.  

Dokter juga mungkin menganjurkan pemeriksaan kultur bakteri (menumbuhkan bakteri di sebuah media) dari sampel jaringan atau cairan. Begitu juga dengan pemeriksaan pencitraan CT scan pada area yang mengalami infeksi.

Pengobatan aktinomikosis yang utama adalah dengan antibiotik. Anda terkadang membutuhkan antibiotik golongan penisilin dengan dosis tinggi untuk mengobati infeksi ini.

Bila Anda memiliki alergi terhadap penisilin, dokter bisa menyarankan jenis antibiotik lain yang meliputi tetrasiklin, klindamisin, serta eritromisin

Pengobatan dengan antibiotik biasanya butuh dijalani hingga satu tahun. Jika Anda mengalami abses, perlu dilakukan tindakan drainase untuk mengeluarkan nanah dari dalam abses, atau pengangkatan abses. 

Sementara untuk aktinomikosis akibat penggunaan KB spiral, alat kontrasepsi ini harus diangkat untuk mencegah infeksi selanjutnya.

Apabila infeksi bakteri Actinomycites terjadi pada sinus hidung, tindakan operasi mungkin diperlukan. Langkah ini bertujuan mencegah infeksi bakteri menyebar hingga ke selaput otak.

Pencegahan aktinomikosis dapat Anda lakukan dengan langkah-langkah di bawah ini:

Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala aktinomikosis.

Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda mungkin ke dokter umum dulu. Bila mencurigai kondisi yang dialami adalah aktinomikosis, dokter umum akan merujuk Anda ke dokter spesialis.

Jenis keahlian dokter yang akan direkomendasikan oleh dokter umum akan tergantung pada lokasi infeksi yang terjadi. 

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko aktinomikosis?
  • Apakah Anda  rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika sudah,  apa saja jenis pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis aktinomikosis. Dengan ini, diagnosis bisa ditegakkan dan penanganan yang tepat dapat diberikan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/actinomycosis
Diakses 23 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/245144.php
Diakses 23 Oktober 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000599.htm
Diakses 23 Oktober 2019

Artikel Terkait