Akrosianosis adalah kondisi di mana tangan dan kaki penderitanya membiru. Penyebab gangguan medis ini bermacam-macam. 

Berdasarkan penyebab akrosianosis, penyakit ini terbagi dalam dua kelompok, yaitu akrosianosis primer dan akrosianosis sekunder.

Akrosianosis paling sering melibatkan bagian tangan dan kaki. Namun kondisi ini juga bisa terjadi pada hidung, telinga, bibir, puting susu, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki yang berada jauh dari bagian tengah tubuh yaitu jantung. 

Baik pada jenis primer maupun sekunder, keduanya dapat menimbulkan gejala akrosianosis sebagai berikut:

  • Ujung-ujung jari tangan atau jari kaki yang membiru.
  • Rasa dingin dan lembap pada tangan serta kaki.
  • Suhu tubuh yang rendah, misalnya kulit yang terasa dingin ketika disentuh.
  • Aliran darah yang lambat.
  • Pembengkakan pada tangan atau kaki.

Gejala-gejala akrosianosis akan membaik ketika penderitanya berpindah ke ruangan yang lebih hangat. Gejala juga bisa makin memburuk ketika penderita berada di ruangan dingin.

Perbedaan akrosianosis primer dan sekunder

Akrosianosis primer menyebabkan gejala yang simetris. Ini berarti, gejala akan muncul pada kedua sisi tubuh. Contohnya, bila terjadi pada tangan, gejala akan timbul pada kedua tangan penderita.

Sedangkan akrosianosis sekunder hanya melibatkan satu sisi tubuh, dan menyebabkan rasa nyeri serta kerusakan jaringan.

Penyebab akrosianosis berbeda-beda. Perbedaan ini tergantung pada jenisnya.

Akrosianosis primer

Akrosianosis primer bukanlah kondisi yang berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah kecil yang mengangkut darah kaya oksigen ke anggota gerak tubuh.

Penyempitan pembuluh darah tersebut dipicu oleh udara dingin dan stres secara emosional. 

Bayi baru lahir juga dapat mengalami kondisi akrosianosis primer. Penyebabnya adalah perubahan sistem sirkulasi darah sejak bayi lahir. 

Aliran darah pada bayi baru lahir diprioritaskan ke organ tubuh yang penting, seperti otak, paru, ginjal, dan sebagainya. Sebagai akibatnya, tangan dan kaki bayi cenderung mendapatkan sedikit aliran darah. 

Kondisi di atas kemudian menyebabkan tangan dan kaki bayi baru lahir tampak kebiruan. Namun keadaan ini akan membaik dalam beberapa jam setelah tubuh bayi bisa menyesuaikan diri dengan sistem sirkulasi yang baru. 

Akrosianosis sekunder

Penyebab akrosianosis sekunder yang umum adalah penyakit Raynaud dan gangguan makan (seperti anoreksia). Namun infeksi, penyakit pembuluh darah, kanker, dan faktor keturunan juga bisa memicu kondisi kesehatan ini.

Pada tahap awal, dokter akan bertanya mengenai keluhan yang Anda rasakan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. 

Diagnosis akrosianosis primer dapat dikonfirmasi ketika terdapat gejala kulit membiru, dingin, serta lembap pada tangan dan kaki, tanpa rasa nyeri. Gejala ini kadang-kadang terjadi pula pada telinga dan hidung. 

Sirkulasi pada pembuluh darah kecil dapat diperiksa dengan teknik noninvasif bernama kapilaroskopi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek pembuluh darah kapiler pada lapisan kuku. 

Bila mencurigai adanya akrosianosis sekunder, dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalani pemeriksaan penunjang lainnya. Langkah ini bertujuan memastikan penyebabnya.

Belum ada langkah spesifik untuk mengobati akrosianosis. Namun gejalanya dapat dikendalikan.

Untuk akrosianosis primer, Anda cukup menghangatkan tubuh atau pindah ke ruangan dengan suhu yang lebih hangat.

Sedangkan pada kasus akrosianosis sekunder, Anda biasanya butuh pengobatan tertentu. Misalnya, obat penghambat alfa atau obat lain yang dapat membuat otot rileks dan membantu pembuluh darah kecil agar tetap terbuka.

Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala akrosianosis.

Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda mungkin ke dokter umum dulu. Bila mencurigai kondisi yang dialami adalah akrosianosis primer, dokter akan menganjurkan Anda untuk menghangankan diri.

Namun apabila mencurigai adanya akrosianosis sekunder, dokter umum akan merujuk Anda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis. 

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini.:

  • Buat daftar mengenai gejala yang Anda rasakan dan faktor yang memperingan dan memperburuk gejala.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Adakah hal yang meringankan dan memperparah gejala Anda?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya. Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang, guna memastikan diagnosis akrosianosis. Dengan ini, jenis akrosianosis bisa diketahui dan pengobatan yang tepat dapat diberikan.

Artikel Terkait