Mata

Air Mata Darah

Diterbitkan: 11 Apr 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Air Mata Darah
Adanya darah dalam air mata biasanya tidak berbahaya
Pada kondisi yang langka terjadi, seseorang dapat mengeluarkan air mata darah. Adanya darah dalam air mata disebut juga sebagai hemoklaria dalam bahasa medis. Kondisi ini bisa muncul karena berbagai hal seperti cedera, perubahan hormon, atau sebagai gejala dari penyakit tertentu. Bahasa medisnya adalah hemolacria.Air mata yang normal terdiri dari beberapa lapisan, yakni lapisan air, minyak dan lendir. Berdasarkan bentuk penyusunnya, air mata memiliki beberapa fungsi, yaitu:
  • Membentuk serta mempertahankan permukaan kornea untuk selalu rata dan licin sehingga dapat mempertahankan ketajaman penglihatan setelah mata berkedip
  • Mengalir membersihkan kotoran debu yang masuk ke mata, ketika mata berkedip
  • Sebagai pelumas ketika mata berkedip agar saat menggerakkan bola mata ke segala arah dapat terasa nyaman.
Adanya darah dalam air mata biasanya tidak berbahaya dan tidak akan memengaruhi fungsinya karena dapat hilang dengan sendirinya. Namun, pemeriksaan dari dokter mata tetap diperlukan. Sebab, kondisi ini dapat juga berhubungan dengan penyakit sistemik dan gangguan mata yang parah.Mengetahui penyebab air mata berdarah merupakan langkah utama untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Kasus air mata darah telah dikaitkan dengan sejumlah penyebab dan kondisi, termasuk:1. Cedera konjungtivaKonjungtiva adalah jaringan bening di atas sklera atau bagian putih mata. Terkadang, infeksi, peradangan, atau prosedur laser dapat menyebabkan perdarahan pada konjungtiva. Akibatnya, darah tersebut dapat merembes keluar dan bercampur dengan air mata.2. Kelainan darahKelainan darah, seperti hemofilia dapat menyebabkan perdarahan berlebihan, termasuk di area mata. Hal ini dapat terjadi karena faktor pembekuan dalam darah penderita hemofilia tidak cukup.Maka dari itu, pengidap hemofilia bisa saja mengeluarkan air mata yang bercampur dengan darah.  Selain itu dapat disebabkan oleh  thrombocytopenic purpura, defisiensi faktor pembekuan termasuk  faktor VII.3. Lesi pada pembuluh darah (granuloma piogenik)Granuloma piogenik adalah tumor jinak vaskular yang bisa tumbuh di konjungtiva atau kantung lakrimal untuk mengalirkan air mata. Salah satu gejala yang bisa ditunjukkan dari kondisi ini adalah air mata berdarah.  Selain itu, juga bisa disebabkan oleh  Hemangioma, lymphangioma, inflamasi papil, talengiektasis pembuluh darah konjungtiva. 4. MimisanMimisan (epistaksis) adalah perdarahan dari bagian dalam hidung. Sistem lakrimal di mata juga terhubung ke rongga hidung. Jadi, jika mimisan terjadi, darah yang dihasilkan dapat menutup hidung, sehingga aliran darah akan kembali melalui nasolacrimal. Pada saat proses tersebut, darah bisa bercampur dengan air mata.5. Hipertensi yang tidak terkontrol Meski jarang terjadi, hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak diobati dapat menyebabkan air mata berdarah. Dari kebanyakan kasus yang dilaporkan, hal ini dapat terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di konjungtiva atau jaringan hidung menyebabkan perdarahan. Tingginya tekanan darah dapat memicu perdarahan yang berlebihan sehingga darah dapat menyebar hingga ke mata.6. Perubahan hormonPerubahan hormon seperti saat menstruasi juga bisa menyebabkan air mata darah. Biasanya darah tersebut sangat sedikit dan tidak terlalu mengganggu pengidapnya.7. Peradangan Dakrioadenitis atau peradangan pada kelenjar air mata dapat menyebabkan air mata berdarah.8. Saluran air mata tersumbatJika saluran air mata tersumbat, air mata dapat menumpuk dan mengiritasi mata. Iritasi ini menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan, membuat mata tampak terus berair, dan meningkatkan risiko infeksi. Salah satu gejala dari kondisi ini adalah keluarnya air mata darah.9. Obat-obatanObat-obatan pengencer darah seperti aspirin atau heparin dapat memiliki efek samping berupa air mata berdarah.clopidogrel dan asetilkolin juga bisa menyebabkan air mata berdarah10. Penyebab lain
  • Benturan di kepala
  • Epilepsi pascatrauma
  • Tangisan berlebihan pada anak
  • Batuk hebat
  • Edema hemoragik akut pada bayi
11. Penyebab idiopatikDalam beberapa kasus langka, seseorang bisa saja menangis air mata darah tanpa penjelasan atau alasan medis yang mendasarinya.
 
Meskipun biasanya kondisi ini tidak berbahaya, Anda harus menemui dokter mata untuk menjalani pemeriksaan mendetail jika melihat ada darah bercampur dengan air mata.Sebagian besar kasus air mata berdarah biasanya sembuh dengan cepat. Namn dalam beberapa kasus, penyebab serius, seperti hipertensi yang tidak terkontrol, tumor, atau cedera memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539774/
Diakses pada 23 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/haemolacria#treatment
Diakses pada 23 Maret 2021
Verywellhealth. https://www.verywellhealth.com/why-do-i-have-bloody-tears-4140688
Diakses pada 23 Maret 2021
British Journal of Opthalmology. https://bjo.bmj.com/content/87/8/1051.1
Diakses pada 23 Maret 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327471#causes
Diakses pada 23 Maret 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7210829/
Diakses pada 23 Maret 2021
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email