Penyakit Lainnya

Air Mani Berdarah

Diterbitkan: 30 Apr 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Air Mani Berdarah
Air mani dalam darah bukanlah hal yang normal untuk terjadi dan bagi banyak pria, hal ini bisa terasa sangat menakutkan. Meski begitu, air mani berdarah yang disebut sebagai hematospermia ini biasanya bukan merupakan kondisi yang berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya.Saat ejakulasi, air mani akan mengalir dari testis melalui uretra (saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan penis) untuk selanjutnya dikeluarkan dari ujung penis. Saat proses itu terjadi, perdarahan mungkin saja terjadi. Seringnya, kondisi ini tidak menyebabkan rasa sakit dan baru disadari ketika seseorang melihat adanya darah pada air mani yang berubah warna menjadi coklat atau merah setelah ejakulasi.Air mani dibentuk dari campuran sperma yang berasal dari epididimis dan cairan dari vesikula seminalis, prostat, dan kelenjar mukosa yang menyediakan cairan untuk menutrisi sperma. Perdarahan dapat dihasilkan akibat adanya cedera pada salah satu komponen di struktur tersebut.Sperma berdarah dapat menimpa pria di berbagai kelompok usia yang telah melewati masa pubertas. Namun, hal ini paling sering dialami oleh pria berusia 30 hingga 40 tahun. Pada pria yang berusia di atas 50 tahun, sperma berdarah bisa menandakan kondisi medis yang berhubungan dengan pembesaran prostat.Cara mengobati sperma berdarah diberikan berdasarkan penyebabnya. Oleh karena itu, mengetahui penyebabnya merupakan langkah utama untuk mendapatkan perawatan sperma berdarah yang tepat.
Penyebab sperma berdarah yang paling umum, di antaranya adalah:
  • Cedera akibat menjalani biopsi prostat. Darah pada air mani dapat terlihat hingga sebulan setelah tindakan dilakukan.
  • Cedera akibat vasektomi. Anda mungkin akan melihat darah di air mani selama lebih dari seminggu setelah vasektomi dilaksanakan.
  • Pengobatan kanker prostat dengan radiasi sinar eksternal atau brachytherapy.
  • Infeksi atau peradangan salah satu kelenjar atau saluran yang memproduksi dan mengeluarkan air mani. Termasuk ke dalamnya adalah:
    • Prostatitis yang menyerang prostat, yakni kelenjar yang menghasilkan cairan air mani.
    • Uretritis, peradangan pada uretra, yaitu saluran yang membawa urine dan air mani dari penis.
    • Epididimitis yang menyerang epididimis dan vas deferens, yaitu struktur seperti tabung kecil tempat sperma dimatangkan sebelum ejakulasi.
    • Seminal vesiculitis yang menimpa vesikula seminalis
  • Bocornya darah akibat pembuluh darah kecil yang pecah saat ejakulasi. Hal ini dapat dibayangkan seperti seseorang mengalami mimisan setelah membuang ingus.
Penyebab lain yang berpotensi menyebabkan timbulnya darah pada sperma adalah:
Penyebab sperma berdarah yang langka terjadi:
  • Amiloidosis, yakni penumpukan protein abnormal di organ tubuh.
  • Pertumbuhan tumor jinak, kista atau polip di kandung kemih, uretra dan prostat.
  • Infeksi kronis, seperti tuberkulosis atau skistosomiasis.
  • Kanker, termasuk kanker testis atau kanker epididimis, kanker prostat, kanker kandung kemih, kanker vesikula seminalis, tumor uretra. Namun, sperma berdarah sangat jarang menjadi gejala yang pertama muncul pada kanker.
  • Efek samping obat seperti obat pengencer darah, misalnya warfarin.
Sperma berdarah yang terjadi pada pria berusia di bawah 35 tahun, biasanya dapat hilang dengan sendirinya, terutama apabila tidak ada gejala lain yang muncul.Namun, segera periksakan ke dokter apabila terdapat darah pada air mani disertai kondisi berikut ini:
  • Perdarahan berlangsung lebih dari 1 bulan, kecuali Anda baru-baru ini menjalani biopsi kelenjar prostat.
  • Terdapat benjolan yang teraba di skrotum
  • Bepergian ke wilayah di mana skistosomiasis mewabah
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4491452/
Diakses pada 27 April 2021
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/kidney-and-urinary-tract-disorders/symptoms-of-kidney-and-urinary-tract-disorders/semen-blood-in
Diakses pada 27 April 2021
WebMD. https://www.webmd.com/men/guide/blood-in-semen-hematospermia-causes-symptoms-tests-treatments#
Diakses pada 27 April 2021
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/blood_in_semen/article.htm
Diakses pada 27 April 2021
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/blood-in-semen/basics/causes/sym-20050603
Diakses pada 27 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/blood-in-the-semen#treatment
Diakses pada 27 April 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/blood-in-semen#causes
Diakses pada 27 April 2021
Clevelandclinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16513-blood-in-the-semen-hematospermia
Diakses pada 27 April 2021
Healthymale. https://www.healthymale.org.au/files/resources/blood_in_semen_fact_sheet_healthy_male_2019.pdf
Diakses pada 27 April 2021
International Society for Sexual Medicine. https://www.issm.info/sexual-health-qa/what-causes-blood-in-the-semen/
Diakses pada 27 April 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/blood-in-semen/
Diakses pada 27 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email