Penyakit Lainnya

Air Mani Berdarah

30 Mar 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Air Mani Berdarah
Sperma berdarah perlu diwaspadai jika dialami pria di atas 35 tahun
Darah dalam air mani bukanlah kondisi yang normal. Kondisi ini disebut sebagai hematospermia. Meski begitu, air mani berdarah umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya.Saat ejakulasi, air mani akan mengalir dari testis melalui uretra (saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan penis) untuk selanjutnya dikeluarkan dari tubuh. Saat proses itu terjadi, perdarahan mungkin saja terjadi. Seringnya, kondisi ini tidak menyebabkan rasa sakit dan baru disadari ketika seseorang melihat sperma berwarna cokelat atau merah akibat adanya darah saat ejakulasi.Air mani dibentuk dari campuran sperma yang berasal dari epididimis dan cairan dari vesikula seminalis, prostat, dan kelenjar mukosa yang menyediakan cairan untuk menutrisi sperma. Perdarahan dapat dihasilkan akibat adanya cedera pada salah satu komponen di struktur tersebut.Sperma berdarah dapat menimpa pria di berbagai kelompok usia yang telah melewati masa pubertas. Namun, hal ini paling sering dialami oleh pria berusia 30-40 tahun. Pada pria yang berusia di atas 50 tahun, sperma berdarah bisa menandakan kondisi medis yang berhubungan dengan pembesaran prostat.Cara mengobati sperma berdarah tergantung penyebabnya. Oleh karena itu, mengetahui penyebabnya merupakan langkah utama untuk mendapatkan perawatan sperma berdarah yang tepat.
Penyebab sperma berdarah yang paling umum, di antaranya adalah:
  • Cedera akibat menjalani biopsi prostat. Darah pada air mani dapat terlihat hingga sebulan setelah tindakan dilakukan.
  • Cedera akibat vasektomi. Anda mungkin akan melihat darah di air mani selama lebih dari seminggu setelah vasektomi dilaksanakan.
  • Pengobatan kanker prostat dengan radiasi sinar eksternal atau brachytherapy.
  • Infeksi atau peradangan salah satu kelenjar atau saluran yang memproduksi dan mengeluarkan air mani. Termasuk ke dalamnya adalah:
    • Prostatitis yang menyerang prostat, yakni kelenjar yang menghasilkan cairan air mani.
    • Uretritis, peradangan pada uretra, yaitu saluran yang membawa urine dan air mani dari penis.
    • Epididimitis yang menyerang epididimis dan vas deferens, yaitu struktur seperti tabung kecil tempat sperma dimatangkan sebelum ejakulasi.
    • Seminal vesiculitis yang menimpa vesikula seminalis
  • Bocornya darah akibat pembuluh darah kecil yang pecah saat ejakulasi. Hal ini dapat dibayangkan seperti seseorang mengalami mimisan setelah membuang ingus.
Penyebab lain yang berpotensi menyebabkan timbulnya darah pada sperma adalah:
  • Infeksi menular seksual, termasuk gonore, herpes kelamin, klamidia, atau infeksi virus atau bakteri lainnya.
  • Gangguan pada prostat, termasuk pembesaran prostat jinak, prostatitis bakterial akut, kista dan polip.
  • Gangguan pada testis seperti orkitis.
  • Gangguan pada vesikula seminalis, termasuk batu dan kista.
  • Kelainan terkait darah, misalnya, gangguan pembekuan darah atau anemia sel sabit.
  • Masalah medis lainnya, seperti tekanan darah tinggi yang tidak terkendali, HIV, gangguan hati, dan leukemia.
  • Aktivitas seksual tertentu, misalnya, masturbasi atau hubungan seks yang berlebihan, atau tidak melakukan hubungan seksual dalam waktu yang lama.
Penyebab sperma berdarah yang langka terjadi:
  • Amiloidosis, yakni penumpukan protein abnormal di organ tubuh.
  • Pertumbuhan tumor jinak, kista atau polip di kandung kemih, uretra dan prostat.
  • Infeksi kronis, seperti tuberkulosis atau skistosomiasis.
  • Kanker, termasuk kanker testis atau kanker epididimis, kanker prostat, kanker kandung kemih, kanker vesikula seminalis, tumor uretra. Namun, sperma berdarah sangat jarang menjadi gejala yang pertama muncul pada kanker.
  • Efek samping obat seperti obat pengencer darah, misalnya warfarin.
Pengobatan air mani berdarah akan diberikan berdasarkan penyebab, tingkat keparahan, durasi keberadaan darah dalam air mani, usia, serta gejala lain yang menyertai. Air mani berdarah bisa saja hilang dengan sendirinya tanpa diobati dalam hitungan minggu. Biasanya, hematospermia akan sembuh sendiri jika:
  • Berusia di bawah 40 tahun
  • Tidak mengalami gejala di saluran kemih
  • Tidak memiliki faktor risiko terkait kondisi medis lainnya
  • Air mani berdarah hanya terjadi sesekali
Namun pada kasus air mani berdarah yang lebih parah, misalnya terjadi terus-menerus atau akibat penyumbatan maupun infeksi, pengobatan berikut ini mungkin diperlukan, antara lain:
  • Antibiotik jika pasien memiliki infeksi
  • Obat antiinflamasi untuk mengatasi peradangan
  • Finasteride, yakni obat yang digunakan untuk mengecilkan prostat yang membesar. Obat ini sering kali dapat menghentikan hematospermia akibat pembuluh darah prostat yang rapuh.
  • Operasi, untuk menghilangkan penyumbatan atau mengobati masalah dengan pembuluh darah.
  • Perawatan lain untuk sesuai penyebabnya, misalnya pengobatan infeksi menular seksual atau penyakit hati kronis
  • Pengobatan, kemoterapi, atau pembedahan untuk tumor dan bentuk kanker lainnya
Segera periksakan ke dokter apabila terdapat darah pada air mani disertai kondisi berikut ini:
  • Perdarahan berlangsung lebih dari 1 bulan, kecuali Anda baru-baru ini menjalani biopsi kelenjar prostat.
  • Terdapat benjolan yang teraba di skrotum
  • Bepergian ke wilayah di mana skistosomiasis mewabah
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4491452/
Diakses pada 27 April 2021
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/kidney-and-urinary-tract-disorders/symptoms-of-kidney-and-urinary-tract-disorders/semen-blood-in
Diakses pada 27 April 2021
WebMD. https://www.webmd.com/men/guide/blood-in-semen-hematospermia-causes-symptoms-tests-treatments#
Diakses pada 23 Maret 2022
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/blood_in_semen/article.htm
Diakses pada 27 April 2021
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/blood-in-semen/basics/causes/sym-20050603
Diakses pada 27 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/blood-in-the-semen#treatment
Diakses pada 27 April 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/blood-in-semen#causes
Diakses pada 23 Maret 2022
Clevelandclinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16513-blood-in-the-semen-hematospermia
Diakses pada 23 Maret 2022
Healthymale. https://www.healthymale.org.au/files/resources/blood_in_semen_fact_sheet_healthy_male_2019.pdf
Diakses pada 27 April 2021
International Society for Sexual Medicine. https://www.issm.info/sexual-health-qa/what-causes-blood-in-the-semen/
Diakses pada 27 April 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/blood-in-semen/
Diakses pada 27 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email