Adenoma bronkus adalah jenis kanker yang tergolong langka. Kanker ini biasanya bermula di kelenjar mukosa, saluran pernapasan (bronkus atau trakea), dan kelenjar air liur.

Walaupun arti dari kata adenoma adalah tumor jinak, kebanyakan jenis adenoma bronkus termasuk kanker yang dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Tumor pada adenoma bronkus membesar secara lambat dan berpotensi menjadi ganas. Terdapat beberapa jenis adenoma bronkus, yaitu tumor karsinoid, karsinoma kistik adenoid, dan karsinoma mukoepidermoid.

Adenoma bronkus bisa saja tetap tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun karena kecilnya ukuran tumor dan perkembangannya yang lambat. Gejala adenoma bronkus juga tergantung pada letak tumor, misalnya apakah di tengah atau di bagian tepi jalan napas.

Tumor di tepi jalur napas

Adenoma bronkus yang terletak di bagian tepi saluran napas seringkali tidak menimbulkan gejala.

Tumor di tengah jalur napas

Tumor yang terletak di tengah jalan napas akan menyebabkan gejala sumbatan dan perdarahan sebagai berikut:

  • Sesak napas.
  • Stridor, yakni bunyi seperti suara mengorok yang muncul setiap tarikan atau hembusan napas.
  • Mengi, yaitu adanya bunyi ‘ngik’ tiap menarik napas.
  • Demam.
  • Batuk-batuk. Gejala ini terkadang disertai darah akibat adanya luka pada dinding dalam saluran napas.

Tumor karsinoid

Adenoma bronkus tipe karsinoid dapat menyebabkan gejala berupa nyeri dada, rasa panas dan merah pada wajah, serta rentan mengalami infeksi paru (misalnya pneumonia).

Karsinoma kistik adenoid

Karsinoma kistik adenoid bisa menimbulkan gejala yang meliputi:

  • Benjolan pada langit-langit mulut.
  • Suara serak.
  • Kesulitan menelan.
  • Mati rasa atau kebas pada rahang, langit-langit mulut, wajah, atau lidah.
  • Benjolan di bagian bawah rahang atau di depan telinga

Karsinoma mukoepidermoid

Karsinoma mukoepidermoid menimbulkan gejala berikut:

  • Mati rasa (kebas) atau kelemahan otot pada wajah.
  • Pembengkakan pada kelenjar di dekat telinga, bagian bawah rahang bawah, atau mulut.
  • Nyeri pada area wajah.

Sama seperti kanker pada umumnya, penyebab adenoma bronkus juga belum bisa dipastikan hingga sekarang. Namun beberapa faktordi bawah ini dianggap bisa mempertinggi risikonya:

  • Faktor keturunan

Faktor genetik mungkin berperan dalam menyebabkan beberapa jenis adenoma bronkus. Orang dengan penyakit bawaan multiple endocrine neoplasie tipe 1 (MEN-1) lebih berisiko mengalami adenoma bronkus jenis karsinoid.

  • Radiasi

Orang yang pernah mengalami radiasi pada bagian kepala dan leher lebih mungkin mengalami adenoma bronkus tipe karsinoma mukoepidermoid.

Dokter akan memulai pemeriksaan dengan mengajukan sederet pertanyaan seputar gejala dan keluhan yang Anda rasakan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Dokter akan menyarankan pemeriksaan pencitraan serta tes-tes lainnya untuk memastikan diagnosis adenoma bronkus beserta jenisnya. Berikut penjelasannya:

  • Rontgen paru untuk menilai apakah terdapat tumor di paru.
  • CT scan untuk menilai ukuran dan lokasi tumor, serta apakah tumor tersebut sudah menyebar ke kelenjar getah bening atau belum.
  • MRI. Tes ini dilakukan bila hasil CT scan belum terlalu jelas.
  • Octreotide nuclear scan dan bronkoskopi untuk membedakan adenoma bronkus dengan jenis kanker lainnya.
  • Biopsi (pengambilan sampel jaringan) juga mungkin dilakukan untuk menentukan apakah tumor dalam saluran napas tersebut adalah kanker atau bukan.

Tipe pengobatan adenoma bronkus tergantung pada jenis dan stadium kanker, usia, kondisi kesehatan, dan pendapat penderitanya sendiri. Beberapa jenis penanganannya bisa meliputi:

  • Operasi

Langkah ini merupakan penanganan adenoma bronkus yang utama setelah mempertimbangkan bahwa tipe kanker dapat dioperasi. Dokter bedah akan mengangkat kanker dan jaringan serta kelenjar getah bening di sekitarnya untuk mencegah penyebaran kanker.

  • Terapi radiasi (radioterapi)

Terapi ini menggunakan X-ray energi tinggi untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi dapat mengurangi gejala, mengecilkan tumor dan membantu penderita merasa lebih baik.

Radioterapi juga dapat dilakukan setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa.

  • Kemoterapi

Terapi ini menggunakan obat intravena atau obat minum untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi diberikan bila kanker telah menyebar ke area tubuh lain.

Kemoterapi juga bisa dilakukan pascaoperasi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin saja masih tertinggal.

  • Imunoterapi

Terapi ini menggunakan obat-obatan untuk meningkatkan kemampuan sel imun dalam menemukan dan menghancurkan sel kanker. Imunoterapi dapat mengecilkan ukuran tumor dan menghentikan pertumbuhannya.

  • Targeted-therapy

Terapi ini memiliki target spesifik, yaitu protein atau gen yang menyebabkan kanker. Dengan ini, kanker tidak menyerang sel-sel tubuh lain yang sehat.

Karena penyebab kebanyakan tumor dan kanker tidak diketahui secara pasti, pencegahannya pun tidak bisa dilakukan. Termasuk pada adenoma bronkus.

Segeralah berkonsultasi ke dokter bila Anda mengalami obstruksi dan kesulitan bernapas, terutama jika Anda mengalami batuk berdarah.

Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda mungkin ke dokter umum terlebih dulu. Bila mencurigai adanya adenoma bronkus, dokter umum akan merujuk Anda ke dokter spesialis paru.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko adenoma paru?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis adenoma bronkus. Dengan ini, jenis adenoma bronkus bisa diketahui dan penanganan yang tepat pun bisa diberikan.

WebMD. https://www.webmd.com/lung-cancer/bronchial-adenoma#1
Diakses 16 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/210523
Diakses 16 Oktober 2019

eMedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/bronchial_adenoma/article_em.htm#exams_and_tests_for_bronchial_adenoma
Diakses 16 Oktober 2019

Cancer.org. https://www.cancer.org/cancer/lung-carcinoid-tumor/causes-risks-prevention/prevention.html
Diakses 16 Oktober 2019

Artikel Terkait