Infeksi

Adenoiditis

Diterbitkan: 30 Dec 2020 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Adenoiditis
Adenoiditis akan membuat kelenjar adenoid mengalami peradangan
Adenoiditis adalah istilah medis untuk peradangan kelenjar adenoid. Kelenjar ini terletak pada langit-langit mulut sebelah dalam, yaitu di belakang rongga hidung.Kelenjar adenoid termasuk kelenjar getah bening yang berperan sebagai pertahanan tubuh dalam melawan infeksi. Ketika terjadi peradangan, kelenjar ini tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik. Adenoiditis biasanya terjadi pada anak-anak dan kalangan dewasa muda. Pasalnya, kelenjar adenoid memang akan membesar selama proses pertumbuhan dan mulai mengecil pada masa puber, lalu hampir tidak tampak ketika seseorang sudah dewasa. Radang kelenjar adenoid juga sering melibatkan infeksi kelenjar lain. Contohnya, tonsillitis atau radang amandel, faringitis, rinosinusitis, dan sebagainya. Kondisi peradangan ini pun dapat terjadi secara tiba-tiba (akut) maupun berlangsung lama (kronis). 
Adenoiditis
Dokter spesialis Anak, Penyakit Dalam
GejalaSuara sengau, sakit tenggorokan, mengorok
Faktor risikoTonsilitis, infeksi berulang di tenggorokan, alergi
Metode diagnosisTes darah, swab, rontgen
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatAntibiotik, obat pereda sakit dan demam
KomplikasiInfeksi telinga, sinusitis, pneumonia
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala adenoiditis
Adenoiditis membuat kelenjar adenoid membesar dan bengkak yang akhirnya menyumbat aliran napas. Selain itu adenoiditis juga menimbulkan gejala:
  • Suara yang bindeng atau sengau 
  • Nyeri tenggorokan atau tenggorokan kering akibat harus bernapas lewat mulut
  • Mengorok ketika tidur 
  • Gejala infeksi yang ditandai flu dengan cairan ingus berwarna kuning atau hijau
  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher
  • Nyeri telinga dan masalah pada telinga lain
 
Penyebab utama adenoiditis adalah infeksi bakteri Streptococcus. Namun penyakit ini juga bisa muncul akibat infeksi virus berupa virus Epstein-Barr, adenovirus, dan rhinovirus. Sementara itu, ada pula beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami radang kelenjar adenoid. Faktor-faktor risiko adenoiditis ini meliputi: 
 
Dokter akan memulai pemeriksaan dengan menanyakan beberapa pertanyaan seputar keluhan yang Anda rasakan. Setelah menanyakan beberapa pertanyaan, dokter akan melanjutkan pemeriksaan fisik menggunakan alat untuk melihat kelenjar adenoid Anda. Pada umumnya, diagnosis adenoiditis sudah bisa ditegakkan tanpa pemeriksaan penunjang lanjutan. Namun apabila dokter belum dapat memastikan diagnosisnya, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan penunjang yang meliputi:
  • pengambilan swab tenggorokan untuk melakukan pemeriksaan jenis bakteri yang menyebabkan adenoiditis
  • pemeriksaan lab darah
  • rontgen kepala dan leher untuk menentukan besarnya kelenjar adenoid yang meradang dan menentukan seberapa jauh infeksi telah menyebar
 
Cara mengobati adenoiditis akan disesuaikan dengan penyebab, usia pasien, serta kondisi pasien secara umum. Beberapa penanganan yang dapat dianjurkan oleh dokter meliputi:

1. Antibiotik

Bila penyebab adenoiditis adalah infeksi bakteri, dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk memberantas bakteri dalam tubuh pasien.

2. Obat pereda demam dan sakit

Jika pemicu adenoiditis adalah virus, dokter akan memberikan obat untuk meringankan gejala. Contohnya, obat pereda demam dan sakit (seperti paracetamol dan ibuprofen). Pasalnya, infeksi virus akan sembuh sendiri seiring membaiknya sistem kekebalan tubuh pasien. 

3. Operasi

Tindakan operasi pengangkatan kelenjar adenoid (adenoidekomi) juga dapat dipertimbangkan ole dokter. Prosedur ini biasanya dianjurkan jika:
  • Adenoiditis tidak kunjung membaik meski sudah ditangani dengan antibiotik 
  • Adenoiditis yang sering kambuh
  • Adenoiditis disertai dengan masalah kesehatan lain, seperti kanker atau tumor di tenggorokan dan leher
  • Adenoiditis yang menyebabkan gangguan mengunyah dan bernapas
 

Komplikasi adenoiditis

Jika terus dibiarkan, adenoiditis dapat menyebabkan beberapa komplikasi di bawah ini:
 
Cara mencegah adenoiditis dapat Anda lakukan dengan:
  • Menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat dan minum banyak cairan
  • Tidur cukup
  • Menjaga kebersihan, misalnya dengan rajin mencuci tangan sebelum makan dan hendak menyiapkan makanan, sehabis ke toilet, atau sesudah bepergian
 
Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala adenoiditis atau masalah tenggorokan yang mengganggu rutiniitas serta kenyamanan Anda. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami
  • Catat obat-obatan atau vitamin yang secara rutin anda konsumsi
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda menderita kondisi tertentu yang meningkatkan resiko Anda mengalami adenoiditis?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?
Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis adenoiditis. Dengan ini, pengobata yang tepat juga bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/adenoiditis
Diakses 7 Oktober 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536931/
Diakses 7 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/children/adenoiditis#1
Diakses 7 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email