Kulit & Kelamin

Actinic Keratosis

30 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Actinic Keratosis
Actinic Keratosis lebih umum dialami oleh lansia
Solar keratosis atau actinic keratosis adalah bercak kasar dan bersisik pada kulit yang berkembang akibat paparan sinar matahari dalam waktu yang lama. Kondisi ini sering ditemukan di wajah, bibir, telinga, lengan bawah, kulit kepala, leher atau punggung tangan.Actinic keratosis terjadi ketika sel-sel kulit yang disebut keratinosit mulai tumbuh tidak normal, membentuk bintik-bintik bersisik, dan berubah warna. Bercak kasar ini bisa berwarna cokelat, abu-abu, atau merah jambu.Jika tidak ditangani dengan cara yang tepat, pada beberapa kasus kondisi ini bisa memicu kanker. Oleh karena itu, jika mengalami kondisi ini ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter. 
Actinic Keratosis
Dokter spesialis Kulit
GejalaBenjolan tipis pada kulit, kulit kasar, kulit kering
Faktor risikoUsia 40 tahun ke atas, sering terpapar sinar matahari
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi kulit
PengobatanObat-obatan, cryotherapy, kuretase
ObatFluorouracil, imiquimod, ingenol mebubate
KomplikasiKarsinoma sel skuamosa
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala actinic keratosis
Secara umum, gejala actinic keratosis meliputi:
  • Terdapat benjolan tipis pada lapisan kulit
  • Kulit kasar, kering, dan bersisik berukuraan 2,5 cm
  • Gatal atau panas seperti terbakar di area yang terkena
  • Dalam beberapa kasus, permukaan yang keras seperti kutil
 
Penyebab actinic keratosis yang utama adalah paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari. Hal ini biasanya dialami oleh seseorang yang sering beraktivitas di bawah sinar matahari atau melakukan proses tanning dalam ruangan, seperti tanning bed atau sunlamps.Paparan sinar matahari bisa menyebabkan actinic keratosis. Karena ketika sinar UV mengenai kulit, maka sel-sel di kulit yang disebut keratinosit akan rusak. Sel-sel ini hidup di lapisan terluar kulit dan memberi tekstur pada kulit. 

Faktor risiko actinic keratosis

Beberapa faktor risiko actinic keratosis meliputi:
  • Sering terpapar atau pernah terbakar sinar matahari
  • Cenderung berbintik atau terbakar saat terkena sinar matahari
  • Usia di atas 40 tahun
  • Memiliki rambut merah atau pirang dan mata biru atau berwarna terang
  • Tinggal di tempat dengan cuaca cerah, misalnya wilayah tropis
  • Bekerja di luar ruangan
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
 
Diagnosis actinic keratosis dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan biopsi. Berikut penjelasannya.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter bisa melakukan diagnosis hanya dengan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat langsung kulit.
  • Biopsi kulit

Pada biopsi kulit, dokter akan mengambil sampel jaringan kulit untuk dianalisis di laboratorium. Pasien mungkin menjalani ansetesi sebelum biopsi. 
Cara mengobati actinic keratosis umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Untuk mengobati actinic keratosis, dokter biasanya akan menyarankan pasien mengonsumsi obat-obatan atau mendapatkan beberapa tindakan operasi serta prosedur berikut ini.

Obat-obatan

Jika pasien memiliki beberapa jenis actinic keratosis, dokter bisa meresepkan krim atau gel obat untuk menghilangkannya. Contoh obat ini meliputi fluorouracil, imiquimod, ingenol mebutate, atau diklofenak.Produk-produk ini bisa menimbulkan efek samping berupa kemerahan atau sensasi terbakar selama beberapa minggu.

Operasi dan prosedur lain

Beberapa metode yang digunakan untuk menghilangkan actinic keratosis, antara lain:
  • Pembekuan (cryotherapy)

Actinic keratosis dapat dihilangkan dengan membekukannya menggunakan nitrogen cair. Dokter mengoleskan zat ini ke kulit yang terkena.Nitrogen cair akan menyebabkan kulit melepuh atau mengelupas. Saat kulit pasien sembuh, sel-sel yang rusak akan mengelupas, sehingga memungkinkan tumbuhnya sel-sel kulit baru.Cryotherapy adalah penanganan solar keratosis yang paling umum. Prosedur ini hanya memerlukan waktu beberapa menit dan dapat dilakukan di kantor dokter.Efek samping dari prosedur ini adalah munculnya lecet, jaringan parut, perubahan tekstur kulit, infeksi dan perubahan warna kulit di daerah yang terkena.
  • Pengikisan (kuretase)

Dalam prosedur ini, dokter akan menggunakan alat yang disebut kuret untuk mengikis sel-sel yang rusak. Pengikisan dapat diikuti dengan bedah listrik, di mana dokter menggunakan alat berbentuk pensil untuk memotong dan menghancurkan jaringan yang terkena dengan arus listrik.Prosedur ini membutuhkan anestesi lokal. Efek samping yang mungkin akan timbul yaitu infeksi, jaringan parut dan perubahan warna kulit di daerah yang terkena.
  • Terapi laser

Teknik laser semakin banyak digunakan untuk mengobati actinic keratosis. Dokter menggunakan perangkat laser ablatif untuk menghancurkan kulit tebal dan memungkinkan kulit baru muncul.Efek samping terapi laser yang mungkin timbul adalah jaringan parut dan perubahan warna pada kulit yang terkena.
  • Terapi fotodinamik

Dalam terapi fotodinamik, dokter akan menuangkan larutan kimia peka cahaya ke kulit pasien. Dokter lalu menyinarinya dengan cahaya khusus yang akan menghancurkan actinic keratosis.Efek samping prosedur ini yang mungkin timbul meliputi kemerahan, pembengkakan, dan sensasi terbakar selama terapi.Jika tidak ditangani dengan benar dan saksama, pasien mungkin saja mengalami komplikasi actinic keratosis yang berupa karsinoma sel skuamosa. 
Cara mencegah actinic keratosis yang bisa dilakukan meliputi:
  • Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 untuk dapat mengurangi risiko actinic keratosis
  • Batasi waktu di bawah sinar matahari, terutama antara jam 10 pagi sampai jam 2 siang
  • Pakailah baju tertutup (berlengan panjang dan celana panjang) serta topi bertepi lebar ketika beraktivitas di luar ruangan dan di siang hari
  • Hindari proses tanning karena dapat merusak jaringan kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit
  • Periksalah kulit secara teratur untuk mendeteksi ada tidaknya perubahan kulit
 
Bercak yang menandakan kanker atau tidak, sangat sulit dibedakan. Karena itu, Anda butuh bantuan dokter untuk memeriksanya jika mengalami kelainan kulit. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait actinic keratosis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis actinic keratosis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/actinic-keratosis
Diakses pada 1 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/actinic-keratosis/symptoms-causes/syc-20354969
Diakses pada 1 November 2018
Skin Cancer. https://www.skincancer.org/skin-cancer-information/actinic-keratosis/actinic-keratosis-warning-signs-and-images/ 
Diakses pada 30 Juni 2021
American Academy of Dermatology Association. https://www.aad.org/public/diseases/skin-cancer/actinic-keratosis-causes
Diakses pada 30 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email