Abses Otak

Ditinjau dr. Miranda Rachellina pada 25 Mar 2019
Abses otak disebabkan oleh infeksi jantung, infeksi paru-paru, infeksi telinga, sinus dan abses gigi.
Abses otak dapat mengganggu suplai darah dan oksigen ke otak, sehingga membutuhkan perawatan medis segara.

Pengertian Abses Otak

Abses otak adalah rongga yang berisi nanah pada otak. Hal ini biasanya terjadi ketika infeksi bakteri atau jamur memasuki jaringan otak setelah infeksi atau cedera kepala yang parah.

Infeksi jantung, paru-paru, dan telinga merupakan beberapa contoh penyebab abses otak. Sinus dan abses gigi juga dapat menjadi penyebab lain abses otak.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala abses otak berkembang perlahan dan bisa juga datang secara tiba-tiba. Gejala-gejala yang kemungkinan terjadi, antara lain:

  • Kebingungan atau disorientasi, penurunan respons, dan mudah tersinggung
  • Penurunan fungsi berbicara
  • Penurunan fungsi gerak karena hilangnya fungsi otot
  • Perubahan fungsi penglihatan
  • Perubahan kepribadian dan perilaku
  • Muntah
  • Demam
  • Kaku pada leher, terutama ketika terjadi demam dan saat mengigil
  • Peka terhadap cahaya

Gejala abses otak pada bayi dapat ditandai oleh pembengkakan fontanel (bagian lunak di antara plat tengkorak kepala pada bagian atas dan belakang kepala bayi). Gejala lain yang muncul pada anak-anak, diantaranya adalah:

  • Muntah proyektil (muntah dengan semburan kuat)
  • Menangis bernada tinggi
  • Tungkai (lengan atau kaki) kaku

Penyebab

Abses otak dapat berkembang karena disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • Infeksi di dalam tengkorak, seperti infeksi telinga tengah (otitis media), sinusitis, atau mastoiditis (infeksi pada tulang di belakang telinga), yang dapat menyebar langsung ke otak
  • Infeksi di bagian lain tubuh, misalnya infeksi yang menyebabkan pneumonia, abses gigi, endokarditis (infeksi jantung) yang menyebar ke otak melalui darah
  • Trauma, seperti cedera kepala yang parah

Kondisi lain seperti ketahanan tubuh yang lemah pada penderita HIV/AIDS atau kanker, penyakit jantung bawaan, atau radang selaput otak (meningitis) dapat meningkatkan risiko abses otak.

Diagnosis

Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan dan tes seperti CT scan dan MRI untuk mendiagnosis abses otak.

Dalam beberapa kasus, dokter juga mungkin menggunakan pungsi lumbal. Pungsi lumbal merupakan pengambilan sejumlah kecil cairan serebral tulang belakang untuk kemudian diuji lebih lanjut.

Pengobatan

Abses otak dianggap sebagai keadaan darurat medis. Pembengkakan yang disebabkan oleh abses dapat mengganggu suplai darah dan oksigen ke otak. Jika tidak ditangani, abses otak dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan bias berakibat fatal. Pengobatan abses otak biasanya menggunakan kombinasi:

  • Obat-obatan, baik antibiotik ataupun anti-jamur
  • Operasi, baik pengeringan nanah melalui aspirasi abses atau dengan membuka tengkorak dan menghilangkan abses seluruhnya (kraniotomi)

Pencegahan

Pencegahan abses otak adalah dengan memantau dan mencegah kondisi apapun yang dapat menyebabkan infeksi pada otak. Seseorang yang mempunyai gangguan jantung perlu berdiskusi dengan dokter sebelum melakukan prosedur pada saluran kemih atau gigi. Dokter dapat meresepkan antibiotik sebelum prosedur ini dilaksanakan untuk mengurangi risiko infeksi yang dapat menyebar ke otak.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Setiap gejala yang menunjukkan masalah dengan otak dan sistem saraf merupakan keadaan darurat medis. Keadaan tersebut diantaranya adalah:

  • Bicara cadel atau gangguan bicara lainnya
  • Kelemahan otot atau kelumpuhan
  • Kejang yang terjadi pada seseorang yang tidak pernah memiliki riwayat kejang sebelumnya

Segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami hal-hal diatas.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-abscess
Diakses pada 15 November 2018

NHS.  https://www.nhs.uk/conditions/brain-abscess/
Diakses pada 15 November 2018

Back to Top