Kepala

Abses Otak

Diterbitkan: 18 Mar 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Abses Otak
Abses otak dapat mengganggu suplai darah dan oksigen ke otak, sehingga membutuhkan perawatan medis segara.
Abses otak adalah adanya pembengkakan berisi nanah yang terjadi pada otak. Hal ini biasanya disebabkan ketika kepala mengalami infeksi atau cedera yang parah sehingga memengaruhi jaringan otak.Efek yang dihasilkan dari abses otak dapat bervariasi, tergantung pada ukuran abses dan di bagian otak mana abses terbentuk. Secara umum, munculnya abses otak adalah kondisi yang serius dan berpotensi mengancam jiwa.Abses otak paling sering menyerang pria dewasa berusia di bawah 30 tahun. Selain itu anak-anak berusia 4–7 tahun dan juga bayi yang baru lahir berisiko tinggi untuk mengalami kondisi ini.Penanganan abses otak meliputi pemberian obat-obatan dan tindakan medis seperti operasi. Di samping itu, sebagai upaya pencegahan, program vaksinasi terhadap virus tertentu yang dapat menyerang otak telah terbukti mengurangi kejadian abses otak pada anak.Baca juga: Seluk Beluk Cedera Otak yang Penting untuk Diketahui
Abses Otak
Dokter spesialis Saraf, Penyakit Dalam
GejalaDemam, kaku leher, perubahan kepribadian dan perilaku menjadi gelisah
Faktor risikoIndividu dengan imunitas tubuh lemah, misalnya karena HIV/AIDS atau kanker, fraktur tengkorak, meningitis
Metode diagnosistes darah, CT scan, pungsi lumbal
PengobatanPemberian antibiotik, aspirasi abses dengan operasi
ObatAntibiotik, antijamur
KomplikasiPeningkatan tekanan intrakranial, herniasi otak, kejang
Kapan harus ke dokter?Gangguan bicara, kelemahan atau kelumpuhan otot, kejang tanpa riwayat kejang sebelumnya
Gejala abses otak berkembang secara perlahan, namun bisa juga datang secara tiba-tiba. Gejala-gejala yang mungkin terjadi, antara lain:
  • Kebingungan atau disorientasi, penurunan respons, dan mudah tersinggung
  • Penurunan fungsi berbicara
  • Penurunan fungsi gerak karena hilangnya fungsi otot
  • Perubahan fungsi penglihatan
  • Perubahan kepribadian dan perilaku menjadi gelisah
  • Mual
  • Muntah
  • Demam diatas 38oC
  • Kaku pada leher, terutama ketika terjadi demam dan saat menggigil
  • Peka terhadap cahaya
  • Sakit kepala hebat
Gejala abses otak pada bayi ditandai oleh pembengkakan fontanel (bagian lunak di antara plat tengkorak, pada bagian atas dan belakang kepala bayi). Gejala lain yang muncul pada anak-anak, di antaranya adalah:
  • Muntah proyektil (muntah dengan semburan kuat)
  • Menangis dengan nada tinggi
  • Tungkai (lengan atau kaki) kaku
Abses otak dapat berkembang karena disebabkan oleh beberapa hal berikut:
  • Infeksi di dalam tengkorak, seperti infeksi telinga tengah (otitis media), sinusitis, atau mastoiditis (infeksi pada tulang di belakang telinga), yang dapat menyebar langsung ke otak
  • Infeksi di bagian tubuh lain, misalnya infeksi yang menyebabkan pneumonia, abses gigi, endokarditis (infeksi jantung) yang menyebar ke otak melalui darah
  • Trauma, seperti cedera kepala yang parah

Faktor risiko

Hampir semua orang bisa mengalami abses otak, tetapi sekelompok orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu memiliki risiko lebih tinggi daripada yang lain.Beberapa penyakit, gangguan, dan kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya abses otak antara lain:
  • Gangguan sistem kekebalan seperti HIV dan AIDS
  • Kanker dan penyakit kronis lainnya
  • Penyakit jantung bawaan
  • Cedera kepala mayor atau patah tulang tengkorak
  • Meningitis
  • Konsumsi obat imunosupresan, seperti yang digunakan dalam kemoterapi
  • Sinus kronis atau infeksi telinga tengah
  • Cacat lahir tertentu seperti tetralogy of Fallot yakni cacat jantung yang memengaruhi struktur jantung.
Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan dan tes seperti :
  • CT scan dan MRI, untuk mendiagnosis abses otak.
  • Pungsi lumbal, merupakan pengambilan sejumlah kecil cairan serebral tulang belakang untuk kemudian diuji lebih lanjut
  • Tes laboratorium darah, untuk mendeteksi adanya infeksi
  • Pemeriksaan neurologi, untuk melihat adanya gangguan saraf sensorik, dan gerak pada otot, 
  • Elektroensefalografi (EEG). untuk merekam aktivitas listrik otak
Abses otak dianggap sebagai keadaan darurat medis dan harus ditangani segera. Pembengkakan yang disebabkan oleh abses dapat mengganggu suplai darah dan oksigen ke otak. Jika tidak ditangani, abses otak dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan bias berakibat fatal. Pengobatan abses otak biasanya menggunakan kombinasi:
  • Obat-obatan, baik antibiotik ataupun anti-jamur
  • Operasi, baik pengeringan nanah melalui aspirasi abses atau dengan membuka tengkorak dan menghilangkan abses seluruhnya (kraniotomi)
Efektifitas terapi dapat dipengaruhi oleh :
  • Ukuran abses otak. abses berukuran < 2 cm masih dapat diobati dengan antibiotik, antijamur, atau antivirus. Jika lebih dari 2 cm maka kemungkinan akan dilakukan tindakan operasi
  • Jumlah abses pada otak
  • Penyebab abses
  • Kondisi pasien dan tingkat kesadaran pasien

Komplikasi

Komplikasi yang dapat terjadi akibat abses otak adalah:
  • Meningitis
  • Ventrikulitis
  • Peningkatan tekanan intrakranial
  • Herniasi otak
  • Kejang
  • Keracunan darah
  • Defisit neurologis
  • Trombosis pembuluh darah intrakranial
  • Kematian
Baca juga: Komplikasi Akibat Benturan Kepala: Benjol Sampai Cedera Otak
Pencegahan abses otak adalah dengan memantau dan mencegah kondisi apapun yang dapat menyebabkan infeksi pada otak. Seseorang yang mempunyai gangguan jantung perlu berdiskusi dengan dokter sebelum melakukan prosedur pada saluran kemih atau gigi. Dokter dapat meresepkan antibiotik sebelum prosedur ini dilaksanakan untuk mengurangi risiko infeksi yang dapat menyebar ke otak.
Setiap gejala yang menunjukkan masalah dengan otak dan sistem saraf merupakan keadaan darurat medis. Keadaan tersebut diantaranya adalah:
  • Bicara cadel atau gangguan bicara lainnya
  • Kelemahan otot atau kelumpuhan
  • Kejang yang terjadi pada seseorang yang tidak pernah memiliki riwayat kejang sebelumnya
Segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami hal-hal diatas.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang pasien rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang pasien alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang pasien konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang pasien rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali pasien alami?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait abses otak?
  • Apakah pasien rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah pasien pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah pasien coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis abses otak agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Journal of Neurosciences in Rural Practice. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3808066/
Diakses pada 16 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-abscess
Diakses pada 16 Maret 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/brain-abscess/
Diakses pada 15 November 2018
Harvard. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/brain-abscess-a-to-z
Diakses pada 16 Maret 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441841/
Diakses pada 16 Maret 2021
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/neurologic-disorders/brain-infections/brain-abscess
Diakses pada 16 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email