Abrasi kornea merupakan sebuah luka goresan pada lapisan jernih terluar mata yang disebut kornea. Kornea dapat tergores akibat kontak dengan benda asing yang terkena mata.

Gejala yang timbul pada abrasi kornea yaitu sebagai berikut:

Penyebab abrasi kornea adalah tergoresnya kornea akibat kontak langsung dengan benda asing, seperti:

  • Terkena tanah, pasir, debu, atau benda asing lain
  • Terkena zat kimia pada mata
  • Mengucek mata terlalu keras
  • Menggunakan lensa kontak yang tidak pas atau kotor
  • Infeksi mata
  • Operasi mata tanpa menggunakan penutup mata setelahnya
  • Tidak menggunakan pelindung mata pada olahraga dengan risiko tinggi mengalami benturan
  • Menggunakan lensa kontak terlalu lama
  • Terkena ujung jari, pena, atau alat rias

Untuk menegakkan diagnosa abrasi kornea, dokter akan melakukan wawancara mengenai keluhan yang dirasakan dan kronologis bagaimana terjadinya keluhan.

Setelah itu, dokter akan memfokuskan pemeriksaan fisik kepada mata Anda dengan membandingkan kedua mata baik yang dikeluhkan atau yang tidak dikeluhkan.

Biasanya tidak diperlukan pemeriksaan penunjang apapun untuk mendiagnosis adanya abrasi kornea pada mata.

Hal yang utama dalam pemeriksaan mata di sini adalah melihat seberapa besar abrasi dan apakah masih terdapat benda asing yang menjadi penyebab abrasi pada mata.

Penanganan pertama pada abrasi kornea sangat penting. Ketika Anda merasa mata terkena benda asing dan mengalami gejala di atas, lakukanlah beberapa langkah berikut:

  • Bilas mata dengan air bersih mengalir (bisa menggunakan air mineral baru) atau larutan salin. Jika Anda berada dekat pada tempat-tempat untuk membilas mata di tempat kerja, berjalanlah dengan hati-hati ke tempat tersebut. Membilas dapat membantu menghilangkan benda asing yang ada.
  • Berkediplah beberapa kali sampai terasa lebih nyaman. Berkedip membantu membuang partikel kecil pada mata yang mengganjal.

Hindari untuk melakukan hal berikut yang dapat memperburuk kondisi mata:

  • Jangan mencoba mencabut atau membuang benda asing yang ada pada mata Anda jika tidak hilang dengan membilasnya.
  • Jangan mengucek mata setelah terkena benda asing.
  • Jangan sentuh bola mata Anda dengan cottonbud atau benda lainnya.
  • Lepaskan kontak lensa Anda jika sedang memakainya.

Setelah Anda melakukan penanganan pertama dan keluhan masih terasa, periksakanlah diri Anda ke dokter. Jika perlu, dokter dapat mengulang pembilasan pada mata dan membantu membuang benda asing pada mata jika masih tertinggal. 

Jika benda asing terlalu berisiko untuk dilepaskan oleh dokter umum, biasanya Anda akan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata untuk penanganan selanjutnya.

Lama proses penyembuhan abrasi kornea bervariasi bergantung pada besarnya luka. Luka yang kecil dapat sembuh dalam 1-3 hari. Biasanya dokter akan mempertimbangkan memberi obat tetes mata untuk membantu penyembuhan abrasi kornea dan mencegah terjadinya infeksi.

Pencegahan abrasi kornea pada dasarnya adalah melindungi mata akan kontak dengan benda asing. Bagi pekerja dengan lingkungan berisiko terhadap benda asing berukuran kecil masuk dalam mata, gunakanlah kacamata kerja atau goggles yang telah didesain oleh perusahaan Anda sebagai alat pelindung diri.

Dalam aktivitas sehari-hari, pengendara sepeda motor merupakan orang yang rentan terkena abrasi kornea, gunakanlah helm sebagaimana harusnya, lengkap dengan penutup di bagian depan.

Bagi pengguna lensa kontak, bersihkanlah lensa kontak Anda secara berkala dan ingatlah kapan Anda harus melepasnya.

Berkonsultasilah pada dokter ketika mata Anda mengalami kontak dengan benda asing dan menimbulkan gejala di atas walaupun Anda telah melakukan penanganan awal dengan benar.

Beberapa informasi perlu Anda siapkan, seperti:

  • Kapan terjadinya kejadian benda asing yang terkena mata?
  • Benda asing apa yang mengenai mata?
  • Apa yang sudah Anda lakukan sebelum ke dokter?
  • Apakah benda asing tersebut masih dirasakan ada pada mata?

Bisa saja dokter akan melakukan pembilasan pada mata yang dikeluhkan dan membuang benda asing jika masih ada pada mata dengan mempertimbangkan risiko terlebih dahulu.

Artikel Terkait