Perut

Abdominal Migraine

Diterbitkan: 22 Oct 2019 | dr. Rikho Melga ShalimDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Abdominal Migraine
Abdominal migraine, sesuai dengan namanya, merupakan sebuah kondisi dengan gejala utama rasa nyeri pada abdomen atau perut. Kondisi ini lebih sering dijumpai pada anak-anak. Biasanya abdominal migraine ditemukan pada anak usia 7-10 tahun. Tetapi terkadang orang dewasa juga dapat mengalaminya.Kondisi abdominal migraine dapat serupa dengan beberapa kondisi lain yang menyebabkan timbulnya gejala nyeri perut pada anak seperti IBS (Irritable Bowel Syndrome) atau penyakit Crohn.
Abdominal Migraine
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Gejala utama abdominal migraine adalah nyeri perut yang hilang timbul. Biasanya nyeri perut berlokasi di bagian tengah perut dan bersifat tumpul. Nyeri dapat muncul dan bertahan selama 1 jam hingga berhari-hari. Di antara kambuhnya nyeri perut biasanya anak tidak memiliki gejala bahkan keluhan sama sekali.Selain nyeri, beberapa gejala berikut juga terkadang ikut menyertai:
Penyebab abdominal migraine sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Kemungkinan, faktor-faktor risiko yang memengaruhi kondisi ini berkaitan dengan faktor-faktor pada migraine yang biasanya muncul dengan keluhan nyeri kepala.Teori tersebut muncul dari hubungan antara saluran cerna dan otak. Sebuah studi menemukan adanya hubungan antara migrain kepala dengan gerakan usus yang melambat dalam sistem pencernaan.Kondisi abdominal migraine juga lebih banyak ditemukan pada anak dengan riwayat keluarga yang mengalami migraine kepala. Sebuah studi menemukan 90% anak yang mengalami kondisi ini memiliki orangtua atau saudara dengan migraine.Perempuan didapati juga lebih banyak mengalami abdominal migraine dibanding laki-laki.  Kondisi emosi juga dapat memengaruhi timbulnya gejala nyeri perut.Beberapa kondisi lain yang mungkin menjadi pencetus nyeri perut ini yaitu:
Dalam menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara mengenai kondisi medis pasien dan riwayat penyakit yang ada pada keluarga pasien.Setelah itu dokter akan menanyakan seputar keluhan yang terjadi pada anak. Diagnosa abdominal migraine dapat ditegakkan bila memenuhi beberapa kriteria berikut:
  • Paling tidak terdapat 5 serangan nyeri perut yang bertahan dalam 1-72 jam
  • Nyeri tumpul di sekitar pusar dengan intensitas sedang hingga berat
  • Paling tidak terdapat 2 dari beberapa gejala: hilang nafsu makan, mual, muntah, kulit pucat
  • Tidak terdapat gangguan pencernaan lain atau penyakit ginjal
Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan daerah perut yang menjadi perhatian utama untuk menilai keadaan tampak luar serta suara bising usus yang ada.Meskipun dapat disingkirkan dari wawancara dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang seperti endoskopi atau pemeriksaan usg dapat menolong untuk menyingkirkan diagnosis lain bila diperlukan, seperti:
  • Refluks Gastroesofageal (GERD)
  • Penyakit Crohn
  • IBS (Irritable Bowel Syndrome)
  • Obstruksi saluran cerna
  • Ulkus peptikum
  • Penyakit ginjal
  • Kolesistitis
Abdominal migraine dapat diobati dengan obat yang dipakai dalam terapi migraine nyeri kepala, seperti obat NSAID ibuprofen, obat anti mual, atau obat golongan triptan.Pastikan anak mendapat waktu tidur yang cukup, makan makanan yang bergizi setiap hari, dan minum air yang cukup setiap harinya tanpa kandungan kafein.Bila gejala yang timbul disertai muntah, pastikan anak mendapat asupan cairan yang cukup agar terhindar dari dehidrasi.Makanan seperti cokelat atau makanan olahan lainnya dapat memicu terjadinya abdominal migraine. Bila perlu, catat makanan yang dikonsumsi anak setiap harinya dan catat kapan saja serangan nyeri perut muncul untuk dapat memperkirakan makanan yang dapat memicu timbulnya gejala.
Pencegahan terjadinya abdominal migraine yaitu dengan mencari tahu terlebih dahulu pencetus timbulnya gejala. Jika sudah ditemukan, maka mencegahnya dapat dilakukan dengan menghindari pencetus tersebut.
Berkonsultasilah sejak dini pada dokter ketika anak Anda mengalami keluhan nyeri perut.
Beberapa informasi perlu Anda siapkan, seperti:
  • Kapan pertama kali keluhan nyeri perut muncul?
  • Apakah ada waktu tertentu yang berkaitan dengan munculnya nyeri perut?
  • Apakah ada makanan atau minuman yang baru pertama kali dikonsumsi?
  • Keluhan apa saja yang dirasakan selain nyeri perut?
  • Apakah dalam keluarga Anda ada yang memiliki keluhan serupa?
  • Riwayat penyakit pasien yang pernah diderita
  • Riwayat pengobatan sebelumnya
  • Riwayat penyakit migraine pada keluarga
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

9 Penyakit Ini Ditandai dengan Gejala Perut Terasa Panas

Perut terasa panas bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang terjadi di saluran pencernaan yang disebabkan karena pola makan yang salah, virus atau bakteri, atau terdapatnya penyakit tertentu.
03 Sep 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Perut terasa panas umumnya disebabkan karena adanya gangguan kesehatan di saluran pencernaan

Tak Hanya Terjadi di Paru-Paru, Bakteri Tuberkulosis Juga Dapat Sebabkan TBC Usus

Selama ini, kita mengenal TBC menyerang paru-paru. Faktanya, bakteri Tuberkulosis (TB) bisa menyerang bagian tubuh lainnya, termasuk usus, yang dinamakan TBC usus. Gejalanya mirip dengan infeksi bakteri lainnya sehingga sulit dibedakan.
03 Jun 2020|Nurul Rafiqua
Baca selengkapnya
TBC usus memiliki gejala yang mirip dengan infeksi bakteri lainnya sehingga hanya dapat dideteksi dengan pemeriksaan oleh dokter

Hamil Tanpa Mual, Normal atau Tidak?

Hamil tanpa mual dialami oleh sebagian wanita. Padahal mual atau morning sickness menjadi salah satu tanda kehamilan yang umum terjadi. Jadi, normalkah hal tersebut?
04 Jul 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Hamil tanpa mual merupakan hal yang normal pada sebagian ibu hamil