Zycin Kapsul 250 mg

25 Nov 2020| Dina Rahmawati
Zycin kapsul adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri

Deskripsi obat

Zycin kapsul digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, infeksi kulit, infeksi telinga, infeksi mata, dan penyakit menular seksual. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakam resep dokter. Zycin kapsul mengandung azithromycin. Azithromycin adalah antibiotik makrolida semisintetik yang biasa digunakan untuk berbagai macam infeksi bakteri ringan hingga sedang. Antibiotik seperti azitromisin tidak akan bekerja untuk pilek, flu, atau infeksi virus lainnya. Azithromycin bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri, sehingga membunuh bakteri tersebut dan mengobati infeksi.
Zycin Kapsul 250 mg
HETRp 76.000/box per Juni 2020
Kandungan utamaAzithromycin.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatMakrolida.
Kemasan1 box isi 2 strip @ 4 kapsul (250 mg)
ProdusenInterbat

Informasi zat aktif

Azithromycin merupakan antibiotik yang termasuk dalam golongan makrolida. Zat aktif ini dapat menghambat sintesis protein yang bergantung pada RNA dengan mengikat subunit ribosom 50, sehingga mampu menghentikan pertumbuhan bakteri.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, Azithromycin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ktersediaan hayati) sekitar 37%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi puncak plasma) selama 2-3 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan (kulit, paru-paru, amandel, serviks) dan dahak (sputum). Masuk ke dalam ASI. Volume distribusi sebanyak 31-33 L/kg. Pengikatan protein plasma sebanyak 7-51%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit tidak aktif.
  • Ekskresi: Melalui empedu (50%, sebagai obat tidak berubah); urine (6-14%, sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) sekitar 68-72 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi saluran pernapasan atas dan bawah.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak.
  • Infeksi yang menyebabkan peradangan pada amandel (tonsilitis).
  • Infeksi yang menyebabkan peradangan pada paru-paru (bronkitis).
  • Infeksi yang menyebabkan peradangan pada faring atau tenggorokan (faringitis).
  • Infeksi yang menyebabkan peradangan pada saluran yang membawa urin atau uretra (uretritis).
  • Infeksi yang menyebabkan peradangan pada leher rahim atau serviks tanpa kencing nanah (servisitis non gonore) yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis, Neisseria gonorrhoeae, atau Ureaplasma urealyticum.

Azithromycin adalah antibiotik golongan makrolida yang dapat menghambat produksi protein pada bakteri. Azithromycin bekerja dengan mengganggu siklus perpanjangan rantai peptidil dengan secara khusus mengikat subunit 50S dari ribosom (tempat untuk sintesis protein) bakteri. Obat ini dapat menghentikan perkembangbiakan bakteri, sehingga dapat membunuh bakteri dan mengobati infeksi yang terjadi.

Komposisi obat

Azithromycin 250 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa, lanjut usia, dan anak-anak berusia 16 tahun ke atas:
  • Infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan struktur kulit:
    • Hari ke 1: 500 mg/hari dalam dosis tunggal.
    • Hari ke 2 hingga 5: 250 mg/hari.
  • Uretritis dan servisitis nongonore: 100 mg/hari dalam dosis tunggal.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi pada saat perut kosong, 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.

Efek samping obat

  • Pasien dengan sirkulasi darah buruk.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien dengan gangguan sistem imun.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak berusia 6 tahun ke bawah.
  • Pemakaian pada mata atau dekat mata, kulit wajah dan daerah kelamin, mukosa anus, dan daerah-daerah lipatan.
  • Tidak dianjurkan untuk pemakaian jangka lama.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan elektrolit terutama pasien yang memiliki kadar kalium yang rendah dalam darah (hipokalemia) dan kadar magnesium yang rendah dalam darah (hipomagnesia).
  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi seperti (angioedema) dan reaksi alergi berat (anafilaksis).
  • Pasien penderita kelemahan otot (myasthenia gravis).
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien yang memiliki denyut jantung yang lebih lambat dari biasanya (bradikardia).
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Sebaiknya tidak diberikan dalam jangka panjang.
  • Pasien penderita gangguan fungsi jantung yang berat.
  • Pasien lanjut usia atau pasien dengan kondisi lemah.
  • Anak-anak 16 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan riwayat gangguan fungsi hati yang disebabkan akibat penggunaan antibiotik.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap azitromisin, eritromisin, dan golongan antibiotik untuk menangani berbagai jenis infeksi yang umum terjadi, seperti infeksi telinga (makrolida).
  • Pasien yang mengonsumsi obat turunan (derivat) ergot, yang merupakan obat untuk mengatasi sakit kepala sebelah atau migrain

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Digoxin, colchicine, dan ciclosporin.
    Azithromycin dapat meningkatkan kadar obat di atas, sehingga dapat menyebabkan terjadinya keracunan (toksisitas).
  • Albuterol, formoterol, salmeterol.
    Menggunakan obat-obat di atas bersama azithromycin dapat meningkatkan risiko irama jantung tidak teratur yang mungkin serius dan berpotensi mengancam nyawa, meskipun ini adalah efek samping yang jarang terjadi.
  • Warfarin.
    Azithromycin dapat meningkatkan efek mencegah pembekuan darah (antikoagulan), sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri dada atau detak jantung lebih cepat atau tidak teratur.
  • Perubahan warna kulit atau bagian putih mata menjadi menguning.
  • Kotoran pucat dengan urine berwarna gelap bisa menjadi tanda masalah hati atau kandung empedu.
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Gangguan pendengaran sementara atau pusing, hingga merasa seperti sekeliling Anda berputar (vertigo).
  • Sakit parah di perut atau punggung bisa menjadi tanda terjadinya peradangan pankreas (pankreatitis).
  • Diare (mungkin disertai dengan kram otot) yang mengandung darah atau lendir. Jika Anda mengalami diare parah tanpa darah atau lendir selama lebih dari 4 hari, segera konsultasi dengan dokter.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/zycin?type=brief&lang=id
Diakses pada 13 November 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/azithromycin?mtype=generic
Diakses pada 13 November 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/azitromisin
Diakses pada 13 November 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/zithromax-zmax-azithromycin-342523#0
Diakses pada 13 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/azithromycin.html
Diakses pada 13 November 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/azithromycin/
Diakses pada 13 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1527-3223/azithromycin-oral/azithromycin-250-500-mg-oral/details
Diakses pada 13 November 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697037.html
Diakses pada 13 November 2020

MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/azithromycin-oral-tablet#overview
Diakses pada 13 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email