Slepzol, Stilnox, Zomia, Zolta, Zudem

Zolpidem adalah obat yang digunakan untuk menangani masalah tidur atau insomnia jangka pendek.  Obat ini termasuk golongan obat sedatif-hipnotik yang bekerja di otak yang menghasilkan efek menenangkan.

Zolpidem
Golongan

Obat penenang

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat. 

Manajemen jangka pendek untuk insomnia

Dewasa

  • Sediaan tablet terurai cepat: 5-10 mg segera sebelum tidur. Maksimal 10 mg per hari.
  • Sediaan tablet terurai lambat: 6,25-12,5 mg segera sebelum tidur. Maksimal 12,5 mg per hari.

Kalangan lanjut usia (lansia)

  • Sediaan tablet terurai cepat: 5 mg segera sebelum tidur.
  • Sediaan tablet terurai lambat: 6,25 mg segera sebelum tidur.

Durasi pengobatan maksimal 4 minggu, termasuk pengurangan dosis bertahap (tapering off).

Baca petunjuk di kemasan atau ikuti sesuai dari anjuran dari dokter sebelum menggunakan zolpidem. 

Dosis zolpidem akan diberikan sesuai dengan kondisi medis pasien. Jangan menambahkan dosis atau menggunakannya lebih sering, karena dapat menyebabkan resiko efek samping.

Minumlah zolpidem sesaat sebelum waktu tidur. Obat ini bekerja cepat untuk membuat Anda segera tertidur.

Zolpidem harus dikonsumsi saat perut kosong atau setelah makan agar segera bekerja. Jangan meminum obat ini jika Anda mengonsumsi alkohol.

Obat penenang ini dapat menyebabkan reaksi withdrawal (putus obat) jika digunakan secara teratur atau dengan dosis yang tinggi dan waktu yang lama. Gejala putus obat yang meliputi muntah, mual, kram, kegelisahan, dan gemetar, dapat terjadi jika Anda tiba-tiba berhenti mengonsumsi obat ini. Konsultasi pada dokter lebih lanjut bila terjadi gejala putus obat.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Obat zolpidem dapat menyebabkan efek samping yang jarang terjadi jika dikonsumsi. Beberapa di antaranya adalah:

  • Gangguan proses pikir dan perilaku.
  • Halusinasi.
  • Mimpi buruk.
  • Penurunan kesadaran atau somnolen.
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Pusing.
  • Vertigo.
  • Mengantuk.
  • Asthenia.
  • Ataksia.
  • Amnesia.
  • Gangguan saluran cerna.
  • Abnormalitas hasil pemeriksaan liver.

Jika efek samping semakin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan. Anda dihimbau untuk mencari bantuan medis secepatnya bila mengalami efek samping fatal yang sangat jarang di bawah ini: 

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut: 

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika Anda mengalami kerusakan hati yang berat.

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi zolpidem dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi berikut ini:

  • Dapat meniadakan efek sedasi-hipnotik dari zolpidem bila digunakan bersama flumazenil.
  • Dapat meningkatkan efek depresi saraf pusat bila digunakan bersama sedatif, antihistamin, maupun alkohol.
  • Dapat memberikan efek tambahan pada penurunan kesadaran dan psikomotor bila digunakan bersama bersama imipramin dan klorpromazin.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma zolpidem bila digunakan bersama itraconazole, ketoconazole, dan CYP3A4 inhibitor lainnya.
  • Dapat menurunkan konsentrasi plasma bila digunakan bersama pemicu CYP3A4, misalnya, carbamazepine).
  • Dapat mengurangi efek hipnotik bila digunakan dengan rifampicin.

 

Informasi yg diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8862-1381/zolpidem-oral/zolpidem-spray-oral/details
Diakses pada 9 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/zolpidem-oromucosal-route-sublingual-route/
description/drg-20068261
Diakses pada 9 April 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/zolpidem/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 9 April 2019

Artikel Terkait