Zolpidem

27 Apr 2021| Lenny Tan
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Zolpidem digunakan untuk mengatasi gangguan tidur seperti insomnia dalam jangka pendek

Zolpidem digunakan untuk mengatasi gangguan tidur seperti insomnia dalam jangka pendek

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Slepzol, Stilnox, Zomia, Zolta, Zudem

Deskripsi obat

Zolpidem digunakan untuk mengatasi gangguan tidur, seperti insomnia dalam jangka pendek. Insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan kesulitan tidur serta sering terbangun terlalu cepat dan tidak dapat tertidur kembali. Gangguan tidur tersebut tentu akan akan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Dengan mengonsumsi obat ini, maka penderita gangguan tidur dapat beristirahat dengan cukup pada malam hari. Zolpidem hanya boleh digunakan jangka pendek dalam pengawasan dokter.

Zolpidem termasuk dalam golongan obat sedatif-hipnotik. Obat ini memiliki kinerja atau onset cepat, tetapi durasi hipnosis (keadaan yang menyebabkan perubahan kesadaran, mirip dengan kondisi tidur) berlangsung singkat.

Zolpidem ()
GolonganKelas terapi: Hipnotik dan sedatif Klasifikasi obat: Imidazopiridin
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, kaplet
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan zolpidem adalah:

  • Sakit kepala
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Jika efek samping ini terasa mengganggu, mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Pusing
    Jika merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai merasa lebih baik. Berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai merasa lebih baik.
  • Diare
    Minumlah banyak air untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, atau urine berwarna gelap dan berbau tajam.
  • Mual
    Cobalah mengonsumsi makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Mengantuk di siang hari
  • Perasaan lelah
  • Kehilangan koordinasi
  • Hidung tersumbat
  • Mulut kering
  • Iritasi hidung atau tenggorokan
  • Konstipasi (sembelit)

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan zolpidem pada:

  • Penderita gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan terhenti beberapa kali (sleep apnea)
  • Penderita badan lemas akibat kerusakan otot dan saraf (myasthenia gravis)
  • Penderita gangguan fungsi pernapasan
  • Pasien yang menunjukkan gejala depresi
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak 18 tahun ke bawah

Hindari penghentian konsumsi obat secara tiba-tiba dan pengurangan dosis yang cepat setelah terapi jangka panjang. Lakukan evaluasi kembali jika insomnia tidak kunjung sembuh setelah 7-10 hari.

Penyimpanan

Simpan sesuai petunjuk penyimpanan yang tertera pada kemasan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan zolpidem pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap zolpidem
  • Gangguan hati yang berat

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan zolpidem pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri dada
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Sesak napas
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Merasa seperti akan pingsan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi zolpidem dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Diphenhydramine, duloxetine, escitalopram, dan pregabalin
    Penggunaan obat-obatan di atas bersama zolpidem dapat meningkatkan efek samping, seperti pusing, kantuk, kebingungan, dan kesulitan berkonsentrasi. Beberapa orang, terutama lansia, mungkin juga mengalami gangguan dalam berpikir, menilai, dan koordinasi motorik.
  • Metoprolol
    Metoprolol dan zolpidem mungkin memiliki efek dalam menurunkan tekanan darah, sehingga dapat menyebabkan sakit kepala, pingsan, atau perubahan denyut nadi atau detak jantung.
  • Alprazolam
    Penggunaan alprazolam bersama zolpidem dapat meningkatkan efek samping, seperti pusing, kantuk, kebingungan, dan kesulitan berkonsentrasi.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/zolpidem?mtype=generic
Diakses pada 31 Maret 2021

Drugs. https://www.drugs.com/zolpidem.html#side-effects
Diakses pada 31 Maret 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/zolpidem/
Diakses pada 31 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email