Zoloft Tablet

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Zoloft tablet adalah obat untuk mengatasi depresi, panik, dan gangguan kecemasan.

Deskripsi obat

Zoloft tablet adalah obat untuk mengatasi depresi, panik, stres pasca trauma, gangguan disforik pramenstruasi, dan gangguan kecemasan. Obat ini merupakan obat obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Zoloft tablet mengandung zat aktif sertralin.

Zoloft Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaSertralin.
Kelas terapiAntidepresan.
Klasifikasi obatSelective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI).
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (25 mg; 50 mg; 100 mg)
ProdusenPfizer

Informasi zat aktif

Sertralin adalah antidepresan turunan naphthalenamine, secara selektif menghambat reuptake serotonin presinaptik (5-HT). Sertralin memiliki efek yang sangat lemah pada serapan saraf norepinefrin dan dopamin. Sehingga dapat meningkatkan suasana hati

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, sertralin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap perlahan dari saluran pencernaan. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) sekitar selama 4,5-8,4 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke seluruh jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma sekitar 98%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urin (40-45% sebagai metabolit); feses (40-45%; 12-14% sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh eliminasi kira-kira 26 jam (sertralin); 62-104 jam (N-desmethylsertraline).

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati depresi.
  • Gangguan obsesif-kompulsif.
  • Gangguan panik.
  • Gangguan kecemasan.
  • Gangguan stres pasca-trauma (PTSD).
  • Gangguan psikologi, gejala fisik, dan emosi yang berhubungan dengan siklus menstruasi (dysphoric pramenstruasi (PMDD)).

Sertralin adalah antidepresan dalam kelompok obat yang disebut inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI). Sertralin bekerja dengan membantu mengembalikan keseimbangan zat alami tertentu (serotonin) di otak dan memengaruhi bahan kimia di otak yang mungkin tidak seimbang pada orang dengan depresi, panik, kecemasan, atau gejala obsesif-kompulsif.

Komposisi obat

  • Zoloft tablet 25 mg: sertralin 25 mg.
  • Zoloft tablet 50 mg: sertralin 50 mg.
  • Zoloft tablet 100 mg: sertralin 100 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Depresi dan gangguan obsesif kompulsif:
    • Dosis awal: 50 mg/hari, dapat ditingkatkan dengan penambahan 50 mg dalam interval mingguan.
    • Dosis maksimal: 200 mg/hari.
  • Gangguan panik dengan atau tanpa agorafobia, gangguan stres pasca trauma, dan gangguan kecemasan sosial:
    • Dosis awal: 25 mg/hari, ditingkatkan menjadi 50 mg/hari setelah satu minggu. Dapat ditingkatkan dengan penambahan 50 mg dalam interval mingguan.
    • Dosis maksimal: 200 mg/hari.
  • Gangguan disforik pramenstrual:
    • Dosis awal: 50 mg/hari, baik selama siklus menstruasi atau hanya selama fase luteal. Dosis dapat ditingkatkan dengan penambahan 50 mg setiap siklus menstruasi.
    • Dosis maksimal: 150 mg/hari (untuk pemberian dosis terus menerus) atau 100 mg/hari (selama fase luteal). Pasien yang membutuhkan 100 mg/hari hanya selama fase luteal: Dosis awal 50 mg/hari selama 3 hari pertama setiap periode fase lutea.

Anak-anak:

  • Anak-anak 6-12 tahun:
    • Depresi dan gangguan obsesif kompulsif: dosis awal 25 mg/hari.
  • Anak-anak 13-17 tahun:
    • Depresi dan gangguan obsesif kompulsif: dosis awal 50 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan pada interval minimal 1 minggu.
    • Dosis maksimal: 200 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mual.
    Cobalah untuk minum sertralin dengan atau setelah makan. Mungkin juga membantu jika Anda menghindari makanan kaya rasa atau makanan pedas.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi sertralin. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau parah.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
    Cobalah minum sertralin di pagi hari.
  • Mengantuk.
    Minum sertralin di malam hari dan kurangi jumlah alkohol yang Anda minum. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda merasa mengantuk. Jika ini tidak membantu, segera hubungi dengan dokter Anda.
  • Diare.
    Minum banyak air atau cairan lain untuk menghindari dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil lebih sedikit dari biasanya dan urin berwarna gelap dan berbau tajam. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Mulut kering.
    Kunyah permen karet bebas gula atau permen bebas gula.
  • Pusing.
    Jika sertralin membuat Anda merasa pusing, hentikan apa yang Anda lakukan dan duduk atau berbaring sampai Anda merasa lebih baik.
  • Lelah atau kelemahan.
    Jika sertralin membuat Anda merasa lelah atau lemah, hentikan apa yang Anda lakukan dan duduk atau berbaring sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda merasa lelah. Jangan minum alkohol karena akan membuat Anda merasa lebih buruk. Jika gejala ini tidak hilang setelah satu atau dua minggu, segera minta saran kepada dokter atau apoteker Anda.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat keluarga gangguan bipolar, mania atau hipomania, skizofrenia, gangguan atau kondisi kejang sebelumnya yang menyebabkan kejang (misalnya kerusakan otak, alkoholisme), deplesi volume, diabetes melitus, riwayat gangguan perdarahan, glaukoma sudut tertutup atau riwayat glaukoma, faktor risiko perpanjangan QTc.
  • Hindari penarikan mendadak.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang mengonsumsi CYP2C19 ultrarapid dan pasien dengan metabolisme yang buruk.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan zoloft tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan penggunaan bersamaan atau dalam 14 hari setelah penghentian MAOI.
  • Penggunaan bersamaan dengan pimozid.
  • Penggunaan bersamaan larutan konsentrat oral sertralin dengan disulfiram.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Diuretik.
    Penggunaan sertralin dengan diuretik dapat meningkatkan risiko penurunan kadar natrium dalam darah (hiponatremia).
  • Ziprasidon, iloperidon, klorpromazin, mesoridazin, droperidol, antibiotik spesifik misalnya eritromisin, gatifloksasin, moksiifloksasin, sparfloksasin, antiaritmia misalnya amiodaron dan sotalol.
    Peningkatan risiko perpanjangan QTc dan atau aritmia ventrikel dengan antipsikotik spesifik.
    dan obat lain yang memperpanjang interval QTc misalnya seperti metadon, pentamidin, takrolimus, halofantrin, meflokuin, dan probukol.
  • Fenitoin.
    Sertralin dapat meningkatkan konsentrasi serum fenitoin.
  • Propafenon dan flekainid.
    Sertralin dapat meningkatkan paparan substrat CYP2D6 seperti obat di atas.
  • Ketokonazol, itrakonazol, dan klaritromisin.
    Sertralin dapat meningkatkan paparan dengan penghambat CYP3A4 seperti obat di atas.
  • Triptans, TCA, fentanil, litium, tramadol, buspiron, triptofan, amfetamin, fenfluramin, dan serotonin agonis.
    Peningkatan risiko sindrom serotonin dengan agen serotonergik lainnya seperti obat di atas.
  • MAOI, linezolid, dan IV mitilen blue.
    Penggunaan sertralin bersama obat di atas dapat mengganggu metabolisme obat di atas.
  • Pimozid.
    Sertralin dapat meningkatkan efek merugikan atau toksik pimozid.
  • Disulfiram.
    Peningkatan efek merugikan atau toksik dari larutan konsentrat oral sertralin dengan disulfiram.
  • Antikoagulan misalnya aspirin, klopidogrel, heparin, warfarin dan NSAID misalnya ibuprofen dan naproksen.
    Penggunaan sertralin dengan obat di atas dapat meningkatan risiko terjadinya perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Sakit kepala, kesulitan fokus, masalah memori, tidak berpikir jernih, lemah, kejang, atau kehilangan keseimbangan bisa menjadi tanda kadar natrium rendah.
  • Pemikiran tentang menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup Anda, perasaan euforia, antusiasme atau kegembiraan yang berlebihan, atau perasaan gelisah yang berarti Anda tidak bisa duduk atau berdiri diam.
  • Kulit kuning atau bagian putih mata Anda menguning bisa menjadi tanda masalah hati. Muntah darah atau muntahan hitam, batuk darah, kencing darah, kotoran hitam atau merah bisa menjadi tanda-tanda pendarahan dari usus. Pendarahan dari gusi atau memar yang muncul tanpa sebab atau yang semakin membesar

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sertraline/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 24 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/sertraline/
Diakses pada 24 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/dosage/zoloft.html
Diakses pada 24 Agustus 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/zoloft-drug.htm#description
Diakses pada 24 Agustus 2020

EverydayHealth. https://www.everydayhealth.com/drugs/zoloft
Diakses pada 24 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-35/zoloft-oral/details
Diakses pada 24 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email