Zoledronic Acid

27 Apr 2021| Arif Putra
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Zoledronic acid digunakan untuk mencegah atau mengobati pengeroposan tulang atau osteoporosis

Zoledronic acid digunakan untuk mencegah atau mengobati pengeroposan tulang atau osteoporosis

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Aclasta, Reclast, Zometa

Deskripsi obat

Zoledronic acid atau asam zoledronat digunakan untuk mencegah atau mengobati pengeroposan tulang atau osteoporosis pada pria dan wanita dengan kondisi tertentu. Misalnya, setelah menopause atau sedang mengonsumsi obat kortikosteroid. 

Asam zoledronat juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit tulang Paget, yaitu suatu kondisi ketika tulang menjadi lunak, lemah, dapat berubah bentuk, terasa nyeri, atau mudah patah. Selain itu, obat ini pun digunakan untuk mengobati kadar kalsium tinggi dalam darah (hiperkalsemia) yang disebabkan jenis kanker tertentu.

Namun, penggunaan zoledronic acid bukanlah sebagai kemoterapi kanker. Obat ini tidak akan memperlambat atau menghentikan penyebaran kanker, sehingga penggunaannya harus dilakukan bersama kemoterapi.

Manfaat zoledronic acid lainnya adalah mampu membantu mengobati kerusakan tulang yang disebabkan multiple myeloma. Multiple myeloma merupakan kanker yang dimulai di sel plasma, yaitu salah satu jenis sel darah putih di sumsum tulang yang berfungsi untuk melawan infeksi.

Zoledronic Acid (Asam Zoledronik)
GolonganKelas terapi: Agen yang mempengaruhi metabolisme tulang Klasifikasi obat: Bifosfonat
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatInjeksi
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Intravena atau penyuntikan melalui pembuluh darah vena
Hiperkalsemia akibat kanker

  • Dewasa: 4 mg sebagai infus tunggal selama minimal 15 menit. Bila perlu, pengobatan dapat diulangi 7 hari kemudian.

Gangguan pada tulang akibat multiple myeloma

  • Dewasa: 4 mg sebagai infus tunggal selama minimal 15 menit setiap 3-4 minggu sekali

Osteoporosis akibat penggunaan kortikosteroid serta peningkatan massa tulang pada pria dan wanita osteoporosis pascamenopause

  • Dewasa: 5 mg sebagai infus tunggal dengan durasi minimal 15 menit, selama 1 tahun sekali

Mencegah osteoporosis pascamenopause

  • Dewasa: 5 mg sebagai infus tunggal setiap 2 tahun sekali

Penyakit tulang Paget

  • Dewasa: 5 mg sebagai infus tunggal selama minimal 15 menit selama 1 tahun sekali

Aturan pakai obat

Dilakukan langsung oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

Hubungi dokter untuk mendapatkan petunjuk jika Anda melewatkan janji untuk melakukan penyuntikan zoledronic acid.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan zoledronic acid adalah:

  • Mual
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur.
    Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Sakit kepala
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Jika efek samping ini terasa mengganggu, mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Kesulitan bernapas
  • Muntah
  • Diare
  • Sulit buang air besar (sembelit)
  • Demam atau timbul gejala flu lainnya
  • Kelelahan
  • Peradangan pada mata
  • Nyeri pada lengan dan kaki
  • Anemia
  • Nyeri otot
  • Kerontokan rambut
  • Nyeri sendi
  • Nyeri tulang

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan zoledronic acid pada:

  • Pasien yang menderita penyakit ginjal
  • Pasien yang menjalani operasi tiroid atau paratiroid
  • Pasien yang menderita asma akibat penggunaan aspirin
  • Pasien yang mengalami dehidrasi
  • Pasien yang menjalani operasi pengangkatan bagian usus
  • Pasien yang mengalami kesulitan dalam menyerap nutrisi dari makanan (malabsorbsi)
  • Pasien yang mengalami masalah pada gigi
  • Pasien yang mengonsumsi obat diuretik

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C. Setelah dibuka, injeksi ini akan stabil selama 24 jam pada suhu 2-8°C. Biarkan larutan yang didinginkan mencapai suhu kamar sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan zoledronic acid pada pasien dengan kondisi, seperti:

  • Penyakit ginjal berat
  • Kadar kalsium rendah dalam tubuh (hipokalsemia)
  • Menyusui

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri baru atau tidak biasa di paha atau pinggul
  • Nyeri rahang atau mati rasa, gusi merah atau bengkak, gigi lepas, atau penyembuhan lambat setelah perawatan gigi
  • Nyeri sendi, tulang, atau otot yang parah
  • Masalah ginjal, seperti sedikit atau tidak buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, dan merasa lelah
  • Sel darah merah rendah (anemia) yang disertai gejala kulit pucat, kelelahan yang tidak biasa, perasaan pusing atau sesak napas, serta tangan dan kaki dingin
  • Kadar kalsium rendah, seperti kejang atau kontraksi otot serta mati rasa atau perasaan geli di sekitar mulut, jari tangan, dan kaki

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi zoledronic acid dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, meliputi:

  • Diuretik
    Penggunaan bersama obat diuretik dapat meningkatkan risiko hipokalsemia atau rendahnya kadar kalsium dalam darah.
  • Aminoglikosida
    Penggunaan bersama aminoglikosida dapat menurunkan kadar kalsium dalam darah.
  • Agen nefrotoksik, seperti lithium atau NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drug)
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal.
  • Digoksin
    Penggunaan bersama zoledronic acid dapat meningkatkan ekskresi atau pengeluaran obat, sehingga efektivitas digoksin akan menurun.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/zoledronic%20acid?mtype=generic
Diakses pada 15 April 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/zoledronic-acid.html
Diakses pada 15 April 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a605023.html
Diakses pada 15 April 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/zoledronic-acid-intravenous-route/description/drg-20066951
Diakses pada 15 April 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/zometa-drug.htm
Diakses pada 15 April 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-21754/zoledronic-acid-intravenous/details
Diakses pada 15 April 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email