Aclasta, Reclast, Zometa

Zoledronic acid adalah obat yang digunakan untuk mengatasi hiperkalsemia (kondisi tingginya kadar kalsium di dalam darah). Hiperkalsemia rentan dialami oleh pasien yang menderita kanker jenis tertentu.

Zoledronic acid juga digunakan untuk menangani kanker yang disebut multiple myeloma (tumor yang berkembang di sel sumsum tulang), atau beberapa jenis metastasis tulang (kanker dengan penyebaran ke sumsum tulang).

Selain itu, zoledronic acid juga dipakai dalam beberapa penanganan gangguan medis lain. Misalnya, untuk menangani penyakit Paget tulang pada pria dan wanita, osteoporosis pada laki-laki, serta osteoporosis yang dialami wanita pascamenopause.

Zelodronic acid digunakan pula untuk menurunkan risiko patah tulang tambahan, pada pasien yang telah mengalami patah tulang pinggul.

Zoledronic acid (Asam zoledronik)
Golongan

Bifosfonat

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Injeksi

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori D: Terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius di mana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Intravena
Hiperkalsemia malignansi

  • Dewasa: 4 mg sebagai dosis tunggal minimal selama 15 menit. Pemberian ulang: 4 mg minimal setelah 7 hari jika diperlukan. Digunakan bersama kalsium 500 mg dan vitamin D 400 IU oral, dalam sehari.

Intravena
Metastasis tulang yang berkaitan dengan tumor padat, lesi osteolitik yang berkaitan dengan multiple myeloma

  • Dewasa: 4 mg melalui infus minimal selama 15 menit, 3-4 kali seminggu. Digunakan bersama kalsium 500 mg dan vitamin D 400 IU oral, dalam sehari.


Intravena
Osteoporosis yang dirangsang oleh kortikosteroid,
Untuk meningkatkan massa tulang pada laki-laki yang mengalami osteoporosis,
Osteoporosis pada wanita pascamenopause

  • Dewasa: 5 mg sebagai infus tunggal minimal selama 15 menit, sekali setahun, dengan pemberian kalsium dan vitamin D yang adekuat. Pada pasien yang mengalami patah pinggul benturan rendah, zoledronic acid dapat digunakan 2 minggu atau lebih setelah menjalani penanganan patah tulang pinggul, dengan dosis muatan vitamin D sebanyak 50.000-125.000 IU, diberikan secara oral atau melalui injeksi secara intramuskular , sebelum infus pertama.

Intravena
Penyakit tulang Paget

  • Dewasa: 5 mg sebagai dosis tunggal selama 15 menit. Pasien harus mengonsumsi kalsium elemental 1,500 mg dan vitamin D 800 IU sehari, terutama dalam 2 minggu setelah pemberian zoledronic acid.
  • Pasien yang mengalami kekambuhan: Dapat diberikan infus tambahan 5 mg dalam interval minimal 1 tahun setelah dosis awal.

Intravena
Profilaksis osteoporosis pascamenopause

  • Dewasa: 5 mg sebagai dosis tunggal, sekali setiap dua tahun.

Obat ini hanya boleh diberikan oleh tenaga medis profesional.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Zoledronic acid dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Gatal, kemerahan, nyeri, atau bengkak di area suntikan
  • Mata merah, bengkak, gatal, atau keluarnya air mata
  • Sembelit
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sakit perut
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Mulas
  • Sariawan
  • Kekhawatiran berlebihan
  • Gelisah
  • Depresi
  • Sulit tidur atau malah terus menerus tertidur
  • Demam, menggigil, batuk, dan tanda-tanda infeksi lainnya
  • Bercak putih di mulut
  • Bengkak, kemerahan, iritasi, terbakar, atau gatal-gatal pada vagina
  • Keputihan
  • Mati rasa atau kesemutan di sekitar mulut atau di jari tangan atau kaki
  • Rambut rontok

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika mengalami efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Pasien dengan asma yang sensitif terhadap aspirin
  • Menderita gangguan ginjal ringan hingga sedang
  • Sedang hamil

Kontraindikasi

Jangan menggunakan zoledronic acid jika mempunyai kondisi medis di bawah ini.

  • Hipokalsemia
  • Gangguan ginjal berat (CrCL<35 mL/menit)
  • Pasien dengan gangguan ginjal akut, karena meningkatnya risiko gagal ginjal
  • Sedang menyusui

 

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi zoledronic acid dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Peningkatan paparan obat yang dapat hilang karena eksresi ginjal (seperti digoxin), jika digunakan bersamaan
  • Peningkatan risiko hipokalsemia, jika digunakan dengan obat diuretik lengkung Henle di ginjal
  • Penurunan konsentrasi serum kalsium dalam periode yang lama, jika digunakan dengan aminoglikosida
  • Peningkatan risiko gangguan ginjal, jika digunakan dengan obat agen nefrotoksik

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Mayo Clinic.

Diakses pada 2 September 2019

 

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a605023.html

Diakses pada 2 September 2019

 

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/zoledronic%20acid/?type=brief&mtype=generic

Diakses pada 2 September 2019

Artikel Terkait