Zithromax Tablet

19 Jun 2020| Maria Yuniar
Zithromax tablet digunakan untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, infeksi kulit, dan infeksi lainnya.

Deskripsi obat

Zithromax tablet digunakan untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, infeksi kulit, dan infeksi lainnya. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Zithromax tablet mengandung zat aktif azitromisin dihidrat.

Zithromax Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 189.000/box per Juni 2020
Kemasan1 box isi 1 strip @ 6 tablet (250 mg); 1 box isi @ 1 strip @ 3 tablet (500 mg)
ProdusenPfizer

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati:

  • Infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, terapi lini pertama pada peradangan faring (faringitis) atau peradangan amandel yang terjadi selama kurang dari 3 minggu (tonsilitis akut) yang disebabkan oleh S. pyrogenes.
  • Infeksi kulit dan struktur kulit.
  • Peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada uretra (uretritis).
  • Peradangan yang terjadi pada serviks (servisitis) tanpa kencing nanah karena Chlamydia trachomatis.
  • Infeksi pada jaringan dan kantung udara di paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur (pneumonia) yang disebabkan oleh organisme yang peka termasuk Legionella pneumophilia.

Komposisi obat

  • Zithromax tablet 250 mg: azitromisin dihidrat 250 mg.
  • Zithromax tablet 500 mg: azitromisin dihidrat 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa:
    • Penyakit menular seksual: 1 g dalam dosis tunggal.
    • Indikasi lainnya: 500 mg sebanyak 1 kali/hari, selama 3 hari.
  • Anak-anak: 10 mg/kg BB/hari dalam dosis tunggal selama 3 hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan, tablet ditelan secara utuh.

Efek samping obat

  • Mual.
  • Rasa tidak nyaman pada perut.
  • Muntah.
  • Kembung.
  • Diare.
  • Gangguan pendengaran.
  • Infeksi yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada ginjal (nefritis interstisial).
  • Gangguan ginjal akut.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Pusing.
  • Kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing, sampai merasa dirinya atau sekelilingnya berputar (vertigo).
  • Kejang.
  • Sakit kepala.
  • Kehilangan kesadaran (somnolen).
  • Pemanjangan interval QT.
  • Pendengaran berkurang.
  • Telinga berdering (tinnitus).

Perhatian Khusus

  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pertumbuhan berlebihan C.difficile.
  • Pasien dengan perpanjangan QT kongenital.
  • Pasien yang mengalami gangguan keseimbangan elektrolit tubuh.
  • Kondisi individu yang memiliki denyut jantung yang lambat, biasanya di bawah 60 denyut per menit bagi orang dewasa (bradikardia).
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Pasien penderita gangguan ginjal sedang hingga berat.
  • Pasien penderita gangguan hati berat.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien lanjut usia.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap azitromisin, eritromisin, makrolid lain atau ketolid.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Teofilin.
  • Warfarin.
  • Karbamazepin.
  • Alkaloid ergot.
  • Siklosporin.
  • Digoksin.
  • Antasid.
  • Simetidin.
  • Metilprednisolon.
  • Zidovudin.
  • Dideoksinosin.
  • Atorvastatin.
  • Antikoagulan oral.
  • Efavirenz.
  • Flukonazol.
  • Indinavir.
  • Midazolam.
  • Nelfinavir.
  • Rifabutin.
  • Sildenafil.
  • Terfenadin.
  • Teofilin.
  • Triazolam.
  • Trimetoprim.
  • Sulfametoksazol.
  • Digoksin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/zithromax?type=brief&lang=id
Diakses pada 18 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email