Zipren Tablet 10 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Zipren tablet adalah obat untuk mengatasi gejala gangguan mental seperti skizofrenia dan bipolar.

Deskripsi obat

Zipren tablet adalah obat untuk mengatasi gejala gangguan mental seperti skizofrenia (penyakit mental yang menyebabkan pemikiran yang terganggu atau tidak biasa, kehilangan minat dalam hidup, dan emosi yang kuat) dan bipolar (gangguan mental yang membuat penderita mengalami perubahan suasana hati secara drastis). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Zipren tablet mengandung zat aktif aripiprazol.
Zipren Tablet 10 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaAripiprazol.
Kelas terapiAntipsikotik.
Klasifikasi obatDerivat kuinolon.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 10 tablet (10 mg)
ProdusenNovell Pharmaceutical

Informasi zat aktif

Aripiprazol adalah agen antipsikotik turunan kuinolon yang bertindak sebagai agonis parsial pada reseptor D2 dan 5-HT1A dan sebagai antagonis pada reseptor 5-HT2A yang dianggap membantu mengatur jumlah bahan kimia tertentu di otak Anda. Bahan kimia tersebut adalah dopamin dan serotonin yang mengelola tingkat bahan kimia ini dapat membantu mengontrol kondisi Anda.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, aripiprazol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 87% dan waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) kira-kira 3-5 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Volume distribusi sekitar 4,9 L / kg. Ikatan protein plasma sekitar 99% (terutama untuk albumin).
  • Metabolisme: Terutama di hati.
  • Ekskresi: Melalui feses (sekitar 55%); urin (sekitar 25%) terutama sebagai metabolit. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 75 jam (aripiprazole); sekitar 95 jam (dehydro-aripiprazole).

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi gejala skizofrenia (gangguan mental yang menyebabkan pemikiran terganggu, kehilangan minat dalam hidup, dan memiliki emosi yang kuat).
  • Mengatasi gejala bipolar (gangguan mental yang membuat penderita mengalami perubahan suasana hati secara drastis).
  • Mengobati gejala depresi.
  • Pengobatan gangguan autistik (masalah perkembangan yang menyebabkan kesulitan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain).
  • Mengontrol perilaku yang mudah marah dan perubahan suasana hati yang sering terjadi pada anak-anak.
  • Mengobati kelainan suatu kondisi yang ditandai dengan kebutuhan untuk melakukan gerakan yang berulang atau mengulangi suara atau kata-kata (sindrom Tourette).

Aripiprazol bekerja dengan menyeimbangkan senyawa kimia tertentu dalam otak seperti dopamin dan serotonin. Sehingga akan membantu mengontrol kondisi dan membuat pikiran menjadi lebih jernih.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Skizofrenia:

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 10 mg atau 15 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Dosis pemeliharaan: 15 mg sebanyak 1 kali/hari.
      Dosis disesuaikan minimal dengan interval 2 minggu.
    • Dosis maksimal: 30 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Anak-anak 15 tahun ke atas:
    • Dosis awal: 2 mg dikonsumsi selama 2 hari, dititrasi menjadi 5 mg selama 2 hari tambahan untuk mencapai dosis anjuran, 10 mg/hari. Peningkatan dosis selanjutnya harus secara bertahap setiap 5 mg.
    • Dosis maksimal: 30 mg/hari.


Bipolar:

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 15 mg sebanyak 1 kali/hari, dosis dapat ditigkatkan menjadi 30 mg sebanyak 1 kali/hari sesuai respon pasien.
  • Anak-anak 13 tahun ke atas:
    • Dosis awal: 2 mg sebanyak 2 kali/hari dosis dapat ditingkatkan menjadi 5 mg selama 2 hari tambahan hingga mancapai dosis yang ditentukan yaitu 10 mg/hari. Peningkatan harus dilakukan secara bertahap setiap 5 mg.
    • Dosis maksimal: 30 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Gangguan gerakan yang dilakukan terus menerus tanpa istirahat (akathisia).
    Cobalah rileks dengan menarik napas dalam dalam. Cobalah untuk konsumsi coklat atau keju.
  • Nyeri pada perut bagian atas.
    Biasanya akan membaik setelah beberapa hari, jika kondisi semakin memburuk segera hubungi dokter Anda.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Konsumsi makanan mengandung serat, sereal, atau buah. Pastikan untuk minum cairan yang cukup. Tetap aktif dan berolahraga seperti berjalan. Jika cara ini tidak membantu, segera hubungi dokter atau apoteker mengenai rekomendasi obat pencahar ringan.
  • Sakit kepala.
    Tanyakan kepada apoteker apakah parasetamol aman untuk dikonsumsi dalam mengatasi sakit kepala.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
    Diskusi dengan dokter dan mungkin perlu mengubah waktu minum obat. Jika ini lebih sering terjadi pada awal pengobatan mungkin membutuhkan obat tidur
  • Penglihatan kabur.
    Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Gangguan gerakan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit serangan jantung dan gagal jantung.
  • Pasien penderita penyakit serebrovaskular.
  • Pasien penderita tekanan darah rendah yang mengalami pusing ketika bangun dari duduk atau berbaring (hipotensi ortostatik).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita penyakit parkinson.
  • Pasien yang berisiko kejang, trauma kepala, dan kerusakan pada otak.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan zipren tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita lanjut usia yang berkaitan dengan kesulitan membedakan antara imajinasi dan kenyataan (psikosis) terkait dengan penurunan daya ingat dan cara berpikir (demensia).
  • Pasien penderita gangguan hati yang berat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Karbamazepin.
      Aripiprazol dapat menurunkan kadar plasma dengan penginduksi CYP3A4 seperti karbamazepin.
    • Alkohol.
      Penggunaan aripiprazol dan alkohol dapat meningkatkan efek antihipertensi.
    • Klaritromisin dan ketokonazol.
      Aripiprazol dapat meningkatkan kadar plasma dengan penghambat CYP3A4 seperti klaritromisin dan ketokonazol atau CYP2D6 seperti fluoksetin dan kuinidin.
    • Antikolinergik.
      Pemberian bersamaan dengan agen antikolinergik dapat mengganggu pengaturan suhu tubuh.
    • Lorazepam dan benzodiazepin.
      Peningkatan efek penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi sedatif dan ortostatik) dengan lorazepam dan benzodiazepin lainnya.
    • Obat-obat sistem saraf pusat.
      Aripiprazol dapat menyebabkan reaksi tumpang tindih seperti sedasi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Beritahu dokter Anda jika Anda mengalami:

  • Ruam.
  • Gatal-gatal.
  • Pembengkakan pada mata, wajah, mulut, bibir, lidah, tenggorokan, tangan, kaki, pergelangan kaki, atau tungkai bawah.
  • Kesulitan bernapas atau menelan.
  • Kejang.
  • Perubahan penglihatan.
  • Gemetar tak terkendali.
  • Demam.
  • Otot kaku.
  • Berkeringat.
  • Detak jantung cepat, berdebar, atau tidak teratur
    Sesak tenggorokan.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/zipren Diakses pada 6 Agustus 2020 MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/aripiprazole Diakses pada 6 Agustus 2020 Drugs. https://www.drugs.com/mtm/aripiprazole.html#:~:text=Aripiprazole%20is%20an%20antipsychotic%20medicine,than%2010%20with%20bipolar%20disorder. Diakses pada 6 Agustus 2020 Nhs. http://www.awp.nhs.uk/media/920142/aripiprazole.pdf Diakses pada 6 Agustus 2020 Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a603012.html Diakses pada 6 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email