Zat besi

20 Nov 2018
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Suplemen besi dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi sel darah merah

Suplemen besi merupakan mineral yang sangat penting bagi tubuh karena memproduksi sel darah merah. Ini sangat diperlukan untuk mengangkut oksigen dan karbon dioksida.

Suplemen besi biasa digunakan untuk mencegah dan mengobati anemia yang disebabkan oleh kadar zat besi yang rendah. Ini juga bermanfaat bagi wanita pada periode menstruasi, kehamilan, serta penderita penyakit ginjal maupun gagal jantung.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kelelahan, sesak napas, penurunan kinerja fisik, dan masalah belajar pada anak-anak dan orang dewasa, dan infeksi.

Sebelum menggunakan obat ini baca petunjuk yang ada di kemasan, atau ikuti anjuran dari dokter.

Suplemen besi lebih baik dikonsumsi 1 jam sebelum makan, saat perut kosong. Namun untuk menghindari sakit perut, obat bisa dikonsumsi dengan makan atau setelah makan. Jangan mengonsumsi zat besi jika ada makanan yang mengandung produk susu, kopi, teh atau sereal.

Jika ingin mengonsumsi obat lain, beri jarak waktu yang cukup untuk menggunakan obat tersebut. Jangan mengonsumsinya secara bersamaan.

Zat besi (Iron)
Golongan

Kelompok mineral

Kategori obat

Obat bebas

Bentuk sediaan obat

Tablet, kapsul, sirup

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis obat

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Untuk mencegah kekurangan zat besi

  • Pria dewasa dan remaja: 10 miligram (mg)/hari.
  • Wanita dewasa dan remaja: 10-15 mg per hari.
  • Wanita hamil: 30 mg/hari.
  • Wanita menyusui: 15 mg/hari.
  • Anak-anak usia 7-10 tahun: 10 mg/hari.
  • Anak-anak usia 4-6 tahun: 10 mg/hari.
  • Anak-anak yang lahir hingga usia 3 tahun: 6-10 mg/hari.

Zat besi dapat menimbulkan efek samping seperti sakit perut, sembelit, mual, hingga muntah. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Perhatikan jika adanya gejala overdosis yang mungkin sering terjadi. Namun segera dapatkan bantuan medis jika keadaan memburuk. Tanda-tanda gejala overdosis antara lain:

  • Kulit pucat
  • Diare (mungkin mengandung darah)
  • Muntah berat
  • Perut kram

Ada beberapa efek samping lain yang belum tercatat. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan kepada tenaga medis.

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini, atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika Anda mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakannya bersamaan, harap berkonsultasi dengan dokter Anda. Dokter akan mengganti dosisnya jika obat tersebut memang harus digunakan secara bersamaan dengan obat lain.

Beberapa obat di bawah ini dapat menyebabkan interaksi jika dikonsumsi secara bersamaan:

  • Bifosfonat berinteraksi dengan iron. Mengonsumsinya secara bersamaan dengan bifosfonat akan menyebabkan berkurangnya efektivitas bifosfonat.
  • Levodopa berinteraksi dengan iron. Jika keduanya dikonsumsi bersamaan, efektivitas levodopa dapat berkurang.
  • Antibiotik (antibiotik kuinolon) berinteraksi dengan iron. Yang termasuk antibiotik antara lain ciprofloxacin (Cipro), enoxacin (Penetrex), norfloxacin (Chibroxin, Noroxin), sparfloxacin (Zagam), trovafloxacin (Trovan), dan grepafloxacin (Raxar).

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Ditinjau oleh: dr Anandika Pawitri

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/iron-supplement-oral-route-parenteral-route/proper-use/drg-20070148
Diakses pada 22 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-912/iron
Diakses pada 22 Oktober 2018

FDA

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kupas Tuntas Klorin, Zat Kimia Berbahaya pada Pembalut

Klorin memang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, namun zat ini sudah tidak lagi digunakan dalam produksi pembalut sejak 1990-an.
19 Nov 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Kupas Tuntas Klorin, Zat Kimia Berbahaya pada Pembalut

Apakah Telat Haid 2 Hari Termasuk Tanda Hamil? Ini Penjelasannya

Telat haid 2 hari bisa jadi tanda kehamilan, namun bisa juga mengindikasikan adanya masalah kesehatan lain dalam tubuh Anda. Berikut penjelasan seputar permasalahan ini.
08 Jun 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Apakah Telat Haid 2 Hari Termasuk Tanda Hamil? Ini Penjelasannya

Penyakit Anemia Merupakan Salah Satu Gejala Kanker, Benarkah?

Anemia kerap dianggap sebagai kondisi yang ringan. Padahal, anemia juga dapat menjadi salah satu gejala kanker di tahap awal, terutama kanker yang berhubungan dengan sumssum tulang belakang, dan kanker yang menimbulkan pendarahan.
15 Jun 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Penyakit Anemia Merupakan Salah Satu Gejala Kanker, Benarkah?