Yusimox Forte Sirup Kering 60 ml

13 Nov 2019| Dina Rahmawati
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 20.275/botol per November 2019
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen
Ifars Pharmaceuticals Laboratories
Yusimox forte sirup kering adalah obat untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih dan infeksi kulit. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Yusimox forte sirup kering mengandung zat aktif amoksisilin.

Mengobati berbagai infeksi seperti:

  • Infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh E.coli. P. mirabis, dan Strep. Faecalis.
  • Infeksi saluran pernapasan yang disebabkan H. influenzae, Stretokokus, Streptopnemoniae, stafilokokus bukan asli penisilinase dan E. coli.
  • Kencing nanah (gonore) yang disebabkan N. gonorrhoae bukan penghasil penisilinase.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak seperti Stafilokokus bukan penghasil penisilinase, Streptokokus, E. coli.

Amoksisilin adalah antibiotik kelas beta-laktam. Beta-laktam bekerja dengan mengikat protein pengikat penisilin yang menghambat proses yang disebut transpeptidasi, yang mengarah ke aktivasi enzim autolitik di dinding sel bakteri. Proses ini menyebabkan lisis pada dinding sel, dan dengan demikian, akan merusak sel bakteri.

Tiap 5 ml: amoksisilin anhidrat 250 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak dengan berat 20 kg ke atas: 250-500 mg/8 jam.
  • Anak-anak dengan berat badan 20 kg ke bawah: 20-40 mg/kgBB/hari dosis terbagi dalam 8 jam.
  • Gonokokus uretritis: 3 g/hari dosis tunggal.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

  • Tambahkan air minum 51 ml, kocok sampai tercampur dengan rata.
  • Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan agar lebih mudah diserap dan mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
  • Mual.
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana dan jangan makan makanan terlalu banyak atau pedas. Mungkin membantu untuk mengambil amoksisilin setelah makan atau ngemil.
  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi antara lain buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urin berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Reaksi alergi.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Pasien yang mengalami infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang dapat ditularkan melalui droplet atau liur saat batuk maupun bersin (mononukleosis).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap amoksisilin.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap sefalosporin.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien penderita gangguan sumsum tulang dalam memproduksi sel darah putih yang terlalu banyak (leukimia limfatik).
  • Kontrasepsi oral.
    Amoksisilin dapat menyebabkan penurunan efektivitas dari kontrasepsi oral.
  • Probenecid.
    Probenecid dapat memperpanjang waktu paruh amoksisilin dalam plasma.
  • Allopurinol.
    Penggunaan amoksisilin dan allopurinol dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya ruam pada kulit.

Sesuai kemasan per November 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amoxicillin
Diakses pada 28 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1531-3295/amoxicillin-oral/amoxicillin-oral/details
Diakses pada 28 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a685001.html
Diakses pada 28 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/amoxicillin/
Diakses pada 28 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Waspada! Ini 5 Penyakit Saat Banjir yang Mengintai Anda dan Keluarga

Selain menghambat aktivitas, banjir juga bisa menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit. Mulai dari infeksi kulit, diare, hingga hepatitis.
01 Jun 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Waspada! Ini 5 Penyakit Saat Banjir yang Mengintai Anda dan Keluarga

Alami Kulit Melepuh Tanpa Sebab? Mungkin 6 Hal Ini Pemicunya

Kulit melepuh tanpa sebab bisa saja terjadi pada setiap orang. Kulit melepuh tanpa sebab dapat muncul akibat adanya gesekan yang terjadi antara permukaan kulit dan bagian tubuh lainnya.Baca selengkapnya
Alami Kulit Melepuh Tanpa Sebab? Mungkin 6 Hal Ini Pemicunya

Wabah Difteri Muncul Lagi, Kenali Penyebab dan Pencegahannya

Wabah difteri kembali menghantui masyarakat Indonesia. Meski merupakan infeksi penyakit menular dan bisa mengancam nyawa, penyakit difteri dapat dicegah melalui imunisasi.Baca selengkapnya
Wabah Difteri Muncul Lagi, Kenali Penyebab dan Pencegahannya