YAZ tablet untuk pengobatan gejala premenstrual dysphoric disorder (PMDD)
YAZ tablet untuk pengobatan gejala premenstrual dysphoric disorder (PMDD)
YAZ tablet untuk pengobatan gejala premenstrual dysphoric disorder (PMDD)
YAZ tablet untuk pengobatan gejala premenstrual dysphoric disorder (PMDD)
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 309.500/strip (28 tablet) per Agustus 2019
Kemasan 1 box isi 1 strip @ 28 tablet
Produsen Bayer Indonesia

YAZ memiliki efek kontrasepsi dari kontrasepsi oral kombinasi yang didasarkan atas interaksi dari berbagai faktor salah satunya untuk mengahambat pembuahan (ovulasi) dan perubahan-perubahan sekresi leher rahim. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. YAZ mengandung etinilestradiol dan drospirenon.

Untuk kontrasepsi oral dan pengobatan gejala fisik serta emosional pada wanita sebelum periode menstruasi atau PMDD (premenstrual dysphoric disorder) pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral.

Etinilestradiol 0,02 mg, drospirenon 3 mg.

1 tablet/hari selama 28 hari.

Dikonsumsi setelah makan.

Emosi labil, depresi, migrain, sakit kepala, mual, nyeri payudara, pendarahan tidak teratur, pendarahan saluran kemih yang tidak diketahui.

  • Gangguan ginjal
  • Gangguan jantung dan pembuluh darah: penyakit katup jantung, sumbatan pada pembuluh darah paru (emboli paru), sumbatan pada pembuluh darah (thrombosis vena, tromboemboli arteri), serangan jantung.
  • Gangguan pembekuan darah (hiperkoagulopati)
  • Kencing manis
  • Gangguan pembuluh darah otak: migrain,stroke
  • Perdarahan pada rahim
  • Memiliki penyakit kanker: kanker yang berkaitan dengan hormon seks, kanker payudara, tumor hati
  • Gangguan hati
  • Wanita hamil
  • Kondisi lainnya: pada pasien yang telah menjalani operasi besar dengan ketidakmampuan bergerak (imobilisasi)

Obesitas, melasma, pasien yang memiliki kadar lemak dalam aliran darah tidak normal (dislipidemia), kondisi di mana salah satu jenis lemak dalam darah diatas normal (hipertrigliseridemia), pembengkakan di berbagai jaringan tubuh (angioedema herediter), depresi, epilepsi, peradangan kronis yang terjadi pada usus besar (kolon) dan rektum (kolitis ulseratif), migrain, diabetes melitus, atau pra-diabetes melitus, tidak boleh digunakan sebelum menarche dan laktasi.

Ombitasvir, paritaprevir, ritonavir dan dasabuvir, ribavirin, barbiturat, bosentan, carbamazepine, fenitoin, primidon, rifampisin, ritonavir, nevirapine, efavirenz, penghambat CYP3A4 yang kuat seperti etoconazole, verapamil, macrolides, diltiazem, dan inhibitor protease HIV, inhibitor transkriptase non-nukleosida, siklosporin, lamotrigin, jus jeruk.

Sesuai kemasan per Agustus 2019.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/ethinylestradiol%20%2b%20drospirenone/
Diakses pada 9 Agustus 2019.

Artikel Terkait