Yasmin Tablet

27 Okt 2020
Yasmin tablet adalah kontrasepsi oral yang mencegah kehamilan pada wanita.

Deskripsi obat

Yasmin tablet adalah kontrasepsi oral saat darurat yang menghambat pembuahan (ovulasi) sehingga dapat mencegah kehamilan pada wanita. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Yasmin tablet mengandung zat aktf drospirenon dan etinilestradiol.
Yasmin Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaDrospirenon dan etinilestradiol.
Kelas terapiKontrasepsi.
Klasifikasi obatEstrogen dan progesteron.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 21 tablet
ProdusenBayer Indonesia

Informasi zat aktif

Drospirenone dan etinilestradiol menekan follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) gonadotropin, sehingga mencegah pembuahan (ovulasi). Drospirenone dan etinilestradiol juga mengubah lendir serviks untuk membuat penetrasi sperma lebih sulit, dan mengubah endometrium sehingga sel telur yang telah dibuahi (implantasi) lebih sulit.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, drospirenone dan etinilestradiol memiliki status:

  • Absorpsi: Terabsorpsi secara cepat dan sempurna dari saluran cerna. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) etinilestradiol adalah 40% dan drospirenon adalah 76-85%. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 1-2 jam.
  • Distribusi: Masuk ke dalam ASI. Volume distribusi etinilestradiol sekitar 4-5 L/kg dan drospirenon sekitar 4 L/kg. Ikatan protein plasma etinilestradiol sekitar 98% dan drospirenon 97%.
  • Metabolisme: Etinilestradiol menjalani metabolisme usus dan hati yang signifikan, sedangan drospirenon dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui urin dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) etinilestradiol sekitar 24 jam dan drospirenon sekitar 30-40 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mencegah kehamilan.
  • Mengobati gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD) atau jerawat sedang jika Anda memilih untuk menggunakan pil KB sebagai metode pencegahan kehamilan.
  • Mengatasi menstruasi agar lebih teratur, mengurangi kehilangan darah dan nyeri haid, dan menurunkan risiko kista ovarium.

Drospirenon dan etinilestradiol bekerja dengan mencegah pelepasan sel telur (ovulasi) selama siklus menstruasi, membuat cairan vagina lebih kental untuk membantu mencegah sperma mencapai sel telur (pembuahan) dan mengubah lapisan rahim untuk mencegah penempelan sel telur yang telah dibuahi. Jika telur yang telah dibuahi tidak menempel pada rahim, ia akan keluar dari tubuh.

Komposisi obat

  • Drospirenon 3 mg.
  • Etinilestradiol 0,03 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Minumlah tablet pertama pada hari pertama menstruasi atau pada minggu pertama setelah menstruasi Anda dimulai sesuai seperti yang diarahkan dari kemasan strip. Dosis harus diminum terus menerus pada waktu yang sama setiap hari. Ketika tablet habis, mulailah kemasan baru keesokan harinya.

Efek samping obat

Efek samping yang sering terjadi:

  • Mual.
    Cobalah mengonsumsi makanan ringan dan jangan mengonsumsi makanan berat atau pesan. Cobalah konsumsi obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Sakit kepala parah dan berdenyut-denyut.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan dan sebaiknya jangan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan efek samping mengantuk serta mintalah Apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari satu minggu atau jika kondisi bertambah parah.
  • Nyeri payudara.
  • Perdarahan vagina berat non-menstruasi.
  • Periode menstruasi tidak teratur.
  • Perdarahan menstruasi normal yang terjadi lebih awal, kemungkinan berlangsung lebih lama dari yang diharapkan

Efek samping yang jarang terjadi: 

  • Muntah.
    Cobalah mengonsumsi makanan ringan dan jangan mengonsumsi makanan berat atau pesan. Cobalah konsumsi obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Periode menstruasi yang lebih lama atau lebih berat.
  • Kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa.

Perhatian Khusus

  • Wanita dengan faktor risiko penyakit kardiovaskular (misalnya HDL rendah, LDL tinggi, atau trigliserida).
  • Pasien dengan depresi.
  • Pasien dengan kadar kadar trigliserida tinggi (hipertrigliseridemia).
  • Pasien dengan riwayat chloasma gravidarum.
  • Pasien dengan penyakit radang usus kronis.
  • Pasien yang sedang menjalani terapi penggantian tiroid.
  • Pasien yang menjalani prosedur pembedahan untuk menurunkan berat badan (bariatrik) tertentu.
  • Pasien yang perokok.
  • Tidak diindikasikan untuk digunakan sebelum menstruasi utama (menarche), atau pada wanita pascamenopause.
  • Tidak direkomendasikan untuk wanita dengan transplantasi organ yang rumit.
  • Ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori X: Penggunaan yasmin tablet tidak disarankan pada ibu hamil. Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan penyakit atau riwayat kanker payudara atau kanker yang sensitif terhadap estrogen atau progestin.
  • Pasien dengan penyakit atau riwayat penyakit tromboemboli arteri seperti stroke atau infark miokard, peradangan vena (tromboflebitis), Deep Vein Thrombosis (DVT) atau trombosis vena, katup trombogenik.
  • Pasien dengan tumor hati jinak atau ganas, gangguan hati atau perkembangan penyakit kuning dengan penggunaan kontrasepsi oral sebelumnya.Pasien dengan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol.
  • Pasien dengan kencing manis (diabetes mellitus) yang berhubungan pembuluh darah.
  • Pasien yang menjalani terapi kombinasi obat hepatitis C yang mengandung ombitasvir, paritaprevir, ritonavir, dengan atau tanpa dasabuvir.Pasien dengan riwayat sakit kepala sebelah (migrain) dengan aura.
  • Pasien dengan perdarahan uterus abnormal yang tidak terdiagnosis.
  • Pasien dengan kelainan endokrin atau hormonal (insufisiensi adrenal).
  • Pasien dengan gangguan ginjal.
  • Wanita hamil.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Lamotrigin, amprenavir,
    Penggunaan bersama lamotrigin dapat mengurangi kadar dan efek terapi dari lamotrigin dalam darah.
  • Metoprolol.
    Etinilestradiol dapat meningkatkan kadar metoprolol dalam darah pada beberapa pasien. Hal ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah dan detak jantung.
  • Atanavir.
    Menggunakan drospirenon bersama dengan atazanavir dapat meningkatkan risiko kondisi yang disebut kalium darah tinggi (hiperkalemia) yang pada kasus yang parah dapat menyebabkan gagal ginjal, kelumpuhan otot, irama jantung tidak teratur, dan serangan jantung. Hiperkalemia biasanya lebih mungkin terjadi pada orang yang mengalami dehidrasi atau memiliki penyakit ginjal, diabetes, atau gagal jantung lanjut.
  • Beksaroten.
    Beksaroten dapat menurunkan efektivitas etinil estradiol. Jika Anda menggunakan kontrasepsi dosis rendah, ada peningkatan risiko kehamilan yang tidak diinginkan selama terapi kombinasi dengan beksaroten. Beksaroten kemungkinan besar terkait dengan cacat lahir utama, sangat penting agar Anda tidak hamil selama perawatan.
  • Boseprevir, bosetan, brigatinib.
    Boseprevir dapat mengurangi tingkat darah dan efek etinilestradiol yang membuatnya kurang dapat diandalkan sebagai bentuk pengendalian kelahiran. Anda dapat terus menggunakan etinilestradiol jika diinginkan, tetapi dua metode kontrasepsi non-hormonal alternatif harus digunakan selama dan selama dua minggu setelah pengobatan dengan boceprevir untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Jika Anda melewatkan satu pil aktif: Minumlah secepat mungkin, lalu minum pil berikutnya sesuai jadwal rutin Anda. Artinya Anda boleh meminum 2 pil dalam 1 hari.
  • Jika Anda melewatkan dua pil aktif dalam minggu 1 atau 2: Minumlah dua pil sesegera mungkin dan dua pil lagi keesokan harinya. Teruskan minum satu pil sehari sampai Anda menghabiskan kemasannya. Gunakan bentuk kontrasepsi kedua (misalnya, kondom, spermisida) selama 7 hari setelah Anda melewatkan satu dosis.
  • Jika Anda melewatkan dua pil aktif dalam minggu ke-3, atau Anda melewatkan tiga atau lebih pil aktif berturut-turut dalam minggu 1, 2, atau 3:
    • Hari pertama mulai: Buang sisa kemasan dan mulai paket baru pada hari yang sama. Gunakan bentuk kontrasepsi kedua (misalnya, kondom) selama 7 hari setelah Anda melewatkan satu dosis.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter Anda segera jika salah satu dari efek samping yang serius ini terjadi:

  • Perubahan yang tidak biasa pada perdarahan vagina seperti bercak terus menerus, pendarahan berat tiba-tiba, menstruasi yang terlewat.
  • Gejala kadar kalium darah tinggi seperti kelemahan otot, detak jantung lambat seperti tidak teratur.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ethinylestradiol%20+%20drospirenone?mtype=generic
Diakses pada 29 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-21091-656/drospirenone-ethinyl-estradiol-oral/ethinyl-estradiol-drospirenone-24-4-oral/details
Diakses pada 29 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/drospirenone-ethinyl-estradiol.html
Diakses pada 29 September 2020

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/drospirenone-and-ethinyl-estradiol-oral-route/side-effects/drg-20061917
Diakses pada 29 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email