Xicalom Kaplet 20 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Xicalom kaplet adalah obat untuk mengatasi gangguan pada sendi dan otot.

Deskripsi obat

Xicalom kaplet adalah obat untuk mengatasi gangguan pada sendi dan otot seperti nyeri serta peradangan pada tulang belakang dan peradangan sendi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Xicalom kaplet mengandung zat aktif piroksikam.
Xicalom Kaplet 20 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaPiroksikam.
Kelas terapiAntiinflamasi.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (20 mg)
ProdusenSolas Langgeng Sejahtera

Informasi zat aktif

Piroksikam merupakan sebuah obat yang termasuk dalam golongan NSAID turunan oksikam, secara reversibel menghambat enzim siklooksigenase-1 dan -2 (COX-1 dan -2) sehingga mengakibatkan penurunan pembentukan prekursor prostaglandin atau zat penyebab peradangan. Obat ini memiliki sifat antinyeri (analgesik), mengatasi peradangan (anti-inflamasi), dan menurunkan demam (antipiretik).

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, piroksikam diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Tingkat penyerapan dengan makanan sedikit tertunda. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam aliran darah (waktu untuk konsentrasi plasma puncak): 3-5 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Volume distribusi: 0,14 L/kg. Pengikatan protein plasma: 99%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif di hati melalui proses kimia penambahan gugus OH sehingga memudahkan obat larut dalam air (hidroksilasi) rantai samping cincin piridil diikuti oleh reaksi penggabungan molekul obat dengan suatu molekul yang terdapat dalam tubuh (konjugasi) dengan asam glukuronat.
  • Ekskresi: Melalui urin dan feses (kurang dari 5% sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh eliminasi: Kira-kira 50 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi gangguan fungsi pada otot, ligamen, saraf, tendon, dan sendi (spasme muskuloskletal).
  • Meringankan peradangan pada sendi akibat kerusakan tulang rawan (osteoarthritis).
  • Mengobati peradangan pada sendi yang disebabkan kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Meringankan peradangan kronis pada sendi tulang belakang yang menyebabkan keterbatasan gerakan (ankylosing spondylitis).
  • Mengatasi nyeri dan peradangan pada sendi yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat (gout akut).

Piroksikam adalah obat yang termasuk dalam kelas obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). NSAID membantu mengurangi rasa sakit, peradangan, dan demam. NSAID dapat membantu mengurangi pembengkakan dengan menurunkan kadar prostaglandin, zat mirip hormon yang biasanya menyebabkan peradangan.

Komposisi obat

Piroksikam 20 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Penyakit muskuloskeletal akut: 40 mg/hari untuk 2 hari pertama dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi, lalu dilanjutkan dengan 20 mg/hari dikonsumsi selama 7-14 hari.
  • Osteoarthritis, arthritis rheumatoid, dan spondilitis ankilosa: 20 mg/hari dikonsumsi dalam dosis tunggal.
  • Gout akut:
    • Dosis awal: 40 mg/hari dikonsumsi dalam dosis tunggal, lalu 40 mg/hari dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi selama 4-6 hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Cobalah minum banyak air dan mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala terus berlanjut, segera bicarakan kepada dokter Anda.
  • Pusing.
    Cobalah beristirahat hingga merasa kondisi Anda lebih baik, hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan.
  • Gangguan pada saluran pencernaan.
  • Perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Luka pada dinding usus 12 jari dan lambung.
  • Penglihatan kabur.
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Ruam pada kulit.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Pembengkakan pada organ yang disebabkan terjadinya penumpukan cairan pada jaringan tubuh (edema).

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami luka pada dinding lambung dan usus 12 jari (tukak peptik).
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien yang mengalami kelemahan fungsi jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang mengalami gangguan pembekuan darah pada jalur intrinsik yang diaktifkan karena terjadinya trauma dalam darah (koagulasi intrinsik).
  • Pasien yang mengonsumsi obat antikoagulan atau obat yang berikatan kuat dengan protein.

Kategori kehamilan

Pada usia kehamilan 30 minggu ke bawah:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan xicalom kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada usia kehamilan 30 minggu ke atas:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami alergi terhadap aspirin.
  • Pasien yang memiliki riwayat perdarahan atau luka pada saluran pencernaan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Agen antiplatelet, obat golongan SSRI, dan kortikosteroid.
    Peningkatan risiko terjadinya luka pada saluran pencernaan (ulserasi gastrointestinal) atau perdarahan.
  • Glikosida jantung.
    Piroksikam dapat memperburuk gagal jantung, menurunkan laju filtrasi glumerolus, dan meningkatkan kadar glikosida jantung dalam plasma.
  • Siklosporin dan takrolimus.
    Peningkatan risiko terjadinya kerusakan pada ginjal jika dikonsumsi dengan siklosporin dan takrolimus.
  • Natriuretik diuretik.
    Piroksikam dapat mengganggu efek dari obat natriuretik diuretik.
  • Lithium.
    Piroksikam dapat meningkatkan kadar lithium dalam plasma sehingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Agen antihipertensi.
    Piroksikam dapat melawan efek penurunan tekanan darah pada obat antihipertensi.
  • Metotreksat.
    Piroksikam dapat menurunkan pengeluaran (ekskresi) dari metotreksat, sehingga menyebabkan terjadinya keracunan akut.
  • Kuinolon.
    Piroksikam dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kejang jika dikonsumsi dengan kuinolon.
  • Mifepriston.
    Dapat menurunkan efek dari mifepriston.
  • Antikoagulan seperti warfarin.
    Piroksikam dapat meningkatkan efek pengenceran darah (antikoagulan) dan menyebabkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Aspirin dan NSAID lain.
    Aspirin dan NSAID dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada saluran pencernaan yang serius.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda merasa:

  • Sakit kepala parah, penglihatan kabur, berdebar-debar, terjadi masalah jantung seperti pembengkakan, penambahan berat badan yang cepat, sesak napas, terjadi masalah pada hati seperti kehilangan nafsu makan, sakit perut pada sisi kanan atas, kelelahan, gatal, urin gelap, feses berwarna tanah liat, penyakit kuning yang ditandai dengan kulit atau mata menjadi menguning.
  • Tanda-tanda pendarahan perut seperti feses berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi,
    terjadi masalah pada ginjal seperti sedikit atau tidak ada buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, merasa lelah atau sesak napas atau sel darah merah rendah (anemia) yang ditandai dengan kulit pucat, kelelahan yang tidak biasa, rasa pusing atau sesak napas, tangan dan kaki dingin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/xicalom?type=brief&lang=id
Diakses pada 7 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/piroxicam?mtype=generic
Diakses pada 7 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10942/piroxicam-oral/details
Diakses pada 7 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/piroxicam-oral-capsule#about
Diakses pada 7 September 2020

Medicinet. https://www.medicinenet.com/piroxicam/article.htm
Diakses pada 7 September 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/p042.html
Diakses pada 7 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email