Xenifar Kaplet 500 mg

27 Okt 2020
Xenifaf kaplet adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan seperti radang sendi (arthritis).

Deskripsi obat

Xenifaf kaplet adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan seperti radang sendi (arthritis), dan peradangan pada sendi dan tulang belakang (ankylosing spondylitis), dan nyeri haid. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Xenifaf kaplet mengandung zat aktif naproksen.
Xenifar Kaplet 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 137.500/box per September 2020
Produk HalalYa
Kandungan utamaNaproksen.Naproksen.
Kelas terapiAntiinflamasi.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (500 mg)
ProdusenIfars Pharmaceutical Laboratories

Informasi zat aktif

Naproksen merupakan turunan asam propionat yang termasuk dalam golongan NSAID yang secara reversibel menghambat enzim siklooksigenase-1 dan -2 (COX-1 dan -2), sehingga mengakibatkan penurunan pembentukan prekursor prostaglandin atau senyawa yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan. Obat ini memiliki aktivitas antiradang (antiinflamasi), antinyeri (analgesik), menurunkan demam (antipiretik), dan dapat menghambat agregasi platelet.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, naproksen diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran gastrointestinal. Penurunan tingkat penyerapan dengan makanan. Ketersediaan hayati: 95%. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu hingga konsentrasi plasma puncak) kira-kira 1-2 jam.
  • Distribusi: Berdifusi ke dalam cairan sinovial. Melintasi plasenta dan didistribusikan ke dalam ASI (jumlah kecil). Volume distribusi: 0,16 L / kg. Pengikatan protein plasma lebih dari  99% terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (sekitar 95%) sebagai obat dan metabolit yang tidak berubah; feses (kurang dari 5%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama kira-kira 12-17 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi nyeri dan peradangan seperti pada:

  • Peradangan yang terjadi pada sendi yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (artritis reumatoid).
  • Peradangan pada sendi (osteoartritis).
  • Peradangan sendi tulang belakan (ankylosing spondylitis).
  • Nyeri haid.
  • Peradangan atau iritasi pada tendon (tendonitis).
  • Asam urat.
  • Demam.
  • Gangguan autoimun.
  • Peradangan pada bursa atau bantalan dan pelumas dan sendi (bursitis).

Naproksen termasuk dalam kelas obat yang disebut obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). NSAID membantu mengurangi rasa sakit, peradangan, dan demam. Obat ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dengan menurunkan kadar prostaglandin, prostaglandin adalah zat mirip hormon yang biasanya menyebabkan terjadinya peradangan.

Komposisi obat

Naproksen 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Rheumatoid arthritis, osteoartritis, dan spondilitis ankilosa: 550 mg atau 825 mg/hari, dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi. Dikonsumsi pada pagi dan malam hari.
    • Dosis maksimal: 1100 mg/hari.
  • Gout akut:
    • Dosis awal: 825 mg, selanjutnya 275 mg dengan interval 8 jam.
  • Nyeri pasca operasi dan nyeri dismenore primer:
    • Dosis awal: 550 mg, selanjutnya 275 mg/6-8 jam.
    • Dosis maksimal: 1375 mg/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Kebingungan.
    Jika naproksen membuat Anda merasa bingung, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi naproksen. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau parah.
  • Telinga berdering (tinnitus).
    Jika ini berlangsung selama lebih dari satu atau dua hari, bicarakan dengan dokter Anda karena mereka mungkin perlu mengubah pengobatan Anda.
  • Gangguan penglihatan.
    Jangan mengemudi sampai efek samping ini hilang.
  • Mengantuk, lelah, atau pusing.
    Saat tubuh Anda terbiasa dengan naproksen, efek samping ini akan hilang. Jika naproksen membuat Anda merasa pusing, hentikan apa yang Anda lakukan dan duduk atau berbaring sampai Anda merasa lebih baik.
  • Ruam pada kulit.
    Cobalah untuk mengonsumsi obat antialergi yang dapat Anda beli dari apotek. Tanyakan kepada apoteker untuk mengetahui jenis apa yang cocok untuk Anda.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat asma, radang usus, gagal jantung tingan hingga sedang, retensi cairan, penyakit jantung iskemik, penyakit arteri perifer, penyakit serebrovaskular, gangguan prembekuan darah (koagulasi), faktor risiko kejadian kardiovaskular misalnya peningkatan kadar lipid dalam darah (hiperlipidemia), diabetes melitus, dan merokok, sirosis, penyakit hati alkoholik kronis, dehidrasi, dan pasien dengan kondisi kekurangan cairan dan darah dalam tubuh (hipovolemia).
  • Pasien dengan kondisi lemah.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati yang ringan hingga sedang.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil pada trimester 1 dan 2.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan xenifar tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami asma, rinitis dan polip hidung yang disebabkan karena aspirin atau NSAID lain.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap naproksen.
  • Pasien dengan riwayat luka pada dinding lambung dan usus yang aktif dan berulang.
  • Pasien dengan riwayat perdarahan atau luka pada saluran pencernaan akibat penggunaan NSAID.
  • Pasien yang mengalam rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia kronis).
  • Pasien penderita gagal jantung berat.
  • Pengobatan nyeri perioperatif dalam operasi CABG.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal atau hati.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • NSAID atau salisilat lain seperti aspirin, antikoagulan seperti warfarin, kortikosteroid, dan SSRI.
    Penggunaan naproksen dengan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadi perdarahan.
  • Antihipertensi golongan ß-blocker, ACE inhibitor, dan ntagonis reseptor angiotensin II.
    Naproksen dapat menurunkan efektivitas dari obat antihipertensi.
  • Siklosporin dan takrolimus.
    Penggunaan naproksen dan obat di atas dapat menyebabkan risiko terjadinya kerusakan pada ginjal.
  • Zidovudin.
    Penggunaan dengan zidovudin dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada darah.
  • Furosemid dan diuretik tiazid.
    Naproksen dapat menurunkan efektivitas dari furosemid dan diuretik tiazid.
    - Probenesid.
    Peningkatan konsentrasi plasma dan waktu paruh yang lama dengan probenesid.
  • Litium, digoksin, dan metotreksat serum.
    Naproksen dapat meningkatkan kadar litium, digoksin, dan metotreksat serum
  • Mifepriston.
    Naproksen dapat menurunkan efek mifepriston.
  • Pemetrexed.
    Naproksen dapat meningkatkan risiko penurunan produksi sel leukosit, eritrosit, dan / atau trombosit (myelosuppression), kerusakan ginjal (toksisitas ginjal) dan saluran pencernaan (gastrointestinal) dari pemetrexed.
  • Antasida, kolestiramin, dan sukralfat.
    Naproksen dapat menunda penyerapan dari obat di atas sehingga efek obat akan berkurang.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan naproksen dan hubungi dokter Anda jika Anda mengalami:

  • Sesak napas.
  • Pembengkakan atau penambahan berat badan yang cepat.
  • Tanda pertama dari ruam atau lepuh kulit, tidak peduli seberapa ringan, tanda-tanda perdarahan perut yang ditandai seperti feses berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Masalah pada hati seperti mual, sakit perut bagian atas, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, feses berwarna tanah liat, penyakit kuning seperti menguningnya kulit atau mata.
  • Masalah ginjal seperti sedikit atau tidak ada buang air kecil, nyeri buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki atau sel darah merah rendah atau anemia yang ditandai dengan kulit pucat, kelelahan yang tidak biasa, rasa pusing atau sesak napas, tangan dan kaki dingin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/xenifar?type=brief&lang=id
Diakses pada 15 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/naproxen?mtype=generic
Diakses pada 15 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5173-1289/naproxen-oral/naproxen-oral/details
Diakses pada 15 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/naproxen-oral-tablet#about
Diakses pada 15 September 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/naproxen/
Diakses pada 15 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681029.html
Diakses pada 15 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email